Tidak melulu soal hangatnya sinar matahari dan keindahan pantai, Bali juga menyajikan keelokan panorama alam yang dibalut dengan label agrowisata. Tidak cukup? Sembari memanjakan mata dengan memandang hijaunya karya terasering petani lokal, Anda juga bisa mencicipi delapan jenis kopi dan teh hanya di Bali Pulina.

Bali Pulina merupakan salah satu agrowisata yang terletak di Jalan Banjar Pujung Kelod, Tegalalang, Gianyar, Bali. Lokasinya memang cukup jauh dari hingar bingar Kuta, sekitar 2 jam bila ditempuh dengan kendaraan roda empat. Namun bagi Anda yang mencari keindahan alam dan kearifan lokal, Bali Pulina wajib dicatat dalam daftar kunjungan Anda. Tidak sulit menemukan lokasinya, karena di sepanjang jalan menuju ke sana, Anda akan dibimbing dengan papan penunjuk jalan bergambar hewan luwak. Lahan parkirnya pun cukup luas bagi kendaraan pribadi hingga bus berukuran besar. Segera setelah membuka pintu mobil, hawa dingin khas dataran tinggi akan segera menyelimuti Anda. Sejurus kemudian, petugas pun akan menyambut Anda dengan ramah dan santun khas tata krama Pulau Dewata.

Gambar 1 : Saung Penumbuk Padi, Menawarkan Suasana Pedesaan Yang Kental.
Gambar 2 : Jalan Setapak Yang Membawa Anda Menuju Pinggiran Tebing.

Harga tiket masuknya pun cukup terjangkau, hanya Rp100 ribu. Di pelataran depan pintu masuk, Anda akan segera diajari bagaimana proses membuat kopi (yang katanya terbaik di dunia) yaitu Kopi Luwak. Bagi pecinta hewan, Anda juga bisa langsung menyapa hewan mungil nan agresif ini. Tapi tenang saja, luwak ini tidak bisa menggigit Anda karena dikurung di dalam kandang berukuran orang dewasa. Anda akan ditunjukkan bagaimana sang luwak memilih biji kopi terbaik sebagai santapannya, yang kemudian kotorannya akan dijadikan bahan baku untuk membuat secangkir Kopi Luwak yang nikmat. Nuansa pedesaan akan terasa sangat kental. Di sekeliling, Anda akan mejumpai saung lengkap dengan alat penumbuk dan bulir padi yang sudah dikeringkan.

Gambar 3 : Hanya dengan Rp100 ribu, Anda Dapat Menikmati Delapan Jenis Kopi dan Teh!

Setelah puas berkenalan dengan hewan luwak, Anda akan dibawa lebih jauh ke dalam hingga ke pelataran tebing bernama “Kembang Kopi Stage”, sebuah kafe tradisional berlantaikan kayu jati. Setelah memilih tempat duduk, pramusaji yang cekatan akan menyuguhi Anda dengan delapan jenis kopi dan teh yang disajikan dalam cangkir kecil, mulai dari Lemon Tea, Ginger Tea, Ginger Coffee, Ginseng Coffee, Chocolate Coffee, Vanilla Coffe, dan Pure Bali Coffee. Masih kurang? Sepiring pisang goreng dan kue lupis akan disajikan untuk mengisi perut Anda. Tidak perlu membayar lagi, karena sajian tersebut sudah tergabung dalam tiket masuk Anda.

Gambar 4 : Kembang Kopi Stage. Pinggiran Tebing Yang Telah Disulap Menjadi Kafe Tradisional.

Sembari mencicipi kopi dan teh, pemandangan alam akan menjadi sajian utama di Bali Pulina. Hutan dan sawah nan hijau yang diolah menggunakan sistem terasering terhampar luas di hadapan Anda. Sebuah terapi sehat bagi mata Anda yang selama ini terjebak dalam rutinitas kantoran. Bagi Anda yang doyan selfie, Bali Pulina juga menyediakan spot foto keren berlatar belakang tebing dan sawah yang berada tepat di ujung tebing. Berhati-hatilah jika ingin mengambil gambar di sini, karena celah kecil di lantai kayu akan memaksa Anda mengucapkan ‘selamat tinggal’ kepada smartphone atau kamera Anda bila terlepas dari genggaman tangan.

Gambar 5 : Bali Pulina, Menyajikan Pemandangan Alam Nan Hijau.

Gambar 6 : Bali Pulina, Menyajikan Pemandangan Alam Nan Hijau.

Setelah puas menikmati pemandangan alam, pramusaji akan membawa Anda menuju souvenir shop yang letaknya searah dengan jalan pulang. Di sini, Anda dapat membeli berbagai jenis kopi dan teh produksi lokal dengan harga terjangkau, yang telah Anda cicipi sebelumnya, untuk dibagi bersama rekan maupun keluarga tercinta di rumah. Sebagai pelengkap, kerajinan ukiran kayu dan kaos khas Bali juga dapat Anda temui di souvenir shop ini.

Gambar 7 : Anda dapat Membeli Berbagai Jenis Kopi dan Teh Lokal di Souvenir Shop.


Jadi tunggu apa lagi? Segera nikmati sensasi ngopi dan ngeteh sambil menikmati pemandangan alam hanya di Bali Pulina.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi customer services Bali Pulina di nomor (0361) 901728.

Gambar 7 : Penulis Bersama Istri Berfoto di Depan Pintu Masuk Bali Pulina.


Sebuah pepatah tua negeri ini mengatakan, “sedialah payung sebelum hujan”. Pepatah tersebut mengajarkan kita akan pentingnya memitigasi risiko bencana yang mungkin terjadi di setiap sendi kehidupan kita. Ke manapun langkah kaki kita berpijak, risiko bencana senantiasa menghantui. Contohnya, jika kita pergi ke kantor dengan menggunakan angkutan umum, maka muncul risiko kecelakaan. Sama halnya ketika kita menggunakan kendaraan, pribadi, risiko kecelakaan tetap ada. Belum lagi ditambah risiko kesehatan, bencana alam, dan dampaknya terhadap finansial atas dampak dari berbagai risiko tersebut. Jangan takut, karena dewasa ini telah tersedia ‘payung’ bernama asuransi dengan berbagai jenis pertanggungan yang sesuai dengan jenis risiko yang kita hadapi. Pilihan pun berada di tangan kita sendiri, apakah kita mau menggunakan payung sebelum hujan?

Pengalaman, Sebuah Pelajaran Terbaik
Pengalaman tentunya akan selalu menjadi pelajaran terbaik. Bercerita mengenai pengalaman pribadi, dahulu Saya adalah seseorang yang menganggap bahwa asuransi itu tidak penting. Sekitar 6 tahun yang lalu, Saya merupakan lulusan perguruan tinggi negeri yang baru saja diterima kerja sebagai pegawai di salah satu bank pelat merah, dengan lokasi penempatan di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Setelah setahun bekerja, berbagai kebutuhan pribadi pun mulai timbul, salah satunya keinginan untuk memiliki mobil pribadi. Sayapun menghitung jumlah uang di tabungan dan akhirnya memutuskan untuk membeli sebuah sedan bekas, dengan alasan harganya cukup terjangkau. Setelah dibelikan mobil, saldo di tabungan pun masih tersisa lumayan sebagai buffer untuk tabungan membeli rumah dan biaya servis mobil awal. “Maklum, mobil bekas, pasti biaya servisnya awalnya cukup tinggi,” pikir Saya. Seminggu kemudian, seorang petugas asuransi menawarkan Saya untuk mengambil produk asuransi kendaraan, namun pada waktu itu Saya tolak. “Ah, kalo pun terjadi apa-apa dengan mobil Saya, palingan biaya bengkelnya tidak seberapa”, dengan halus Saya menolak.

Mobil Bekas Pribadi. Hasil Menabung Selama Setahun.
Tiga bulan kemudian, Saya mendapatkan musibah yang tidak akan terlupakan. Di suatu minggu pagi ketika membeli sarapan, Saya menggunakan mobil dan memarkirkan kendaraan tepat di depan rumah makan langganan di bilangan Lengkong, Kota Bandung. Setelah sekitar 30 menit menghabiskan santap pagi, Saya kembali ke mobil untuk melanjutkan agenda di hari Minggu. Tidak diduga, fog lamp mobil Saya raib dicopot maling. Bukan hanya satu sisi, kedua fog lamp hilang tak berbekas. “Kurang ajar”, gumam Saya. Akhirnya Saya memutuskan untuk membatalkan agenda dan berputar balik ke bengkel untuk mengganti fog lamp yang hilang. Biayanya sekitar Rp1 juta per lampu, belum termasuk ongkos pasang! Total biaya habis sekitar Rp2,3 juta, atau setara dengan 44% slip gaji bulanan Saya pada waktu itu. Menyedihkan.

Sudah jatuh tertimpa tanggal pula. Dua minggu setelahnya, ketika hendak pulang kantor, Saya dapati mobil tercinta sudah penyok entah ditabrak siapa. Bumper bagian depan melengkung ke dalam sekitar 5-7 cm menyisakan perasaan miris di hati. Terpaksa harus mengurungkan niat selonjoran di kasur kosan, karena sekali lagi harus berputar balik ke bengkel ketok magic untuk benerin mobil. Alhasil tabungan kembali terpaksa terkuras sekitar Rp1 juta. Apes!

Belum cukup penderitaan sampai di sana, sebulan kemudian Bandung diguyur hujan lebat. Sangat lebat. Kecamatan Majalaya merupakan salah satu daerah langganan banjir di Bandung, tidak terkecuali pada saat itu. Sialnya, genangan banjir setinggi lutut orang dewasa menutupi jalan berlubang yang Saya lewati, dan Blass! Air masuk ke dalam mesin mobil diiringi dengan kepulan asap yang tersebar ke segala penjuru arah.

Cerita selanjutnya bisa diterka. Mobil mogok dan harus diderek ke bengkel. Tabungan kembali terkuras. Sekitar 1,5 bulan gaji kembali berpindah tangan kepada pemilik bengkel. Tragis! Uang yang telah Saya sisihkan sebagai tabungan mencicil rumah habis tidak berbekas. Tagihan kartu kredit membengkak untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena kondisi keuangan sudah memburuk, akhirnya dengan berat hati Saya menjual mobil tersebut untuk melunasi hutang kartu kredit yang sudah menumpuk sekaligus menyetop biaya perbaikan mobil yang tak henti-hentinya mengalir deras baik air terjun.

Rangkaian kejadian tersebut membuat Saya sadar akan pentingnya memiliki asuransi kendaraan. Seandainya pada waktu itu Saya terima ‘pinangan’ petugas asuransi, mungkin ceritanya akan berbeda. Saya tidak perlu menjual mobil dan sudah memiliki rumah mungil saat ini. Ah, pengalaman memang menjadi suatu pelajaran yang paling berharga untuk menata keuangan yang lebih baik di masa depan.

Alhamdulillah, di balik semua itu, Tuhan memberikan Saya rejeki berupa karier yang lebih baik. Sekarang Saya telah berpindah kerja ke salah satu Lembaga Negara yang menghadirkan slip gaji lebih ‘gendut’ dibandingkan dengan sebelumnya. Setelah menikah sekitar 1,5 tahun lalu, Saya mulai merencanakan untuk memiliki kendaraan pribadi kembali. Tentunya kali ini dengan menggunakan ‘payung’ sebagai pelindung saat ‘hujan’ datang kembali.

Mobil Z, Pertanggungan Terbaik Bagi Kendaraan Anda
Proses pencarian ‘payung’ yang terbaik akhirnya Saya temukan. Setelah mempelajari produk ‘Mobil Z’ dari asuransi Zurich, Saya pun bertekad untuk tidak akan melewatkannya ketika Saya memutuskan untuk membeli mobil kembali. Pasalnya, produk Mobil Z menawarkan perlindungan terbaik bagi kendaraan Anda. Pertanggungan meliputi perlindungan menyeluruh atas kerusakan / kerugian pada kendaraan karena tabrakan, pencurian, ataupun kecelakaan lalu lintas lainnya. Selain itu, manfaat pertanggungan dapat diperluas melalui jaminan perluasan untuk memitigasi berbagai risiko bencana yaitu (a) kerusuhan, huru-hara, terorisme, dan sabotase; (b) gempa bumi, tsunami, dan/atau letusan gunung berapi; dan (c) angin topan, badai, hujan es, banjir, dan/atau tanah longsor.

Pertanggungan Asuransi Mobil Z dari Asuransi Zurich | www.zurich.co.id (diolah)

Nah, ini dia yang membedakan Mobil Z dengan asuransi kendaraan lainnya. Mobil Z menawarkan pula manfaat jaminan perluasan tambahan mulai dari (a) tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga hingga Rp50 juta per kendaraan; (b) tanggung jawab hukum terhadap Penumpang hingga Rp50 juta per kendaraan; (c) kecelakaan diri Pengemudi hingga Rp.50 juta per orang; (d) kecelakaan diri Penumpang hingga Rp50 juta per orang (maksimum 4 orang); dan (e) penggantian biaya pengobatan akibat kecelakaan diri hingga Rp5 juta per kendaraan.

Selain itu, Mobil Z juga memiliki fitur terbaik bagi kendaraan dan diri Anda, antara lain (a) penyediaan Mobil Pengganti ketika kendaraan sedang diperbaiki maksimum 5x24 jam; (b) Bantuan Kendaraan Darurat bila mobil mogok; (c) Layanan Derek 24 jam; (d) Layanan perbaikan cepat untuk kerusakan kategori ringan; (e) Biaya layanan ambulans maksimum Rp1 juta; (f) bengkel resmi; (g) perlindungan risiko kehilangan dengan penggantian mobil baru; dan (h) Valet Parking Protection yang memberikan perlindungan bagi kendaraan saat menggunakan valet parking. Komplit!

Z-Alert, Langkah Smart Mengantisipasi Risiko
Setelah dipelajari lebih lanjut, risiko bagi pemilik kendaraan, khususnya risiko kecalakaan memang mengalami peningkatan yang signifikan di Indonesia. Berdasarkan data yang dilansir oleh BPS, jumlah kecelakaan tercatat meningkat 5 kali lipat sejak tahun 2005. Jumlah kecelakaan pada tahun tersebut tercatat sebesar 91.623 kecelakaan yang menelan korban jiwa sebanyak 16.115 orang, luka berat sebanyak 35.891 orang, dan luka ringan sebanyak 51.317 orang, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp51,56 miliar! Di tahun 2015, jumlah kecelakaan kembali meningkat menjadi 98.970 kecelakaan (meningkat 8% dibandingkan tahun 2005) dengan jumlah kerugian diperkirakan mencapai Rp272,32 Miliar (meningkat 428% dibandingkan tahun 2005).

Perkembangan Kecelakaan di Indonesia | BPS (2017, diolah)

Sebagai bentuk layanan terbaik bagi customer maupun masyarakat umum guna mengantisipasi risiko, asuransi Zurich juga telah menyediakan aplikasi bernama Z-Alert bagi pengguna smartphone yang bisa Anda download melalui Google Apps dan App Store. Gratis! Z-Alert memberikan informasi kepada Anda tentang event penting yang berpotensi meningkatkan risiko bencana yang terjadi di sekitar kita, misalnya kecelakaan lalu lintas, kebakaran, banjir, mati listrik, dan sebagainya. Lengkap dengan sumber informasinya. Bagi Anda yang mengalami permasalahan kendaraan saat di jalan, Z-Alert juga menampilkan lokasi bengkel kendaraan terdekat bagi Anda. Selain itu, Z-Alert juga menyajikan tips dan trik menghadapi risiko bencana, seperti merawat dan melindungi kendaraan saat musim penghujan, tips membersihkan mobil saat musim hujan, ataupun prosedur darurat saat terjadi bencana banjir. Sebuah langkah smart untuk memitigasi risiko bencana bagi Anda!

Z-Alert. Aplikasi Alert dari Zurich. Langkah Smart Mengantisipasi Risiko. 

Jadi, sudah siapkah Anda menyediakan payung sebelum hujan?

Jumat, 16 Februari 2001. Gegap gempita rakyat bergemuruh di sepanjang jalan raya, ketika iring-iringan yang membawa Suryadi Sudirdja dan Tursandi Alwi dari Bandara Jalaludin ke panggung utama di pusat kota melintas di hadapan mereka. Campur aduk. Pekerja, pelajar, mahasiswa, santri, guru, aktivis, dan tokoh masyarakat, seluruhnya menyambut gembira lahirnya Provinsi ke-32 di negara ini, Gorontalo. Kaum tua pun teringat akan gelora yang sama ketika 59 tahun lalu H. Nani Wartabone, sang pahlawan, mendeklarasikan kemerdekaan Gorontalo dari belenggu Belanda.

Semangat Persatuan dan Kesetiaan di Gorontalo
Rasa persatuan dan kesetiaan memang telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Gorontalo. Jauh sebelum sang pahlawan mendeklarasikan kemerderkaannya, kerajaan-kerajaan di daerah Gorontalo telah bersumpah untuk menjadi keluarga dalam suatu ikatan suci bernama ‘Pohala’a’ yang dipegang teguh di setiap jengkal tanah, mulai dari Gorontalo, Limboto, Suwawa, Boalemo, dan Atinggola. Nama Gorontalo sendiri berasal dari lidah si penjajah yang sulit menyebutkan lafal ‘Hulontalangio’, nama kerajaan terbesar pada waktu itu. Bahkan ketika sudah merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, Gorontalo tetap memilih berada pangkuan Ibu Pertiwi. Semangat persatuan dan kesetiaan itu pula-lah yang mengantarkan rakyat Gorontalo mengucapkan ‘sayonara’ kepada Sulawesi Utara.
Diapit oleh Laut Sulawesi dan Teluk Tomini, Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan di kawasan timur Nusantara pada waktu itu. Nafas Islam mewarnai setiap denyut kehidupan dan aturan ketatanegaraan. Adat dan agama menyatu dengan erat melalui semboyan ”adat bersendikan syara’ dan syara’ bersendikan Kitabullah”. Perdagangan menjadi warna utama perekonomian. Gorontalo juga dikenal sebagai tempat singgah bagi para saudagar dan pedagang dari Sulawesi Tenggara sebelum melanjutkan perjalanan ke Sulawesi Utara. Perkembangan ekonomi dan sosial selanjutnya menarik minat kaum pendatang untuk memilih Gorontalo sebagai tempat mencari nafkahnya, salah satunya adalah Lina Usman yang berjualan Nasi Kuning sejak tahun 1953.

Nasi Kuning Hola
Bagi Lina, nasi kuning bukan hanya menjadi sumber penghidupan utama, namun juga sebagai seni meracik kuliner. Dari tangannya yang terampil, tercipta nasi kuning yang tidak akan Anda temui di manapun, Nasi Kuning Hola. Yang membedakan Nasi Kuning Hola dengan nasi kuning biasa adalah kuah kaldu gurih berisi bihun, telur rebus, dan taburan bawang goreng yang disajikan sebagai teman santap nasi kuning! Penasaran?
Jika Anda berkesempatan ke Gorontalo, mampirlah ke pusat kota, tepatnya di Jalan Sutoyo Nomor 31, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan. Anda akan menemukan bangunan tua berwarna putih bersih bergaya kolosal warisan zaman penjajahan Belanda, lengkap dengan tiga pintu besar bersekat-sekat yang dikelir dengan warna kuning dan hijau terang. Tidak mungkin keliru, karena lokasinya sangat mudah ditemukan. Bagi Anda pengguna smartphone, cukup ketik ‘Nasi Kuning Hola’ pada aplikasi Google Maps. Persis di depan gerbang masuk seukuran minibus, Anda akan menemukan papan nama bertuliskan :


RM. SABAR MENANTI
Nasi Kuning HOLA (Telah Berdiri Sejak Tahun 1953)
Jl. Sutoyo No.31, Telp (0435) 821206, Gorontalo



Nasi Kuning Hola buatan Lina sudah terkenal sejak dahulu karena keunikan dan kelezatannya. Nama ‘Hola’ sendiri bukan berasal dari ide dan kreativitas Lina. Sebelum menempati lokasi yang sekarang, Lina menjual nasi kuningnya tepat di depan Toko Kue dan Roti bernama ‘Toko Hola’ yang dikelola oleh Pamannya. Dari sana, pelanggan setianya kerap menyebut menu Nasi Kuning buatan Lina dengan istilah ‘Nasi Kuning Hola’.
Seakan menantang teori siklus bisnis, Nasi Kuning Hola masih digemari hingga saat ini. Resepnya tidak pernah diganti, meskipun sekarang sudah dikelola oleh anak dan cucunya, Liliyana Usman dan Levi Usman. Selain kuah kaldu segar dan menggairahkan yang menjadi ciri khasnya, nasi kuning hola juga ditaburi dengan suwir telur dan abon ikan tuna. Khusus untuk ikan tuna, Liliyana dan Levi sangat menjaga kualitasnya dengan memilih sendiri ikan tuna di pasar ikan setempat.

Nasi Kuning Hola saat ini dijual dengan harga Rp20.000,- per porsinya. Selain nasi kuning, Anda juga dapat memilih menu lainnya khas Sulawesi dan Chinese Food yang juga tidak kalah lezatnya, mulai dari Nasi Campur Makassar, Mie Hokkian, sampai Es Palu Butung. Buka mulai pukul 07.00 – 19.00 WITA, Nasi Kuning Hola sangat cocok untuk menjadi menu sarapan Anda di Gorontalo. Selamat mencoba!




Mau Hidup Bahagia? Berliburlah!

“Happiness is not something ready-made. It comes from your own actions.” Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang terbentuk dengan sendirinya. Dia datang dari tindakanmu.

Kata-kata di atas merupakan sebuah ajaran kehidupan yang diciptakan oleh Gendun Drup, seorang Dalai Lama pertama yang menjabat pada tahun 1391-1474. Dalai Lama merupakan sebutan bagi pemimpin tertinggi bagi perguruan Gelug yang mengajarkan ajaran Buddha bagi biksu dan masyarakat umum di dataran tinggi Tibet.

Jika ditelusuri lebih lanjut, kata-kata di atas sejatinya sungguh bermakna. Tujuan dari kehidupan manusia adalah mencari sebuah kebahagiaan. Seorang pegawai rela pergi bekerja dari pagi sampai dengan malam hari, dengan harapan akan mendapatkan gaji yang layak untuk ‘membahagiakan’ anak istrinya. Seorang guru mengajar ilmu yang bermanfaat kepada anak didiknya, agar kelak anak didiknya tersebut bisa menjadi orang yang pandai dan hidup ‘bahagia’ di masa depan. Seorang musisi menciptakan lirik dan lantunan irama merdu untuk ‘membahagiakan’ telinga audiens yang mendengarnya. Kesimpulannya, tidak ada manusia di dunia ini yang hidup untuk mencari kesedihan, melainkan sebuah kebahagiaan.

Seperti apa yang dikatakan Dalai Lama, kebahagiaan datangnya dari tindakan Anda sendiri, bukan orang lain. Untuk bisa hidup bahagia, tentunya Anda harus menentukan apa yang akan Anda lakukan di dalam hidup Anda, yang nantinya akan menghasilkan sebuah kebahagiaan bagi Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Sudah banyak penelitian yang mengatakan bahwa salah satu faktor utama yang menyebabkan Anda tidak hidup bahagia adalah stress. Nah, banyak cara untuk mengatasi stress, mulai dari relaksasi, istirahat, mengatur keuangan dengan baik, mendengarkan musik lembut, berkonsultasi dengan psikiater, memberikan sugesti positif pada pikiran Anda, menjaga pola makan sehat, dan tentunya liburan!

Berbicara mengenai liburan, tentunya hal ini menjadi sebuah topik yang akan selalu hangat untuk ditulis. Apapun profesi Anda, apakah seorang pegawai, atlet, menteri, penyiar televisi, pengusaha, mahasiswa, penulis, tentunya membutuhkan liburan. Bahkan seorang Raja-pun ternyata membutuhkan liburan, seperti yang sedang dilakukan oleh Raja Arab Saudi saat ini, Yang Mulia Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud yang memilih liburannya ke Bali, bersama dengan para Pangeran, pejabat kerajaan, dan segenap ajudannya yang dikabarkan jumlahnya mencapai tidak kurang dari 1.500 orang!

Ya, kita patut bersyukur bahwa gugusan kepulauan di NKRI, mulai dari Sabang sampai Merauke, Pulau Rote sampai Miangas, menyajikan keindahan alam yang menghadirkan beragam potensi pariwisata dan dikenal hingga ke seluruh dunia. Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia menjadikan aktivitas ‘berlibur’ sebagai salah satu program unggulan dengan menetapkan 10 destinasi wisata unggulan di Tahun 2017, mulai dari Mandalika, Labuan Bajo, Pulau Morotai, Tanjung Kelayang, Danau Toba, Wakatobi, Gunung Bromo, Candi Borobudur, Pantai Tanjung Lesung, sampai Kepulauan Seribu. Dari sisi ekonomi, tentu saja aktivitas liburan akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan jasa pendukungnya sekaligus mempercepat tumbuhnya pusat ekonomi baru di berbagai daerah.

Sudah siap berlibur?


Liburan Sehat di Gili Trawangan

Bagi Anda seorang pegawai yang selama ini terjebak pada rutinitas kantoran, mulai dari rapat, membuat laporan, ataupun me-review hasil penjualan, cenderung tidak memiliki waktu yang cukup untuk berolahraga ataupun sulit untuk menjaga pola makan yang sehat. Nah, Anda disarankan untuk menikmati liburan sehat. Apa itu liburan sehat? Liburan sehat merupakan konsep berlibur yang dikombinasikan dengan berbagai aktivitas olah tubuh guna menjaga kesehatan. Salah satu contoh destinasi wisata yang menyajikan liburan sehat adalah Gili Trawangan yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Gili Trawangan terdiri dari dua kata, yaitu ‘Gili’ dan ‘Trawangan’. Kata ‘Gili’ memiliki arti pulau kecil, sedangkan ‘Trawangan’ memiliki arti dapat dilihat oleh mata telanjang. Di waktu cerah, Anda dapat melihat Gili Trawangan dari Pulau Lombok dengan mata telanjang. Panjang Gili Trawangan kurang lebih hanya mencapai 3 km dengan lebar mencapai kurang lebih 2 km. Di sini, Anda dapat menikmati indahnya matahari terbit sekaligus tenggelam, karena Gili Trawangan dikelilingi oleh pantai, baik yang menghadap ke arah barat maupun ke arah timur.

Bagi Anda pecinta fotografi, Gili Trawangan merupakan salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi karena memiliki beragam spot foto menarik, mulai dari pantai, hingga ke terumbu karang di dasar laut. Bagi Anda pecinta kuliner, rumah makan, kafe, dan bar, yang tertata rapi di pinggir pantai siap menyajikan kuliner ala Indonesia, Asia, Eropa, Mexican, Irish maupun Western. Penggemar watersport akan dimanjakan dengan indahnya pemandangan bawah laut yang dapat dinikmati melalui tidak kurang dari 17 dive spots yang tersebar di perairan Gili Trawangan.


Lantas, mengapa Gili Trawangan menjadi salah satu destinasi wisata yang sehat? Berbeda dari destinasi wisata kebanyakan, di Gili Trawangan Anda tidak diperkenankan untuk membawa kendaraan bermotor. Sarana transportasi yang umumnya dikendarai adalah sepeda dan cidomo (sebutan lokal untuk kereta kuda). Hukum adat ini sudah berlaku sejak dahulu hingga sekarang, dengan tujuan untuk menjaga udara agar tetap segar, sehat, dan bebas polusi.



Tubuh Fit dengan Sekotak Susu Indomilk 250 ml


Bercerita tentang liburan sehat, Saya adalah seorang pegawai kantoran dengan segudang rutinitas harian yang padat. Saat pengajuan cuti tahunan sudah disetujui bos, Saya bersama istri memutuskan pergi berlibur ke Gili Trawangan untuk mendapatkan nuansa liburan sehat. Dari Bali, kami menaiki speedboat selama kurang lebih 1,5 jam untuk berlabuh di pantai Gili Trawangan. Villa yang kami pesan letaknya berada di tengah pulau, sehingga kami harus melanjutkan perjalanan dengan cidomo yang berkapasitas maksimum 4-5 orang. Setelah check-in, dengan terpaksa kami harus menunda keinginan untuk berenang di private pool, karena waktu telah menunjukkan pukul 17.12 WITA, waktunya pergi ke pantai untuk menikmati indahnya sunset.


Sebelum bersepeda ke pantai, tidak lupa kami mengisi tenaga dengan meminum sekotak susu Indomilk 250 ml varian rasa cokelat. Susu Indomilk memang telah menjadi bagian dari pola hidup sehat kami sehari-hari. Susu Indomilk memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi tubuh, khususnya tulang, dengan komposisi Triple Bone Care yang terdiri dari Kalsium, Fosfor, dan Vitamin D. Kandungan protein membuat perut lebih kenyang, menjaga enzin berfungsi normal, dan serta membantu tubuh memproses gula dan lemak secara lebih cepat. Selain itu, susu Indomilk aman untuk dikonsumsi karena tanpa menggunakan bahan pengawet sintesis. Pengawetan dilakukan dengan menggunakan sistem pemanasan suhu yang tinggi untuk membunuh berbagai mikroorganisme yang terkandung di dalam susu. Sang istri selalu menyediakan susu Indomilk 25o ml varian rasa cokelat di kulkas rumah sebagai teman sarapan yang sehat di pagi hari, maupun di dalam tas untuk penambah tenaga dalam menjalani berbagai aktivitas di luar rumah, seperti liburan saat ini.


Perjalanan ke pantai kami tempuh selama kurang lebih 10 menit dengan mengendarai sepeda. Kandungan gizi susu Indomilk 250 ml varian rasa cokelat yang baru saja diminum menjaga tubuh kami senantiasa fit untuk berbahagia menikmati romantisnya sunset di Gili Trawangan. Balutan warna jingga berpadu dengan biru tua menjadi lukisan indah hasil goresan Tuhan yang dibentangkan luas hanya untuk langit Gili Trawangan. Gemericik suara ombak yang menerpa lembut pasir berwarna putih bersih menghaturkan alunan merdu yang nyaman didengar oleh manusia mana-pun di bumi ini.

Tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul 19.47 WITA. Kami harus beristirahat karena besok pagi kami telah mengagendakan untuk snorkeling ‘bertemu’ dengan ikan dan kura-kura di laut Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Sebelum kembali ke villa, sang istri mengecek tasnya seraya menunjukkan dua kotak susu Indomilk 250 ml varian rasa cokelat yang akan menjadi teman sarapan sehat kami esok hari.

Yuk Liburan Sehat Bersama Susu Indomilk ke Gili Trawangan!