Peresmian Desa Digital di Losarang, Indramayu, Jawa Barat oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Foto: Humas Pemprov Jabar


Apa yang terlintas di benak Anda ketika membayangkan sosok petambak ikan? Biar saya tebak. Dekil, kotor, atau kumuh? Kalau Anda berpikir seperti itu, wajar-wajar saja.
Hidup seorang petambak ikan memang jauh dari kata mewah. Badan bau amis, pakaian berhias lumpur, dan tangan diluka sisik. Itulah potret umum petambak ikan. Potret yang jauh dari dambaan generasi milenial.
Yang jadi pertanyaan, benarkah petambak ikan kita masih kampungan? Bisa iya, bisa juga tidak. Jawabannya sangat bergantung dari definisi kata kampungan itu sendiri.
Iya, kalau kampungan ditujukan kepada orang yang mencari nafkah di kampung atau desa. Tidak, apabila kampungan dialamatkan kepada petambak ikan yang selalu bergantung pada teknologi jadul atau konvensional. Itu anggapan yang keliru.
Kalau tidak percaya, sekali-kali mampirlah ke Kabupaten Indramayu. Petambak ikan di sana sudah dipersenjatai dengan teknologi digital. Hanya dengan sentuhan jari, mereka bisa mengatur jadwal pemberian pakan lewat ponsel pintar.
Tidak perlu capai-capai datang ke kolam, tidak perlu bersusah-payah menebar pakan. Asal punya kuota data dan sinyal yang cukup, mereka bisa menata kapasitas pakan dari rumah. Canggih, kan?

Ketika Visi Bertemu Teknologi
Ketika visi jempolan bertemu teknologi andal, jadilah progam juara. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan program Desa Digital milik Pemprov Jabar dalam setahun terakhir.
Desa Digital adalah program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet dalam pengembangan potensi desa, pemasaran, percepatan akses, serta pelayanan infromasi. Kampung perikanan digital Indramayu adalah salah satu contohnya.

Konsep Desa Digital untuk Mewujudkan Jabar Juara. Foto: Humas Pemprov Jabar.

Diresmikan pada 10 Desember 2018 oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, kampung perikanan digital Indramayu adalah potret sukses penerapan teknologi digital di sektor konvensional. Juga sebagai upaya mengurangi gap teknologi di desa dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.
Adalah teknologi NB-IoT (Narrowband Internet of Things (IoT) yang membuat hidup petambak ikan Indramayu jadi lebih mudah. Kesan dekil, kotor, dan kumuh jadi tidak tampak lagi. Kini, mereka semakin keren berkat bantuan aplikasi eFishery.
Aplikasi eFishery berfungsi untuk menghubungkan ponsel milik petambak ikan dengan mesin automatic fish feeder. Cara kerjanya pun terbilang mudah. Petambak ikan cukup memasukkan pakan ke dalam mesin automatic fish feeder yang dipasang di pinggir kolam.
Kemudian, petambak tinggal mengatur jadwal pemberian pakan lewat aplikasi. Nantinya, automatic fish feeder akan menebar pakan secara otomatis pada waktu yang sudah ditentukan oleh petambak ikan.
Selain mengatur pola pemberian pakan secara otomatis, aplikasi besutan Cybreed—perusahaan rintisan asal Bandung—ini juga bisa mengoleksi data pemberian pakan. Alhasil, petambak bisa menghemat biaya pakan hingga 25 persen.
Asal tahu saja, 60—80 persen ongkos produksi budidaya ikan berasal dari pakan. Ketika pos ini bisa dikendalikan secara cermat, maka keuntungan yang diraih petambak ikan pun semakin optimal.
Sudah begitu, teknologi NB-IoT adalah salah satu jenis teknologi jaringan Low Power Wide Area (LPWA). Dengan kata lain, perangkat ini bisa dipakai bertahun-tahun tanpa pengisian ulang baterai. Hemat biaya dan tidak mencemari lingkungan.

Pemberian bantuan teknologi Smart Feeder kepada petambak ikan di Indramayu. Foto: Humas Pemprov Jabar.

Dalam konteks pembangunan desa, penggunaan teknologi digital seperti eFishery akan meningkatkan kapasitas ekonomi warga. Sebab potensi budidaya ikan air tawar di Indramayu sangatlah besar.
Data Dinas Perikanan dan Kelautan Indramayu menyebut luas area tambak di Indramayu mencapai 22 ribu hektar. Tersebar di berbagai lokasi seperti Losarang, Pasekan, Kandanghaur, dan Sindang. Varietas ikannya pun sangat beragam. Mulai dari lele, gurami, udang, hingga nila.
Pada 2018 saja, produksi lele di Losarang mencapai 78.240 ton. Jumlah itu setara dengan Rp1,2 triliun, atau hampir sepertiga APBD Kabupaten Indramayu. Dengan bantuan teknologi digital, nilai produksi ditargetkan meningkat dua kali lipat menjadi Rp 2 triliun.
Target produksi itu bukan asal hitung. Hingga saat ini, sudah ada 1.039 tambak yang sudah menggunakan teknologi smart auto-feeder. Dengan kata lain, hampir seluruh area tambak di Indramayu sudah berbasis aplikasi eFishery.
Kini, milenial desa tidak perlu jauh-jauh bekerja di kota. Sebab potensi desa amatlah besar. Pemerintah akan hadir untuk membantu akses digitalisasi di desa. Ingat, penggunaan teknologi digital tadi baru menyentuh sisi budidaya saja. Belum dari aspek yang lain seperti pembiayaan, pengemasan, hingga pemasaran.
Oleh karena itu, bisa dibayangkan apabila digitalisasi desa terus dikembangkan. Ekonomi tumbuh subur, kapasitas sumber daya manusia semakin unggul, dan daya saing desa akan semakin kuat. Itulah visi Jabar Juara yang ingin diwujudkan Pemprov Jabar dalam lima tahun ke depan.

Menuju Jabar Juara
Ketika semua pihak bekerja sama, maka tidak ada yang mustahil. Kampung digital Indramayu terbentuk berkat kerja sama yang apik antara Pemda Jabar, korporasi, pelaku usaha, dan warga Indramayu.
Kerja sama itu pula yang menciptakan tonggak sejarah di Jabar. Desa Digital Indramayu adalah yang pertama di Jabar. Ke depan, Desa Digital akan dikembangkan di seluruh desa di Jabar, sesuai dengan karakteristik dan potensi daerahnya masing-masing.
Desa Digital bukanlah satu-satunya program untuk mewujudkan visi Jabar juara lahir batin dengan inovasi dan kolaborasi. Dalam setahun terakhir, ada 22 program unggulan lain yang telah diluncurkan Pemprov Jabar, seperti tertera dalam infografis di bawah ini.

Program unggulan untuk mewujudkan visi Jabar Juara. Infografis: Humas Pemprov Jabar.

Dengan berbagai program tersebut, warga Jabar, termasuk petambak ikan di Indramayu, semakin maju. Pengangguran semakin terpapas, lapangan kerja semakin terbuka, dan kesejahteraan semakin meningkat.
Itu terbukti dari data BPS Februari 2019 yang menyebut pengangguran di Jabar berkurang sebanyak 15,67 ribu orang. Oleh karenanya, tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi 7,73 persen saja.
Kini, warga Jabar bisa tersenyum lega. Persis seperti petambak ikan di Indramayu. Sebab kepal asa mereka bisa terwujud lewat bantuan teknologi digital. Teknologi yang membuat mereka tidak lagi dekil, kotor, dan kumuh.
Kini mereka sudah jauh lebih keren. Bahkan lebih keren dari saya—Si Pegawai Kantoran. [Adhi]
***
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba Karya Tulis Jurnalistik bertema “1 Tahun Jabar Juara” yang diselenggarakan oleh Pemprov Jabar.



Jual Cepat! Ertiga GX Matic th 2004 putih metalik tangan pertama kondisi prima. Harga 70 jt nego. Cash/kredit. Hub: 021-1239816. Showroom: Abadi Motor, Duren Sawit, Jaktim.
***
Ada yang familiar dengan kalimat di atas? Ya, itu adalah contoh narasi iklan baris yang sering kita temukan di surat kabar saban akhir pekan. Singkat, padat, tanpa basa-basi. Kalau bukan otomotif, pastilah produk properti yang dijual.
Sepuluh tahun lalu, boleh jadi itulah cara termudah untuk memasarkan atau mencari mobil. Sekarang, ketika digitalisasi semakin berkembang, cara-cara seperti itu dirasa sudah usang.
Selain mahal dan sangat terbatas, iklan baris memiliki satu kelemahan: ketiadaan foto produk untuk menarik minat calon pelanggan. Akibatnya, jangan heran kalau produkmu tidak terjual dalam sekali pasang. Butuh dua, tiga, atau sepuluh kali iklan sebelum daganganmu dibeli orang.
Setidaknya, itulah yang kurasakan ketika menjual mobil bekas lima tahun lalu. Lantaran gaptek dan belum banyak online marketplace seperti sekarang, aku terpaksa mengandalkan cara konvensional: memasang iklan baris di surat kabar.


Bisa ditebak, hasilnya pun mengecewakan. Sudahlah bayar mahal-mahal, tidak seorang pun yang mengontakku setelah iklan baris dipasang. Kalau satu atau dua minggu, sih, wajar. Ini sudah tiga bulan mobilku tidak kunjung terjual.
Oke. Aku mengerti. Rezeki datangnya dari Tuhan. Boleh jadi memang belum rezeki, atau bisa saja memang belum berjodoh.
Apa pun alasannya, yang pasti aku mesti bersusah-payah menjajakannya lewat berbagai grup obrolan di ponsel. Lantaran sedang kepepet dan butuh uang, aku pun rela menjelajahi beberapa showroom agar mobilku cepat terjual. Ya, meskipun harus rela ditawar habis-habisan.
Dan, yang paling mengejutkan, akhirnya mobilku ditawar dan berhasil terjual setelah memasang beberapa foto di media sosial. Alhamdulillah.



Akan tetapi, kalau kupikir-pikir kembali, prosesnya tidak semudah itu, Kawan! Kala itu aku harus meminta bantuan temanku—mahasiswa jurusan fotografi—untuk memotret mobilku secara lebih proper, sebelum mobilku berhasil terjual.
Bukan apa-apa, kendatipun aku sudah menyertakan foto setiap kali chat-blast ke beragam grup obrolan, mobil bekasku tetap saja tidak terjual. Jangankan ditawar, ditanggapi saja tidak pernah. Sedih!
Dari sana, aku pun mendapat satu pelajaran berharga. Kalau mau berjualan, apalagi pada era digital, foto produk berkualitas ciamik menjadi syarat mutlak yang tidak boleh dilewatkan. Supaya cepat dilirik pembeli, supaya dagangan semakin laris manis.
Hanya saja, kita pun harus sadar diri. Sama seperti aku, tidak semua orang bisa membuat foto produk secara mandiri. Tidak semua orang paham teknik memotret dengan baik. Oleh karena itu, pilihan yang tersedia tinggal tiga.
Pertama, menggunakan jasa fotografer profesional. Cara ini ibarat jalan pintas. Kita bisa menyewa fotografer profesional untuk membuat katalog atau foto produk yang akan dijual. Untuk urusan kualitas, jangan diragukan. Namanya saja profesional, sudah pasti hasil fotonya jempolan.
Namun demikian, bukan berarti cara ini tidak punya kelemahan. Kamu harus menyediakan anggaran yang cukup besar bila ingin menggunakan jasa fotografer profesional. Apalagi kalau produkmu memiliki banyak variasi. Busana, beauty product, restoran, atau makanan dalam kemasan, misalnya.
Bukannya untung, kalau kamu tidak cermat bisa-bisa malah buntung. Pos pengeluaran boleh jadi akan terkuras. Sebab kamu harus mengeluarkan uang setiap kali ingin memotret produkmu.


Kedua, belajar. Kalau tidak ingin menghabiskan uangmu untuk membayar jasa fotografer profesional, kamu boleh pakai cara yang kedua: belajar. Investasikan uangmu untuk ikut kursus dan membeli peralatan fotografi yang mumpuni. O ya, kamu juga perlu belajar teknik menyunting foto agar produkmu tambah oke.
Kendatipun keahlianmu meningkat, boleh jadi waktumu akan terbuang banyak. Belajar itu memerlukan kesabaran. Tidak bisa jadi seketika. Ada proses gagal yang perlu kamu lalui terlebih dahulu. Dari sana, barulah kamu bisa memotret produkmu dengan apik.
Oleh karena itu, cara ini mungkin tidak cocok bagi kamu yang baru merintis usaha. Yang belum punya karyawan sendiri dan harus nongkrongin toko dari pagi hingga petang. Sebab kalau mau belajar, kamu harus menyisihkan cukup waktu. Dan, tentu saja, biaya investasi.
Nanti dulu. Kalau begitu, kedua cara di atas masih punya kelemahan, dong? Ya, kalau mau jujur, tentu saja jawabannya iya!
Maka dari itu, aku menyarankan agar kamu ambil cara yang ketiga. Sebuah cara agar kamu tidak perlu keluar uang dan menyisihkan waktu panjang, tetapi tetap bisa memiliki foto produk yang fenomenal.
Sudah begitu, produkmu juga akan dikenal luas karena dijajakan lewat online shopping mall terbaik di Indonesia. Yang selalu dicari dan disinggahi oleh jutaan mata pelanggan setiap kali mereka hendak berbelanja lewat ponsel atau laptop.
Wah, memangnya ada yang begitu? Eits, jangan salah. Tentu saja ada!
Jualan saja di Blibli.com, online shopping mall yang punya fitur foto dan upload produk secara gratis, bikin daganganmu semakin laris!
Penasaran seperti apa caranya? Makanya, jangan ke mana-mana. Santai saja. Seduh kopi dan ambil camilan kalau perlu. Silakan nikmati ulasanku dalam beberapa alinea ke depan.



Seperti yang sudah kita ketahui, Blibli.com adalah pelopor online shopping mall di Indonesia. Melalui layanan yang dapat diakses lewat website dan aplikasi, Blibli.com berkomitmen untuk memberikan pengalaman belanja online secara aman, nyaman, mudah, menyenangkan, kapan saja, dan di mana saja.
Kini, berjualan online semakin mudah bersama Blibli.com. Pasalnya, para Blibli Seller—sebutan penjual di Blibli.com—diberikan beragam kemudahan, salah satunya adalah gratis foto dan upload foto produk.
Ya, kamu tidak salah baca. Kamu tidak perlu membayar sepeser pun untuk memiliki foto produk yang ciamik. Yang perlu kamu lakukan hanyalah mempersiapkan contoh produkmu. Urusan foto, serahkan saja pada Blibli.com. Bisnis jadi hemat, untung pun jadi ga tanggung-tanggung.
Nah, bila kamu penasaran apa saja keunggulan layanan foto produk di Blibli.com, tilik saja uraianku satu per satu.



Seperti yang sudah kusinggung sebelumnya, Blibli.com membebaskan para Blibli Seller dari seluruh biaya ketika ingin foto produk. Tentu saja, fitur ini akan menghemat kantong Blibli Seller dalam menjual produknya di Blibli.com.
Oleh karena itu, Blibli.com cocok untuk kamu yang baru mulai usaha, ketika modal masih pas-pasan, tatkala untung belum begitu besar.


Asal tahu saja, tarif jasa fotografer produk profesional itu tidak murah. Setiap fotografer tentu memiliki rate card yang berbeda. Namun, secara umum, harga jasa foto produk mencapai Rp20 ribu per foto hingga Rp3,5 juta per sesi pemotretan. Lumayan, kan?
Nah, kalau berjualan di Blibli.com, kamu bisa melupakan itu semua. Sebab jasa foto produk diberikan secara cuma-cuma alias gratis! Kurang apa lagi, coba?



Kamu pasti tahu, dong, kalau studio foto itu sangat penting untuk meningkatkan kualitas foto produkmu? Ya, salah satu keunggulan mengambil foto di studio foto adalah hasil foto yang lebih jernih dan bebas distorsi.
Hal ini sangat penting supaya detail produkmu dapat tertangkap jelas oleh lensa kamera. Dalam berjualan online, cacat foto sedikit saja bisa-bisa langsung ditinggalkan calon pelanggan.


Nah, selain fitur foto produk gratis, Blibli.com juga menyediakan studio foto untuk menjamin kualitas foto produkmu semakin menarik. Selain itu, kamu tidak perlu foto sendiri, sebab sudah ada tim fotografi dari Blibli.com yang siap membantumu.
Jangan khawatir soal angle atau lighting. Fotomu juga akan diolah terlebih dahulu agar benar-benar bersih dan jernih. Supaya pelangganmu tetap setia membeli produk-produk unggulanmu.



Gratis, oke. Studio sudah. Fotografer juga beres. Lantas, peralatan fotografinya bagaimana?
Tenang. Santai saja. Jangan khawatir. Sebab tim fotografi Blibli.com sudah dipersenjatai dengan peralatan fotografi yang mumpuni. Kamu tidak perlu ragu soal kualitas hasil fotonya.


Untuk mengambil foto terbaik dari produkmu, Blibli.com menggunakan fullset kamera DSLR. Selain itu, pencahayaan juga diperhatikan dengan menggunakan boom stand dan lampu studio yang memadai.
Kalau produkmu berupa busana, Blibli.com juga menyediakan mannequin, untuk setelan pria, wanita, maupun anak-anak. Untuk urusan meja, Blibli.com juga sudah menyediakan tabletop.
Singkat kata, kamu tidak perlu jago fotografi untuk menjual produk di Blibli.com. Segalanya sudah disediakan, tinggal jualan saja.



Kalau kamu pikir lantaran gratis maka kamu harus berebutan dengan Blibli Seller lainnya demi mendapatkan sesi foto, kamu salah besar. Di Blibli.com, seluruh jadwal photoshoot sudah diatur secara cermat dan andal.
Hanya dengan memesan lewat surel atau merchant corner, Blibli.com akan memberimu kabar dalam 1 kali 24 jam. Selanjutnya, kamu tinggal memberikan informasi contoh produk saja.


Jadwalmu akan disusun secara otomatis oleh Blibli.com. Sehingga kamu bisa segera mendapatkan kepastian, kemudian mengagendakan waktumu untuk menghadiri sesi pemotretan.
Yang pasti, jadwal jualan jadi tidak mengganggu atau bertabrakan dengan jadwal pemotretan. Mudah, bukan?



Salah satu kelemahan jualan online adalah proses mengisi data dan meng-upload foto produk yang membutuhkan waktu. Apalagi kalau jenis daganganmu banyak. Alhasil, kamu harus melakukan input satu per satu.
Hanya di Blibli.com kamu tidak perlu risau soal itu. Pasalnya, Blibli.com sudah menyediakan template deskripsi produk yang sesuai dengan barang yang kamu jual. Tinggal diisi saja sesuai maumu.
Selain itu, kamu tidak perlu mengunggah foto produkmu satu per satu. Cukup satukan dalam file berekstensi .zip, .xzip, atau .rar saja, kemudian upload sekaligus. Nantinya, tim verifikator Blibli.com yang akan memeriksa dan foto produkmu satu per satu. Asyik, kan?
Nah, supaya lebih jelas, kamu bisa mengikuti langkah upload banyak produk sekaligus pada video berikut.




Seperti mal pada umumnya, ada banyak pilihan produk yang bisa dijual di Blibli.com. Karenanya, Blibli.com juga menyediakan stok master produk untuk produk yang umum dijual, seperti produk kecantikan, makanan, minuman, dan lain-lain.
Nah, dengan stok master produk ini, kamu tidak perlu repot-repot mengisi deskripsi produk secara mendetail. Kemudahan ini akan menghemat waktumu ketika mengisi data produk yang akan kamu jual. Proses upload jadi lebih mudah dan cepat.
Andai produk yang kamu jual adalah barang buatanmu sendiri atau barang-barang yang bersifat unik, dan kebetulan Blibli.com belum memiliki stok master-nya, jangan khawatir. Kamu tetap bisa mengunggahnya secara mudah dengan mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan pada video berikut ini.





Selain gratis foto produk, Blibli.com juga punya banyak keunggulan lain yang sayang kamu lewatkan. Mulai dari (1) keleluasaan pilih kategori; (2) kemasan gratis; (3) gratis biaya kirim; (4) kemudahan proses pengiriman; (5) asuransi pengiriman produk; (6) layanan merchant care; hingga (7) inovasi Blibli in Store.
Pokoknya, semuanya benar-benar membuat produkmu dikenal luas oleh calon pelanggan. Bisnismu akan semakin berkibar, dan untungmu jadi ga tanggung-tanggung.
Uraian lengkap mengenai tujuh keunggulan di atas bisa kamu baca pada artikelku yang berjudul “Jangan Takut Jadi Pengusaha, Ayo Jualan di Blibli.com Saja!”. Selamat membaca!



Suka atau tidak, jual online memang perlu didukung oleh foto produk yang baik. Sebab hal pertama yang diperhatikan oleh calon pelanggan adalah fotonya. Keliru upload foto bisa membuat calon pelangganmu mengurungkan niat membeli.
Kalau kamu tidak ingin seperti itu, segera daftarkan diri sebagai Blibli Seller saja. Selain banyak kemudahan yang didapat, proses pendaftarannya juga tidak ribet dan berbelit. Cukup penuhi data diri, dan ikuti empat langkah mudah yang tersaji dalam infografis berikut ini.


Bagaimana? Mudah, kan?
Maka dari itu, tunggu apa lagi? Bulatkan niat dan tekadmu dan segera raup untung ga tanggung-tanggung dengan berjualan di Blibli.com. Selamat berjualan! [Adhi]
***
Artikel ini diikutsertakan dalam Blibli Seller Blog Competition bertema Jualan Untung Ga Tanggung-Tanggung periode Agustus 2019.


Gambar yang ditampilkan dalam artikel ini bersumber dari koleksi pribadi dan olah grafis yang dilakukan secara mandiri oleh penulis. Sedangkan video bersumber dari saluran YouTube milik Blibli.com.



Tatkala penat menerjang, boleh jadi kamu sedang butuh liburan. Jangan sungkan-sungkan. Hentikan sejenak apa yang sedang kamu kerjakan. Biarkan suasana baru mengisi kembali otakmu dengan lesatan ide-ide anyar.
Akan tetapi, kamu harus ingat satu hal. Sekarang sudah zaman digital. Liburan tiada seru tanpa menenteng smartphone andal. Ya, smartphone seperti Vivo S1 yang akan membuat foto-foto liburanmu tampil apik di galeri Instagram.
***
Siapa yang suka liburan? Cung! Ayo, jujur saja. Aku yakin kalian semua pasti angkat tangan, kan?
Sama seperti makan dan minum, setiap orang butuh berlibur. Apa pun profesimu, kamu butuh liburan untuk menyegarkan kembali otot dan otak yang sudah lama menegang. Entah kamu pekerja kantoran, mahasiswa, pekerja lepas, ataupun ibu rumah tangga.
Lebih-lebih bagi generasi milenial. Lazim kita dengar, kalangan milenial sering kali menempatkan agenda liburan pada prioritas teratas. Kalau bisa, mereka tidak akan melewatkan tanggal merah tanpa rencana jalan-jalan.
Ya, seperti kita semua!
Aku, si pekerja kantoran, juga tidak berbeda dengan kalian. Bagi karyawan sepertiku, jatah cuti ibarat berkah yang selalu dinanti-nanti. Selain untuk kepentingan mendesak, hak cuti aku gunakan untuk berlibur keliling Nusantara.
Mengapa tidak keluar negeri saja? Selain karena isi dompet yang terbatas (suer!), liburan di Indonesia bagiku lebih menyenangkan. Kebetulan, aku memang suka berlibur di tengah alam. Dan, Indonesia punya banyak destinasi wisata alam yang pesonanya sungguh aduhai.
Kalau tidak percaya, sebut saja salah satu. Pantai, gunung, pulau tak berpenghuni, laut, bukit—semua ada di Nusantara. Di titik mana pun kamu berada di Bumi Pertiwi, salah satu destinasi alam tersebut pasti berada tidak jauh dari lokasimu.
Memang benar, belum semua daerah di Nusantara pernah kusinggahi. Boleh jadi liburanku masih kalah denganmu. Tidak apa-apa. Santai saja.
Akan tetapi, paling tidak aku sudah pernah menjelajahi kebun teh di Puncak, mendekap ombak di Pulau Pasir Timbul, glamping (glamour-camping) di Lembang, hingga menikmati desir pasir putih di Pulau Siladen.
Penasaran? Silakan simak galeri foto berikut.


Bagaimana? Oke, kan? Hehehe.
Nah, kalau kalian sudah berlibur ke mana saja? Ke mana pun tujuannya, yang pasti kamu harus memerhatikan tiga hal penting agar liburanmu semakin seru.
Pertama, bujet. Selalu sisihkan anggaran yang cukup ketika ingin berlibur. Kalau bisa, danai liburan kamu dari tabungan, bukan dari utang atau pinjaman.
Mengapa? Supaya ketika kembali dari liburan, kamu tidak perlu pusing membayar cicilan. Liburan memang penting, tetapi kondisi keuangan jauh lebih penting. Oleh karena itu, selalu sisihkan penghasilanmu terlebih dahulu sebelum pergi berlibur.
Kedua, lokasi. Pengetahuanmu tentang destinasi wisata yang ingin kamu tuju sangat penting. Terutama bagi kamu yang suka menjelajahi objek wisata anti-mainstream. Supaya liburanmu makin nyaman dan tidak terganggu oleh hal-hal tak terduga.
Saranku, buka internet terlebih dahulu. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai lokasi liburanmu. Dengan begitu, kamu bisa tahu persiapan apa yang perlu kamu lakukan untuk menambah kenyamanan liburanmu.


Terakhir, smartphone. Ya, smartphone memang tidak bisa dipisahkan dari kita yang hidup pada era digital seperti sekarang. Hambar rasanya tatkala beraktivitas tanpa smartphone, termasuk ketika sedang berlibur.
Apa sebab? Paling tidak, kamu perlu smartphone untuk membeli dan menyimpan e-ticket, berfoto-foto di lokasi wisata, berkomunikasi dengan keluarga di rumah, dan tentu saja, terkoneksi dengan media sosial untuk mengunggah gambar di akun Instagram.
Setuju, kan? Nah, sekarang, yang jadi pertanyaan adalah smartphone apa yang cocok menemanimu ketika berlibur?
Kalau aku boleh saran, tentu kamu harus pilih smartphone yang bisa diandalkan dalam setiap kesempatan. Smartphone yang bisa menghasilkan kualitas foto terbaik agar stories-mu tampil apik.
Smartphone yang dapat membuat selfie-mu semakin cantik. Smartphone yang punya bentang layar luas, agar nyaman dipakai main game tatkala waktu lepas. Dan, yang paling penting, smartphone yang punya fitur pengaman canggih dan baterai jempolan sehingga tahan digunakan seharian penuh.
Nanti dulu. Memangnya ada smartphone yang canggih seperti itu? Eits, jangan salah. Tentu saja ada! Ayo, aku kenalkan dengan Vivo S1.



Siapa yang tidak kenal dengan Vivo? Ya, produsen smartphone asal Tiongkok ini dikenal selalu menciptakan deretan smartphone yang stylish, canggih, dan yang pasti, dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau.
Belum lama ini, tepatnya bulan Juli kemarin, Vivo baru saja meluncurkan jajaran smartphone seri S di Indonesia yang diberi nama Vivo S1. Persis seperti namanya, Vivo S1 merupakan varian S pertama yang dluncurkan oleh Vivo. Dengan kata lain, smartphone ini benar-benar fresh from the oven!
Penasaran bagaimana tampilannya? Silakan tonton video yang kuambil dari saluran YouTube milik Vivo Official Indonesia berikut.


Kehadiran Vivo S1 di Indonesia memang sudah dinanti-nanti oleh penggemar smartphone di Tanah Air, baik masyarakat biasa maupun anggota Vivo Club Indonesia—sebuah Komunitas Smartphone Android Vivo.
Pasalnya, sesuai tagline yang diusungnya yakni “Unlock Your Style”, Vivo S1 memang dibekali tampilan yang oke dan fitur terkini, menjadikanmu semakin bebas berekspresi.
“Vivo S1 ini hadir dengan tampilan yang stylish dengan fitur yang update,” kata General Manager for Brand and Activation Vivo Indonesia, Edy Kusuma, pada sesi peluncuran perdana Vivo S1 di Jakarta.
Yang pasti, setiap fitur Vivo S1 bakal membuat liburanmu semakin seru. Tanpa berpanjang lebar, ayo kita kuliti satu per satu.



Adalah teknologi Super Amoled Ultra All Screen yang menjamin keleluasaan visibilitasmu ketika menatap layar Vivo S1. Bentang layarnya saja mencapai 6,38 inci, dengan rasio layar 19,5:9 dan body-to-screen ratio hingga 90 persen.
Dengan layar yang lebar, jarang pandangmu akan terasa lebih luas. Sangat oke untuk ber-PUBG ria ketika menunggu boarding pesawat, membuat konten Insta Stories di lokasi wisata, ataupun mengabadikan setiap momen ceria tatkala berlibur.
Sudah begitu, desain layar Vivo S1 juga kekinian, lantaran dibekali “notch”, alias poni bulat di bagian atas layar. Cocok untuk ditenteng saat berlibur ke pantai, mendaki gunung, atau sekadar nongkrong di kafe.





Kalau boleh jujur, fitur inilah yang membuat Vivo S1 unggul di kelasnya. Ketika dipakai ber-selfie, jangan heran apabila hasil gambarnya berkualitas tinggi. Sebab Vivo S1 memiliki kamera depan 32 MP—terbaik di kelasnya!
Sudahlah begitu, resolusi foto juga lebih tajam dan jernih lantaran menggunakan teknologi Ultra HD. Baik dalam kondisi terang maupun gelap, kualitas foto Vivo S1 boleh diadu, menjadikan liburanmu semakin seru.
O ya. Buat kamu yang suka seru-seruan ketika ber-selfie, Vivo S1 cocok untuk kamu miliki. Pasalnya, Vivo S1 juga didukung dengan beragam mode selfie seperti AI Face Beauty, AI Selfie Lighting, AR Stickers, dan lain-lain. Dengan mode ini, kamu bisa bergaya sepuasnya di depan kamera.





Ya, kamu tidak salah baca. Kamera belakang Vivo S1 bukan hanya satu atau dua, melainkan tiga! Teknologi yang disebut Triple Rear Camera ini, memungkinkan kamu untuk mengambil foto secara lebih akurat dan presisi. Sebab masing-masing kamera beresolusi tinggi: 16MP + 8MP + 2MP.
Selain itu, kamera belakang dilengkapi dengan teknologi sensor terbaru dari Sony IMX499, memudahkan kamu untuk mengambil gambar dalam kondisi apa pun. Kendatipun minim cahaya, Vivo S1 tetap bisa kamu andalkan. Walaupun objek bergerak, Vivo S1 akan menangkap momen secara akurat.
Vivo S1 juga cocok menjadi teman saat berwisata ke alam. Baik kamera depan maupun belakang, keduanya telah dilengkapi dengan fitur Super Wide-Angle Camera yang akan memperluas sudut pandang hingga 120 derajat. Objek alam seperti laut, bukit, hutan, atau sawah, dapat diabadikan secara lebih baik.





Smartphone yang kita butuhkan ketika berlibur adalah smartphone yang tahan seharian penuh. Sebab selama berlibur, sebagian besar waktu kita pasti dihabiskan untuk menikmati objek wisata.
Nah, untungnya Vivo S1 mengerti akan hal itu. Vivo S1 dibekali baterai berkapasitas 4500 mAh. Kamu tidak perlu repot membawa powerbank saat menenteng Vivo S1, sebab smartphone ini akan bertahan seharian penuh.
Sudahlah berdaya tahan lama, Vivo S1 juga didukung dengan teknologi Dual-Engine Fast Charging, membuat proses pengisian daya menjadi lebih cepat.





Punya teman iseng yang hobinya suka bajak handphone? Tenang, jangan khawatir. Kalau kamu punya Vivo S1, handphone-mu akan aman sentosa.
Sebab Vivo S1 dibekali dengan teknologi Screen Touch ID. Artinya, kamu bisa membuka kunci ponsel dengan sensor sidik jari pada layar-sentuhnya. Asal tahu saja, Screen Touch ID adalah salah satu teknologi terkini dalam industri smartphone, membuat kesan Vivo S1 menjadi lebih modern.
Beragam fitur animasi juga bisa kamu pilih sesuka hati, menjadikan setiap interaksimu dengan Vivo S1 lebih seru dan menyenangkan.





Meski tampil stylish dan elegan, dapur pacu Vivo S1 ternyata juga tidak kalah gahar. Berbekal prosesor Octa-core 2.0 GHz, RAM 4GB, dan kapasitas memori hingga 128GB, Vivo S1 dapat dioperasikan dengan mudah meski kalian sedang membuka program berat seperti game.
Multi-tasking menjadi lebih menyenangkan. Kamu bisa membuka berbagai aplikasi tanpa harus khawatir nge-hang atau nge-lag, menjadikan liburanmu tidak terganggu dan makin seru. Selain itu, sistem operasi Vivo S1 juga sudah dilengkapi dengan Funtouch OS 9 berbasis Android 9.0.





Sesuai namanya, fitur ini dikhususkan bagi kamu yang gemar bermain game lewat smartphone. Ultra Game Mode akan membuatmu nyaman bermain game, ketika menunggu jadwal penerbangan atau mengisi waktu senggang selama berlibur.
Game Countdown, misalnya. Fitur terbaru ini akan memberi tahu sisa waktu sebelum permainan dimulai, sehingga kamu bisa melakukan aktivitas lain selama menunggu.
Selain itu, fitur Multi-Turbo juga membuat aktivitas bermain game-mu semakin lancar dengan mengurangi frame-drop hingga 300%. Sangat berguna buat kamu yang mendambakan kenyamanan dan kelancaran ketika bermain game di smartphone.





Ada dua pilihan warna yang ditawarkan Vivo S1, yaitu Cosmic Green dan Skyline Blue. Kedua-duanya bernuansa stylish dan elegan lantaran dibuat dengan menggunakan teknik pelapisan nano-ion.
Yang paling mengagumkan, kedua warna tadi akan berpendar ketika mendapat pantulan cahaya. Ke mana pun liburanmu, kamu bisa tetap bergaya ketika menenteng Vivo S1. Kalau tidak percaya, tilik saja gambar di bawah.



Nah, itulah tadi delapan fitur Vivo S1 yang akan membuat liburanmu makin seru. Dengan segala keunggulan tadi, Vivo S1 dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, yakni Rp3.599.000,00 saja!
Bagaimana? Pasti tertarik, dong? Supaya makin yakin, silakan cermati spesifikasi lengkap Vivo S1 lewat sajian infografis di bawah ini.





Liburan memang menjadi momen yang didamba oleh semua orang. Dengan liburan, kita bisa mengusir rasa penat, mengisi kembali energi yang hilang, dan memenuhi lagi inspirasi yang sudah kering.
Beragam keunggulan Vivo S1 akan menjadikan aktivitas berliburmu semakin seru. Kamera yang canggih, membuatmu bebas berekspresi dan mengabadikan setiap momen liburan secara leluasa.
Kapasitas baterai yang besar, membuat daya jelajahmu semakin luas karena tidak perlu khawatir kehabisan baterai di tengah jalan. Dan, bentang layar yang lebar membuat visimu bebas menerawang tanpa batas.



O ya. Ada satu hal lagi. Ketika menggunakan Vivo S1, kamu tidak akan berjalan sendirian. Sebab kamu akan didukung Forum Diskusi Pengguna Vivo dan Forum Handphone Android. Di sini, kamu bisa berdiskusi, kopdar, ataupun membaca tips dan trik seputar Vivo. Asyik, kan?
Pokoknya, jangan ragu untuk bergabung dengan Vivo Club Indonesia. Akan ada banyak event seru yang akan membuatmu mengenal lebih banyak produk Vivo. Dan, yang paling penting, memperluas koneksimu tanpa batas.
Untuk tahu lebih jauh tentang Vivo Club Indonesia, silakan ikuti dan pantau terus media sosial berikut:
[1] Instagram: @vivoclub_indonesia
[2] Facebook Fanpage: Vivo Club Indonesia
[3] YouTube Channel: Vivo Club Indonesia
[4] Website Forum: vivoclub.id
Maka dari itu, tunggu apa lagi? Segera kunjungi toko handphone langgananmu atau buka marketplace favoritmu, dan temukan Vivo S1 untuk menjadikan liburanmu semakin seru! [Adhi]
***


Artikel ini diikutsertakan dalam Vivo S1 Blog Competition yang diselenggarakan oleh Blogger Jakarta.
Gambar dan foto yang ditampilkan dalam artikel ini bersumber dari koleksi penulis dan website Vivo. Video bersumber dari saluran YouTube milik Vivo Club Indonesia. Sedangkan olah grafis dilakukan secara mandiri oleh penulis.
Tautan artikel ini telah dibagikan melalui akun Facebook dan Twitter milik penulis.