Kiat Sukses Berkarier dari Amsal Kepala Ikan



“Kalau menyantap ikan, habiskan pula kepalanya. Supaya di kantor nanti bisa cepat jadi kepala.”
Mendengar pernyataan di atas membuat saya geleng-geleng kepala. Meski kala itu baru diterima kerja, saya tetap tak percaya. Bagaimana mungkin kepala ikan bisa mengantar seseorang menuju kesuksesan? Ini pasti hanyalah mitos belaka. Tak perlu diyakini, apalagi sampai dimasukkan ke dalam relung sanubari.
Kalaupun kalimat tadi adalah sebuah analogi atau perumpamaan saja, logika saya tetap tak bisa menerima. Oke, ikan memang bergizi tinggi. Sarat vitamin, omega 3, dan protein hewani. Siapa saja yang rutin mengonsumsinya, pastilah pintar akal dan sehat jasmani. Dua modal yang bisa mendukung lesatan karier seseorang.
Akan tetapi, kenapa harus repot-repot menghabiskan kepalanya juga? Bukankah dagingnya saja sudah cukup?
Ah, memikirkan kepala ikan, membuat kepala saya berdenyut kencang. Tak masuk nalar. Karena jelas, tak ada kaitan antara “kepala ikan” dengan “kepala bagian”.
Bila maklumat di atas terlontar dari lidah orang biasa, mungkin tak sampai hati saya merenungkannya. Namun nyatanya, ia keluar dari lisan seorang yang cukup sukses. Pensiunan aparatur sipil negara yang menjabat kepala dinas, sebelum akhirnya purnatugas.
Nada bicaranya pun serius. Bukan main-main, apalagi sampai bercanda. Menyiratkan ada rahasia yang sangat penting daripada sekadar menyantap kepala ikan. Andaikan terkuak, pasti benar-benar bisa melantaskan jalan untuk menjadi kepala bagian.
Saya pun tidak berani bertanya blak-blakan. Maklum, usia kami terpaut puluhan tahun. Takut dibilang tak sopan, atau tidak paham tata krama. Memang tak mudah mengurai makna tersembunyi dari seorang angkatan lawas. Terkadang, yang perlu kita lakukan hanyalah mengurut dada dan bersabar.

Penantian panjang saya membuahkan hasil. Lima tahun berselang, akhirnya saya menemukan makna yang sebenarnya. Itu pun bukan karena Sang Pensiunan memberikan penjelasan. Tetapi karena pengalaman bekerja saya yang akhirnya membenarkan.
Pertama, menghabiskan kepala ikan berarti mengerjakan tugas hingga tuntas.
Ya. Apapun profesi yang kalian tekuni, “menuntaskan tugas” adalah kunci sukses yang pertama. Ketika bekerja, kalian akan diberi tanggung jawab untuk mengerjakan tugas. Namun, tidak semua tugas bersifat prioritas. Ada tugas-tugas yang terlihat remeh, namun sayang jika dilewatkan. Persis seperti amsal kepala ikan.
Seorang staf pemasaran, misalnya. Tugas utamanya adalah memasarkan produk atau jasa yang diproduksi oleh suatu perusahaan. Dalam bekerja, ia diberi mandat untuk memenuhi target penjualan.
Namun ketika ia hanya “berjualan”, maka tak ada ubahnya dengan “staf pemasaran biasa”. Tidak salah memang. Tapi, ya, hanya menjalankan tugas utama saja. Tidak lebih dan tidak kurang.
Beda halnya ketika ia rela “menghabiskan kepala ikan”. Misalnya dengan cara mencatat seluruh umpan balik (feedback) dari para pelanggan. Baik yang bersifat pujian maupun kritik, saran, dan masukan.
Nah, umpan balik seperti ini tentu akan menjadi data yang sangat berharga bagi perusahaan. Diperlukan untuk menyempurnakan produk dan jasa yang dipasarkan. Perusahaan akan mendapat gambaran yang jelas mengenai persepsi produknya di mata pelanggan.
Suatu saat nanti ketika bos bertanya, apa yang menyebabkan produknya laris keras atau bahkan tidak laku di pasaran, ia sudah memiliki jawaban yang tepat dan akurat. Staf pemasaran yang seperti ini, tentu lebih berpeluang untuk menjadi manajer pemasaran di masa depan, bukan?

Kedua, berani menghabiskan kepala ikan sama artinya dengan berani mengambil tanggung jawab besar.
Ada kalanya ketika bekerja, atasan atau klien akan memberikan tanggung jawab yang lebih besar daripada kewenangan kita. Meskipun terkesan tidak adil, tetapi bisa jadi hal inilah yang akan melesatkan perjalanan karier kalian. Yang pasti, pengalaman seperti ini akan menambah peluru kalian saat wawancara kenaikan jabatan nanti.
Mari kita ambil contoh kasus Andi, seorang staf sumber daya manusia (SDM). Sehari-hari ia bertugas menerima keluhan dari para pegawai. Pada akhir bulan, ia bertanggung jawab untuk menghitung dan memasukkan gaji seluruh karyawan ke dalam sistem penggajian.
Suatu ketika, perusahaan tempatnya bekerja ingin mengadakan family gathering di Bali. Setiap karyawan boleh membawa serta keluarga untuk bersuka cita merayakan tercapainya target perusahaan pada tahun berjalan. Bos besar lantas mencari seseorang yang akan dijadikan sebagai ketua panitia family gathering.
Melihat peluang ini, dengan cepat Andi menawarkan diri untuk menjadi ketua panitia. Ia paham, kesempatan ini adalah “kepala ikan” yang sayang untuk dilewatkan. Dengan gagah berani, ia mengambil tanggung jawab yang lebih besar daripada tugas yang telah diamanahkan.
Sekilas memang seperti tak bermakna. Andi tidak mendapat bonus tambahan kala menjadi ketua panitia. Ia juga pulang lebih malam karena harus berkoordinasi secara intens dengan pihak hotel. Bahkan, ia juga harus merelakan pulsanya terkuras karena berulang kali menghubungi event organizer saat sedang tidak berada di kantor.
Namun, pekerjaan tambahan tadi menjadikan Andi lebih kaya pengalaman. Ia jadi tahu bagaimana cara menjalin hubungan baik dengan mitra kerja perusahaan. Ia juga mengerti bagaimana menata helat akbar sekelas family gathering. Layaknya seorang atasan, ia pun menjadi paham betul sifat dan perilaku seluruh karyawan di kantornya.
Hal selanjutnya tentu dapat kalian duga. Tatkala kursi manajer SDM kosong, Andi menjadi satu-satunya staf yang pantas mendudukinya, bukan?

Terakhir, tidak menyisakan kepala saat menyantap ikan semakna dengan tidak memilih-milih pekerjaan.
Ada pepatah bilang, jangan pernah sekali-kali menolak rezeki karena nanti akan merugi. Bila manfaatnya jelas, biasanya kita tak akan menolak. Namun tatkala faedahnya tersembunyi, inilah yang acapkali terlewatkan.
Mari kita simak kisah Budi dan Chandra, dua orang sales representative di sebuah dealer mobil mewah. Sebagai orang yang berhubungan langsung dengan calon pembeli, mereka diwajibkan untuk melayani dengan setulus hati. Menjelaskan spesifikasi mobil yang sedang dipajang, tanpa membeda-bedakan latar belakang pelanggan.
Chandra paham, bahwa produk yang dipasarkannya adalah mobil kelas atas. Calon pelanggan yang datang ke dealer, pada umumnya berasal dari kalangan pengusaha kelas kakap atau direktur dari sebuah perusahaan ternama, yang memiliki penghasilan di atas rata-rata. Chandra berpikir bahwa calon pelanggan yang demikian, pastilah selalu berpenampilan necis dan wah.
Oleh karenanya, Chandra selalu menilai pelanggan dari penampilannya saja. Jika yang datang memakai tuksedo, mengenakan jam tangan mewah, atau menenteng tas seharga puluhan juta rupiah, barulah Chandra melayani. Jika sebaliknya, maka Chandra hanya bersembunyi di balik meja kerja.
Lain Chandra, lain pula Budi. Ia sadar, tugasnya adalah memasarkan mobil tanpa harus menilai tampilan pelanggan. Siapa pun yang datang ke dealer, ia layani dengan sepenuh hati. Karena Budi sadar, penampilan kadang kala tidak mencerminkan kekayaan seseorang.
Ketika seorang pengusaha ala Bob Sadino datang ke dealer, mereka berbeda tanggap. Budi langsung melayani, sementara Chandra menghindar diri. Pengusaha bergaya ceplas-ceplos, bercelana pendek dan sandal jepit itu mendapat penjelasan yang lengkap dari Budi.
Apa yang ditanyakan, Budi selalu menjawab dengan jujur dan santun. Dengan tulus, Budi juga membukakan pintu saat Sang Pengusaha ingin melihat langsung interior mobil. Budi juga setia mendampingi tatkala Sang Pengusaha meminta uji berkendara (test drive) saat itu juga.
Setelah semuanya usai, Sang Pengusaha langsung memesan sepuluh unit mobil! Rupanya, ia sedang membutuhkan mobil untuk fasilitas transportasi pribadi para direktur yang menjalankan perusahaannya. Ia pun segera menandatangani surat pemesanan mobil hari itu juga.
Budi seperti mendapat durian runtuh. Sikap melayani tanpa pandang bulu membuat rezeki Budi mengalir deras dari jalan yang tak diduga.
Berbeda seratus delapan puluh derajat dengan nasib Chandra. Keengganannya melayani calon pelanggan berpenampilan sederhana, membuat ia harus gigit jari. Ia pun mesti bekerja lebih keras untuk memenuhi target penjualan hingga akhir tahun nanti.
Nah, dari cerita tadi, kita pasti bisa menjawab pertanyaan sederhana berikut ini. Andaikan kalian adalah pemilik dealer, mana yang akan kalian angkat sebagai kepala cabang? Budi atau Chandra? Tentu saja Budi, bukan?

Dari amsal “kepala ikan” di atas, kita sudah tahu tiga sikap yang perlu dimiliki agar sukses dalam berkarier. Sekarang, ada satu pertanyaan yang tersisa. Bagaimana caranya agar pekerja dapat membentuk atau mempertahankan sikap tersebut selama bekerja?
Banyak penelitian yang sudah memberikan jawaban. Dari sekian banyak penelitian, ternyata ada satu faktor sederhana, namun perannya justru tak bisa dipandang sebelah mata. Bila faktor ini dikesampingkan, niscaya produktivitas kerja karyawan akan menjadi taruhannya.
Faktor yang dimaksud adalah kenyamanan suasana di lingkungan kerja.
Mari kita cermati hasil penelitian World Green Building Council. Katanya, sebanyak 81 persen karyawan sulit berkonsentrasi apabila suasana kantor tidak nyaman. Misalnya suhu ruangan yang terlalu panas, atau adanya gangguan suara yang terlalu bising.
Setali tiga uang, penelitian Purdue University dan Jones Lang Lasalle memberikan jawaban yang serupa. Pengaturan cahaya dan suhu ruangan yang baik, akan meningkatkan interaksi antar karyawan. Sehingga, waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskan problem kerja menjadi lebih singkat.
Sama halnya dengan hasil kajian dua perusahaan teknologi terkemuka, Dell dan Intel. Sebanyak 58 persen pekerja memilih fasilitas internet dan ruang kerja yang terbuka sebagai faktor yang meningkatkan kenyamanan bekerja. Berbagai masalah IT, mulai dari internet lemot, glitch, dan bug, adalah kendala utama yang menyebabkan waktu kerja terbuang sia-sia.



Makanya tak heran bila tren menyediakan ruang kerja yang lega, terbuka, menenangkan, serta didukung dengan fasilitas internet, hiburan dan minuman ringan, semakin digemari oleh perusahaan. Bukan saja perusahaan skala besar, namun juga perusahaan rintisan. Hal ini pula yang menyebabkan coworking space semakin mendapat tempat di hati para pekerja lepas (freelancer).
Oleh karena itu, menyediakan kantor yang nyaman bagi para karyawan juga menjadi kunci keberhasilan suatu bisnis. Nah, bagi kalian pemilik perusahaan atau karyawan dari sebuah perusahaan yang sedang mencari kantor nyaman, tak perlu repot mencari-cari ke sana ke mari. Sebab, kini sudah ada Office99 yang hadir memberi solusi.

Office99 adalah penyedia layanan sewa kantor, baik fisik maupun virtual, yang telah beroperasi sejak tahun 2016 di Indonesia. Berkantor pusat di Educenter Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Banten, Office99 telah menyediakan kebutuhan workplace untuk perusahaan dari berbagai sektor usaha.
Mulai tahun 2018 kemarin, Office99 telah menjadi one stop business solution dengan menyediakan layanan pengurusan administrasi bagi perusahaan. Mulai dari dokumen identitas perusahaan, jasa pengurusan Perusahaan Kena Pajak (PKP), hingga jasa konsultasi pajak.
Office99 merupakan solusi praktis bagi perusahaan yang membutuhkan ruang kerja yang nyaman dan lengkap, namun dengan biaya yang terjangkau. Oleh karenanya, Office99 sangat cocok bagi perusahaan rintisan maupun pekerja lepas yang sedang mencari ruang kerja (workspace).
Ada dua jenis layanan sewa kantor yang disediakan oleh Office99, yakni Smart & Virtual Office. Di Office99, konsep smart office atau kantor pintar dihadirkan dalam layanan sewa kantor bernama Serviced Office. Sedangkan layanan sewa kantor virtual dibanderol dengan nama Virtual Office.
Penasaran? Mari kita ulas satu per satu.

Bagi perusahaan yang sedang mencari kantor siap pakai, layanan Serviced Office adalah solusinya. Selain nyaman, ruang kerja yang ditawarkan juga dilengkapi dengan furniture berkualitas, ruang rapat, toilet, internet, listrik, pantry, resepsionis, ruang penerima tamu, hingga area parkir dan keamanan.
Semua fasilitas tadi bisa kalian dapatkan dengan sistem satu harga. Artinya, hanya dengan membayar sesuai harga pada paket yang tersedia, maka kalian tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya operasional lainnya. Seperti biaya listrik, air, telepon, hingga keamanan gedung yang terkadang membuat sakit kepala.
Selain yang telah disebutkan di atas, menyewa kantor di Office99 juga memiliki segudang keunggulan, antara lain:
·       Alamat Kantor yang Prestisius
Dengan menyewa kantor di Office99, alamat kantor kalian akan berada di Educenter BSD, sebuah kawasan elit di Tangerang, Banten. Kantor yang beralamat di kawasan prestisius, tentu akan meningkatkan citra perusahaan di mata klien.
·       Layanan Email
Tak perlu repot-repot mengurus email kantor, karena Office99 akan memberikan layanan ini sesuai kebutuhan kalian.
·       Layanan Pengelolaan Telepon
Di Office99, kalian tidak perlu pusing memikirkan penerima telepon. Karena layanan ini telah disediakan untuk menunjang bisnis perusahaan kalian.
·       Minuman Gratis
Mau kopi, teh, atau air putih? Tenang saja. Semuanya disediakan secara cuma-cuma oleh Office99.
·       Akses ke Business Lounge
Kedatangan tamu, klien, atau pelanggan penting? Santai saja, karena Office99 juga menyediakan akses ke business lounge. Sehingga kalian tak perlu keluar biaya lagi untuk menyewa ruang rapat kelas premium.
Saat ini, ada 6 ruang kerja yang disewakan oleh Office99. Masing-masing dengan ukuran luas dan kapasitas yang berbeda. Kalian juga bisa memilih jangka waktu sewa semau hati. Mau harian, bulanan, semesteran, hingga tahunan, seluruhnya bebas kalian tentukan. Nah, untuk lebih lengkapnya, kalian bisa lihat infografik di bawah ini.

Sesuai namanya, Virtual Office merupakan layanan sewa kantor virtual, atau lebih tepatnya sewa alamat kantor. Perusahaan yang menikmati layanan ini, secara fisik, tidak benar-benar menempati lokasi tersebut, namun tetap beralamat di sana.
Lantas, mengapa layanan seperti ini dibutuhkan?
Bagi perusahaan kecil atau rintisan yang baru berkembang dan belum menghasilkan keuntungan, berinvestasi atau menyewa gedung kantor membutuhkan alokasi anggaran yang cukup besar. Belum lagi apabila biaya operasional kantor juga ikut diperhitungkan. Sudah pasti hal ini akan membebani keuangan perusahaan.
Nah, untuk menekan pengeluaran, layanan Virtual Office yang disediakan Office99 adalah solusi yang tepat. Dengan memiliki alamat kantor yang jelas, maka perusahaan bisa fokus untuk mencetak laba dari bisnisnya, tanpa harus dibebani oleh biaya investasi atau sewa kantor.
Keunggulan memiliki virtual office di Office99 juga sangat banyak. Namun yang utama, alamat kantor jadi lebih bergengsi. Hal ini tentu akan meningkatkan brand image dari perusahaan tersebut. Agar semakin sip, Office99 juga menyediakan Surat Domisili Gedung bagi pelanggan virtual office secara cuma-cuma.
Bagaimana? Menarik, bukan? Nah, untuk mengetahui ragam paket yang ditawarkan, kalian dapat melihat infografik di bawah ini.

Meskipun sering dikatakan bahwa sukses itu relatif, nyatanya setiap orang memiliki hak yang sama dalam meraihnya. Amsal kepala ikan hanyalah salah satu di antara banyak titian menuju kesuksesan dalam berkarier. Tidak ada salahnya bila kalian amalkan, karena memang berasal dari lisan seorang yang sarat pengalaman.
Akan tetapi, tidak ada kesuksesan yang instan. Dibutuhkan kerja keras dan sikap yang benar dalam meraih kesuksesan.  Bahkan tak jarang, diperlukan pula pengorbanan dan kesabaran tanpa batas untuk menggapai kesuksesan. Oleh karenanya, sukses akan terasa sangat manis saat berada dalam genggaman.
Pepatah mengatakan, “Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.” Sukses pun tak bisa diraih sendirian. Ada kolaborasi yang menjadi faktor kunci. Seperti halnya #Office99 yang menghadirkan layanan sewa kantor bagi perusahaan yang tengah menapaki tangga kesuksesan.
Sekarang, tak perlu khawatir untuk memulai usaha rintisan. Bersama Office99, jalan menuju kesuksesan menjadi selangkah lebih dekat.
***
Artikel ini diikutsertakan dalam Office 99 Blog Competition.


26 comments:

  1. Pinter banget ngebawa imajinasi pembaca bang, strukturnya baguussssss bang. Btw semakin memudahkan yah ada yg namanya virtual office.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Terima kasih, Bang. Bener banget, buat yang baru memulai usaha, virtual office bisa jadi pilihan untuk semakin berkembang.

      Delete
  2. Bener banget Mas, ceritakan inspiratif seperti 3 kejadian diatas harusnya bisa jadi acuan semua orang ketika diamanahkan dalam sebuah pekerjaan. Baru dengan sifat seperti itu, kemudian jalan kesusksesan saat meniti karir akan semakin dekat dan mudah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Semoga bermanfaat ya, Mas. Terima kasih sudah mampir ke mari. Salam hangat.

      Delete
  3. MasyaAllah cerita yang inspiratif. terutama cerita tentang Budi. Best Service tanpa pandang bulu. Keren mas. suka tulisan dan suka desainya. always impressed :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Semoga bermanfaat ya, Mas Ferry. Tulisan Mas Ferry juga sangat inspiratif. Mudah-mudahan bisa konsisten berbagi kebaikan lewat tulisan ya, Mas. Terima kasih sudah mampir ke mari. Salam hangat.

      Delete
  4. Oh gituu... saya udah ngakak duluan tadi di IG. Malu deh. Kisahnya inspiratif. Makasih sharingnya Mas Nodi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Semoga bermanfaat ya, Mba. Terima kasih sudah melirik akun IG saya dan mampir ke mari. Salam hangat.

      Delete
  5. Lengkap sekali artikelnya bang. semoga sukses yaa bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin Yaa Rabb. Terima kasih, Kak, sudah mampir ke mari. Salam hangat.

      Delete
  6. Menuntaskan pekerjaan dan tanggung jawab pada pekerjaan sepertinya menjadi hal yang sangat penting. Apakagi di dunia pekerjaan. Karir memang ditentukan oleh sikap kita sendiri hehe
    nice sharing mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, Mas. Sikap diri dalam menanggapi tugas-tugas adalah kunci terpenting dalam berkarier. Setelahnya, barulah kita melangitkan doa untuk meminta yang terbaik dari Yang Maha Kuasa. Terima kasih sudah repot-repot mampir ke mari, Mas. Salam hangat.

      Delete
  7. Tulisannya cerdas, alur dan ide apik. Pemilihan diksi juga sangat baik, dan hampir tidak ada kesalahan ketik. Saya selalu suka tulisan Mas Nodi. Sukses ya mas, ini tulisan layak juara.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Semoga bermanfaat untuk Mba Rizka, ya. Terima kasih sudah mampir ke mari dan salam untuk Qonita.

      Delete
  8. Hai mas nodi selamat ya juara 2 lomba blog office 99. Asyik banget bacanya, alurnya enak banget. Sekali lg selamat yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Semoga bermanfaat ya, Mba. Terima kasih sudah mampir ke mari dan salam hangat.

      Delete
  9. Di bagian awal tulisan saya pikir bahas soal motivasi bisnis yang berlandaskan etos kerja yang baik, ternyata merupakan permulaan untuk diarahkan mengenal konsep bisnis sewa ruang kantor Office 99. Duh, cara penyampaian yang unik. Pembaca digiring dulu pada kesan persuasif, lalu dikenalkan pada konsep lain tentang sewa ruang kantor.
    Saya baru tahu ada Office 99 yang menyediakan jasa seperti itu. Namun hal demikian sangat inovatif. Dunia digital telah memungkinkan hak yang dulunya mustahil jadi terjangkau.
    Semoga sukses mengikuti lombanya, Mas. Saya belum bisa seperti Mas Nodi.Dalam hal menuangkan tulisan dan pemaparan suatu produk, maklum jam terbang saya dalam hal demikian masih kurang.Salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, Kak. Office99 memang inovatif. Saya juga baru tau ada penyedia jasa sewa kantor seperti ini. Mari sama-sama belajar, Kak. Terima kasih sudah berkenan mampir ke mari dan salam hangat.

      Delete
  10. "Amsal Kepala Ikan" bakal inget terus biar sukses kaya Bang Nodi. Keren... keren.. Selamat ya udah juara 1. Sukses dan terus menginspirasi ya^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Kak. Tapi artikel saya dapat juara 2, Kak, bukan juara 1. Hehe. Semoga bermanfaat, ya. Terima kasih sudah berkenan mampir ke mari, Kak. Salam hangat.

      Delete
  11. Teramat lengkap artikelnya.
    Analoginya benar benar masuk ke akal saya mas hehe.
    Sukses terus ya��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bermanfaat ya, Kak. Terima kasih sudah mampir ke mari. Salam hangat.

      Delete
  12. Tulisannya cakep...selamat ya mas juara 2...harus banyak berguru nih saya bikin tulisan-tulisan bagus begini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Kak. Mari sama-sama belajar menulis yang baik. Terima kasih sudah berkenan mampir dan salam hangat.

      Delete
  13. Wah tulisan yang sangat menarik dan berbobot sekali. Tadinya saya kira amsal ikan itu apa, ternyata menyelesaikan tugas sepenuhnya sampai tuntas. Terimakasih Mas atas tulisan ini, saya jadi dapat wawasan baru

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga artikelnya bermanfaat ya, Mas Amir. Terima kasih sudah berkenan mampir dan salam hangat. Sukses terus untuk Mas Amir.

      Delete