Website untuk Bisnis

Seperti halnya iman seseorang, bisnis juga mengalami periode pasang-surut. Bulan lalu gigit jari, bulan depan untung berkali-kali. Kondisi sebaliknya pun bisa saja terjadi. Hari ini kibas-kibas duit, besok-besok sudah terancam pailit.
Apabila iman berbisnis Anda lemah, janganlah coba-coba. Sebab tiada pebisnis yang tidak pernah merugi. Apalagi kalau enggan mengikuti perkembangan zaman. Bisa-bisa tergilas oleh ketatnya roda persaingan.
“Bisnis memang begitu, Pak. Kalau tidak mau gulung tikar, kami harus tetap kreatif dan berpikir jauh ke depan,” tutur Jonathan Lengkong saat saya mewawancarainya untuk keperluan tugas di kantor.
***
Jonathan adalah seorang pebisnis asal Bitung, Sulawesi Utara. Ia menggeluti usaha produksi sambal roa—sambal khas daerah Minahasa yang terbuat dari olahan cabai merah dan ikan roa asap.
Sambal roa merupakan sambal asli Bumi Nyiur Melambai. Warga lokal biasa menyantapnya bersama sajian ikan bakar, pisang goreng, atau tinutuan (bubur khas Manado). Rasanya nikmat, pedas, lagi memikat.
Berkat cita rasanya yang khas, tidak heran apabila sambal roa menjadi oleh-oleh yang paling dicari para pelancong ketika berwisata ke Sulawesi Utara.
Saya yang bekerja sebagai analis ekonomi, kala itu ditugaskan kantor untuk menggali informasi tentang kiat sukses berbisnis dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) unggulan daerah. Lantaran nama Jonathan cukup tenar di kalangan pebisnis lokal, saya pun memilihnya sebagai narasumber.
Harapannya, kisah suka maupun duka perjalanan bisnis sambal roa Jonathan bisa dibagikan kepada pebisnis lokal lainnya dalam acara pelatihan dan pengembangan kapasitas pelaku UMKM yang rutin diselenggarakan oleh kantor saya.
Seperti kebanyakan bisnis lainnya, Jonathan memulai usahanya dengan susah-payah. Pada awalnya, Jonathan menggeluti bisnis ikan hias. Karena sifatnya musiman, usahanya tidak memiliki umur yang panjang. Bisnis ikan hias karam, ia pun terpaksa putar otak untuk menyambung denyut kehidupan.
“Karena tinggal di Bitung—daerah pelabuhan dan penangkapan ikan laut—saya pun melihat peluang bisnis sambal roa, Pak,” kata Jonathan. “Akhirnya, ya, saya jalani sampai sekarang.”
Jonathan memang jeli melihat peluang. Sambal roa yang biasanya hanya digunakan sebagai pelengkap kudapan di rumah makan atau restoran, ia kemas dalam tampilan yang cantik dan menarik.
Nuansanya menjadi sangat elegan, derajatnya pun meningkat tajam. Tidak heran, sebotol sambal roa milik Jonathan dibanderol hingga Rp 70 ribu. Kalau Anda penasaran seperti apa rupanya, silakan tilik gambar berikut.

Bisnis Sambal Roa

Target pasar Jonathan memang bukan warga lokal. Ia menyasar pelanggan dari kalangan wisatawan. Beberapa waktu lalu, produk Jonathan bahkan sanggup menembus pasar mancanegara hingga ke Amerika Serikat (AS).
Hanya saja, Jonathan mengaku belum bisa menggarap potensi dan peluang pasar secara optimal. Beberapa kali ia harus melepas peluang dari calon pelanggan di luar negeri dan kota-kota besar lantaran bisnisnya belum go online.
“Sejauh ini, saya memang hanya memajang foto produk di Facebook saja, Pak. Dulu, pernah ada calon pelanggan dari luar negeri yang menanyakan website. Saya jawab tidak punya. Akhirnya, transaksi pun gagal terjadi,” ujar Jonathan.
Meskipun hingga saat ini bisnis sambal roanya baik-baik saja, Jonathan tidak boleh lengah lagi. Ia tahu bahwa untuk menghadapi ketatnya persaingan pada era digital, dirinya mesti berpikir tiga langkah ke depan.
Kini, ia tengah belajar dengan gigih bagaimana mengoptimasi bisnisnya melalui website. Ia berharap, dalam waktu dekat calon pelanggan dan konsumen setianya bisa menemuinya tidak hanya dari layar WA dan media sosial saja, tetapi juga lewat website.

Peran Website Bagi Perkembangan Bisnis
Kebutuhan Jonathan akan website memang tak bisa ditunda-tunda lagi. Pasalnya, saat ini kita telah memasuki era revolusi industri 4.0. Sebuah masa ketika internet dan teknologi digital menjadi fondasi setiap bidang kehidupan, termasuk bisnis skala UMKM seperti yang dilakoni Jonathan.
Sejak mesin pencari (search engine) berbasis internet mulai dikenal pada 1993, website seolah menjadi media yang wajib dimiliki oleh pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya. Faktanya, website memang menjadi sumber informasi bagi setiap orang untuk mencari apa saja.

Fakta tentang Website

Mengutip artikel milik HostingFacts bertajuk Internet Stats & Facts for 2019, ada lebih dari 1,94 miliar website di seluruh dunia pada akhir 2018. Rata-rata, ada sekitar 4 juta blog yang diterbitkan (blogpost) di internet setiap harinya. Sementara itu, ada lebih dari 5 juta pencarian internet per hari yang dilakukan dengan menggunakan Google.
Maka, tidak heran apabila pebisnis yang ingin mendongkrak penjualan atau bertahan di dunia persaingan digital yang super ketat, kemudian berlomba-lomba untuk membuat website. Tentu saja, alasan utamanya hanya satu: agar dunia mengetahui keberadaan bisnismu.
Lantas, apa yang menyebabkan website begitu penting bagi perkembangan bisnis? Setidaknya ada tiga hal. Mari kita kupas satu per satu.

1. Memperluas Peluang Pasar
Pada zaman digital seperti sekarang ini, pelaku bisnis yang ingin memperluas pasar harus go online. Sebab Anda akan menemui keterbatasan pada skala tertentu apabila hanya mengandalkan offline marketing saja.
Analoginya seperti ini. Katakanlah Anda seorang pedagang smartphone. Ketimbang menjajakannya dari mulut ke mulut (mouth-to-mouth), pintu ke pintu (door-to-door), atau hanya duduk manis di toko sembari menunggu pelanggan saja, tentu peluang bertemu pembeli akan lebih besar bila Anda memasarkannya lewat internet.
Entah itu melalui pesan berantai (blast), mengepos iklan di media sosial, mendaftar di online marketplace, atau membuat website khusus mengenai toko Anda. Selain murah, daya penyebaran informasi mengenai bisnis Anda juga akan semakin cepat. Alhasil, peluang pasar pun akan terbuka lebar-lebar.

Website Perluas Pasar

Dibanding media pemasaran lainnya, website memiliki satu keunggulan khusus yang tidak dimiliki media sosial. Melalui website, Anda tidak perlu mengepos berkali-kali seperti halnya di media sosial.
Cukup fokus pada kualitas tampilan dan loading page yang cepat, siapa pun bisa mengenal bisnis Anda dengan cepat dan mudah.

2. Media Promosi Digital Terbaik
Sebagai salah satu media digital, website memegang peran kunci untuk mempromosikan produk bisnis lewat jaringan internet. Di website, segala informasi penting yang ingin Anda tampilkan di mata pelanggan bisa ditampilkan dalam satu domain saja.
Dari sisi pelanggan, website memberikan pengalaman terbaik ketika mereka ingin mengetahui produk dan latar belakang bisnis Anda secara lebih detail. Tinggal klik saja, segala informasi yang pelanggan butuhkan segera tersaji di depan mata.

Website Sebagai Media Promosi

Dua kemudahan yang ditawarkan website di atas, nyatanya memang memberikan dampak yang luar biasa bagi upaya promosi yang dilakukan pebisnis ber-website.
Masih bersumber dari HostingFacts, total nilai penjualan ritel di seluruh dunia yang berasal dari internet pada 2018 mencapai 2,84 triliun Dolar AS. Ke depan, trennya akan semakin melonjak. Pada 2019, nilai penjualan diproyeksikan akan meningkat 21% menjadi 3,45 triliun Dolar AS!
Fakta menarik di atas, tentu sudah cukup jelas untuk membuktikan bahwa website adalah media promosi digital terbaik bagi perkembangan bisnis Anda.

3. Jalin Komunikasi dengan Pelanggan
Poovalingam dan Veerasamy (2007) dalam sebuah penelitian bertajuk The Impact of Communication on Customer Relationship Marketing, mengungkapkan bahwa membangun komunikasi yang baik dapat menjaga loyalitas pelanggan. Ketika merasa diperhatikan, maka emosionalitas pelanggan terhadap suatu produk atau jasa akan semakin terjalin erat.
Pada era digital, salah satu media perusahaan dalam berkomunikasi dengan pelanggan adalah website. Oleh karena itu, selain menampilkan desain website yang nyaman di mata pelanggan, tidak sedikit perusahaan yang membuka jalur komunikasi dua arah melalui website.

Website Sarana Komunikasi

Surel, video call, atau instant message services adalah beberapa teknologi komunikasi yang umum dilekatkan pada website. Melalui teknologi tersebut, perusahaan dapat berkomunikasi secara langsung dengan para pelanggannya.
Berkat website, pelanggan juga menjadi tahu ke mana harus mengadu bilamana hendak mengajukan komplain, kritik, maupun saran. Dari mata pebisnis atau pemilik perusahaan, segala masukan dari pelanggan akan menjadi catatan yang sangat berarti untuk pengembangan atau perbaikan produk di masa depan.

Pentingnya Memiliki Website Berkualitas
Dari ketiga poin di atas, kita telah mengetahui betapa pentingnya keberadaan website untuk mengembangkan bisnis. Hanya saja, seperti halnya Jonathan, tidak semua pebisnis—terutama pelaku UMKM—paham bagaimana cara membuat website yang baik dan berkualitas.
Sebentar. Bukankah cukup dengan memiliki website saja? Perlukah kita belajar keras bagaimana cara membuat desain dan konten website yang berkualitas? Well, jawabannya tentu saja!
Website yang dibangun secara asal-asalan akan berdampak buruk bagi citra bisnis Anda. Perlu disadari, sebagian besar orang menilai dari apa yang mereka lihat. Sebaik apa pun produk yang Anda miliki, ketika tampilan website-nya berantakan, maka jangan berharap penjualan akan melesat tajam.
Kalau tidak percaya, sekarang coba perhatikan gambar di bawah ini. Berdasarkan desainnya, kira-kira tampilan website mana yang membuat Anda lebih tertarik untuk berbelanja?

Desain Website Berpengaruh

Saya yakin dan percaya, jawaban Anda pasti gambar B. Benar, kan?
Nah, mengingat tampilan website begitu penting di mata pelanggan, pebisnis pun harus peduli dengan hal ini. Namun demikian, kita pun tidak bisa memungkiri bahwa tidak setiap pelaku usaha tahu bagaimana cara membuat tampilan website yang menarik.
Terutama pada bisnis rumahan atau skala kecil, membuat website yang ciamik bisa jadi akan menguras pikiran, tenaga, dan anggaran. Sebab mereka harus memiliki tenaga kerja yang paham mengenai coding atau desain grafis.
Lantas, kalau kondisinya seperti itu, bagaimana UMKM bisa berkembang? Sabar. Pelan-pelan. Tenang saja. Asal mau sedikit putar otak, semua ada solusinya.
Bagi Anda pebisnis pemula yang ingin mengembangkan sayap, saya beri satu kabar gembira. Untuk memiliki website yang apik, Anda tidak perlu bersusah-payah belajar bahasa pemrograman. Cukup hubungi Grapiku, segala kebutuhan Anda tentang website akan segera terpenuhi.
Penasaran apa itu Grapiku? Makanya jangan buru-buru pindah laman. Dalam beberapa alinea ke depan, Anda bisa membaca ulasan lengkap mengenai Grapiku.

Grapiku Solusi Kebutuhan Websitemu
Grapiku adalah agensi pengembang brand dan website yang siap membantu bisnismu terbang tinggi pada era digital. Singkatnya, Anda bisa memosisikan Grapiku sebagai mitra komunikasi visual dan pemasaran bisnis yang dapat diandalkan.
Saat ini Grapiku memiliki tiga jenis layanan. Ada desain branding, desain website, dan desain ilustrasi. Seluruhnya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis Anda. Mau buat logo ada, butuh gambar ilustrasi pun bisa. Semuanya tersedia dan tinggal pesan saja.
Supaya lebih jelas, cermati infografis berikut ini.

Grapiku Jasa Pembuatan Website Berkualitas

Dari ketiga jenis layanan di atas, ada satu yang paling menarik. Ya, apalagi kalau bukan jasa pembuatan website berkualitas?
Bersama Grapiku, Anda dapat membuat website yang apik, elegan, profesional, berkelas, berdaya saing, dan yang terpenting, bekerja efektif untuk pemasaran bisnis Anda. Alhasil, pelanggan berdatangan, bisnis pun makin cuan!
Lantas, apa saja keunggulan Grapiku sehingga Anda layak memercayakan pembuatan website di sana? Well, sebenarnya ada banyak. Akan tetapi, supaya lebih mudah, saya akan meringkasnya menjadi enam poin saja. Ayo kita simak satu per satu.

1. Desain yang Ciamik, Sesuai Profil Bisnis Anda
Lantaran digawangi oleh para desainer grafis nan kreatif, Grapiku memberikan jaminan tampilan desain yang ciamik bagi website Anda. Singkatnya, Anda tinggal bilang mau website seperti apa, Grapiku akan membuatnya persis seperti yang Anda minta.
Detail menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh Grapiku. Baik dari pilihan warna, ikon, vektor, foto, infografis, hingga gambar bergerak (motion graphics). Sebab setiap gambar punya arti, masing-masing warna memberikan kesan yang berbeda.
Dengan daya imajinasi dan kreativitas tanpa batas, hasil website buatan Grapiku benar-benar mencerminkan karakter yang sesuai dengan bisnis Anda. Selain itu, setiap website yang dibuat Grapiku bersifat customs. Artinya, tidak akan ada website lain yang serupa dengan milik Anda.
Agar menjadi referensi bagi Anda, silakan tilik beberapa contoh desain yang saya kutip dari website Grapiku di bawah ini.

Contoh Website Grapiku

Untuk menambah kenyamanan pelanggan, tampilan yang ciamik seperti gambar di atas tidak hanya bisa Anda nikmati melalui laptop atau komputer saja. Grapiku juga akan membuat tampilan versi mobile yang tetap sesuai dengan nuansa website Anda.
Apabila di kemudian hari ingin menambahkan konten pada website, Anda tidak perlu khawatir. Sebab Grapiku juga telah menyediakan menu editor bagi Anda untuk mengembangkan konten website secara mudah dan cepat.

2. Jaminan Performa Menawan
Sweor dalam sebuah artikel berjudul 27 Eye-Opening Website Statistics: Is Your Website Costing You Clients? menyebutkan bahwa 47% pengunjung website menginginkan waktu loading page paling lama hanya sekitar 2 detik saja. Lebih dari itu, mereka akan berpaling ke lain laman.
Grapiku sangat paham dengan uraian statistik di atas. Ketika Anda memercayakan pembuatan website kepada Grapiku, database dan konfigurasi cache akan dioptimasi sehingga menghasilkan loading page yang cepat dan responsif. Asal ada kuota data, pelanggan tidak butuh waktu lama untuk membuka website Anda.

Performa Website

Dari sisi pemeringkatan di mesin pencari, Grapiku juga akan mengoptimasi website Anda sehingga muncul di halaman pertama Google. Saat membangun website, Grapiku akan meriset dan menganalisis kata kunci, serta menulis konten dengan kode terstruktur. Sehingga website Anda benar-benar bekerja dan memiliki daya saing yang tinggi.
Dampaknya, calon pelanggan akan menjumpai website Anda dengan cepat dan mudah. Alhasil, potensi penjualan akan melesat lebih tinggi.
Untuk mengukur dan menganalisis bagaimana performa website Anda bekerja, Grapiku juga akan memberikan modul monitoring melalui Google Analytics dan Google Webmasters tools. Dari data yang tersaji di sana, Anda pun bisa menentukan strategi yang paling tepat untuk pengembangan bisnis Anda.

3. Proteksi Tingkat Tinggi
Keamanan adalah hal terpenting bagi keberlangsungan website. Karenanya, Grapiku sangat peduli akan hal ini.
Selain desain menarik dan performa ciamik, Grapiku juga akan memberikan proteksi bagi website Anda sehingga aman dari ancaman para peretas. Dengan rancangan back-end yang stabil dan kuat, celah penyusupan akan dipersempit dan diminimalkan.

Website Aman

Selain itu, Grapiku juga memastikan agar sistem yang bekerja pada website Anda di-update secara berkala. Website akan lebih aman dan dapat diandalkan. Dengan begitu, bisnis Anda akan bekerja selama 24 jam penuh tanpa henti.

4. Dukungan 24 Jam Penuh
Customer services Grapiku akan siap membantu kapan pun Anda butuhkan. Sebab layanan mereka standby selama 24 jam penuh. Apabila di kemudian hari Anda menemukan kendala teknis pada website atau sekadar ingin berkonsultasi, Grapiku dengan senang hati akan membantu.

Dukungan Website

Selain layanan pelanggan tanpa henti, Grapiku juga memberi Anda dukungan tambahan berupa e-book mengenai pengelolaan website secara mandiri. Bagi Anda yang berada di wilayah Klaten dan sekitarnya, Grapiku juga siap diajak berkonsultasi empat mata.
Website aman, hati pun terasa nyaman.

5. Harga Kompetitif
Tidak punya banyak dana untuk mengembangkan website? Tenang saja. Grapiku akan memberi harga yang kompetitif dan menyesuaikan dengan bujet yang Anda miliki.

Harga Kompetitif

Segera ambil telepon, kirim surel, atau buka website Grapiku. Diskusikanlah kebutuhan website Anda dengan kru Grapiku yang siap membantu. Grapiku akan siap memberi harga penawaran yang cocok sesuai dengan anggaran yang Anda miliki.

6. Prestasi Memberi Bukti
Salah satu cara untuk mengukur seberapa berkualitasnya sebuah perusahaan adalah dengan melihat prestasinya. Grapiku pun tidak berbeda. Anda bisa lihat dari pencapaian yang sudah diraihnya.

Grapiku Prestasi

Baru-baru ini, Grapiku berhasil meraih predikat website terbaik kategori UKM periode September 2018 pada ajang Indonesia Website Awards. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Exabytes Network Company ini bertujuan untuk mengapresiasi website yang memiliki performa tinggi, tampilan menarik, responsif, serta aksesibilitas tinggi.
Artinya, prestasi ini memberikan bukti bahwa Grapiku adalah mitra terbaik bagi Anda untuk membuat website. Dengan demikian, jangan pernah ragu untuk menghubungi Grapiku bilamana Anda membutuhkan jasa pembuatan website berkualitas.

Buka Mata Dunia dengan Website
Sesi wawancara saya dengan Jonathan Lengkong menghasilkan sebuah kesimpulan sarat makna. Sebagaimana teori siklus bisnis, suatu usaha mesti melakukan inovasi agar mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan.
Pada era digital, inovasi yang wajib dilakukan pebisnis adalah memiliki media yang terkoneksi dengan dunia maya dan dapat diakses oleh gawai mana saja. Salah satu media berbasis digital tersebut bernama website.
Dengan website, bisnis akan tetap bekerja ketika Anda terlelap. Melalui website, produk Anda akan dikenal oleh calon pelanggan tanpa dibatasi sekat wilayah, daerah, ataupun bangsa. Pesanan akan datang dari mana saja, potensi penjualan pun akan semakin terbuka.

Buka Mata dengan Grapiku

Dengan segala keunggulan yang dimiliki Grapiku, bisnis Anda pun bisa segera go online dengan website. Sebab Grapiku menghadirkan pelayanan terbaik yang membuat website semakin berkualitas, menarik, responsif, aman, serta dengan harga yang kompetitif.
Kini, Anda pun bisa fokus menghasilkan produk atau jasa terbaik bagi bisnis Anda. Sebab untuk urusan “membuka mata dunia”, sudah ada Grapiku yang menanganinya. Selamat mencoba! [Adhi]
***
Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Grapiku bertema Ayo Go Online dengan Website. Tautan artikel ini telah dibagikan pada akun Facebook dan Instagram milik penulis.
Seluruh sumber gambar yang ditampilkan dalam artikel ini telah dicantumkan pada masing-masing gambar. Sedangkan olah grafis dilakukan secara mandiri oleh penulis.

Referensi
[1] Grapiku.com
[2] HostingFacts.com, Internet Stats & Facts for 2019
[3] Sweor.com, 27 Eye-Opening Website Statistics: Is Your Website Costing You Clients?
[4] Poovalingam K. & Veerasamy D., The Impact of Communication on Customer Relationship Marketing among Cellular Service Providers



Menuju Indonesia Emas tahun 2045, generasi muda tidak boleh bermanja-manja. Sebab untuk menjadi bangsa yang maju, Indonesia memerlukan sumber daya manusia yang unggul—yang hanya bisa dicapai melalui pendidikan dan kesehatan.
~Presiden Joko Widodo ketika memberi arahan kepada para pelajar SMA di Magelang, Jawa Tengah (9/4/2018).
***
Sejak dulu kala, generasi muda adalah tumpuan setiap bangsa. Sebab di pundak pemudalah tersemat berjuta asa dan masa depan bangsa. Di tangan anak-anak muda, nasib dan takdir sebuah bangsa ditentukan.
Tatkala pemudanya tumbuh menjadi manusia dewasa yang intelek, sehat, dan berakhlak mulia, maka jayalah masa depan bangsanya. Namun ketika pembangunan generasi muda dipandang sebelah mata, bersiaplah menjadi bangsa yang tertinggal.
Sebagai bangsa yang besar, Indonesia memiliki sebuah cita-cita akbar. Pada 2045 nanti, Indonesia akan berusia 100 tahun. Usia yang terbilang dewasa dalam konteks kemerdekaan suatu bangsa. Usia yang, seharusnya, bisa mengantarkan Indonesia pada masa keemasannya.
Cita-cita mulia tersebut bukanlah sekadar isapan jempol semata. Berbagai lembaga terkemuka dunia telah memprediksi kemajuan Nusantara dalam beberapa tahun mendatang.


Standard Chartered adalah salah satunya. Bank multinasional yang bermarkas di London tersebut memproyeksikan Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-4 dunia pada 2030. Tepat berada di belakang Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.
Setali tiga uang, PwC juga memprediksi hal serupa. Dalam laporan bertajuk The Long View: How Will the Global Economic Order Change by 2050, kantor audit dan konsultan kelas dunia itu meramalkan Indonesia akan menjadi motor ekonomi ke-4 dunia.
Hanya saja, untuk menuju ke sana, bangsa ini tidak boleh berdiam diri. Persis seperti apa yang dikatakan Presiden Jokowi, generasi muda harus bekerja keras untuk menata diri. Senantiasa memperkuat kapasitas diri agar tidak tertinggal atau tergilas oleh roda perkembangan zaman.

Tantangan Kesehatan Milenial pada Era Digital
Saat ini, kita telah memasuki era digital. Masa ketika hampir semua aktivitas dilakukan dengan menggunakan teknologi digital. Masa ketika dunia mulai mengenal dan merasakan dampak dari apa yang disebut dengan revolusi industri 4.0. Internet of Things (IoT), cloud computing, dan big data adalah beberapa ciri teknologi yang menyertainya.
Perubahan perilaku dan lanskap ekonomi akibat digitalisasi sangatlah terasa. Dewasa ini, kita bisa memenuhi hampir setiap kebutuhan lewat aplikasi di ponsel pintar. Entah itu pesan makanan, belanja kebutuhan rumah tangga, berinteraksi dengan sesama, hingga menikmati berbagai sajian hiburan.
Untuk mengukur dampak digitalisasi, kita bisa meneliti data perkembangan internet dalam negeri. Hootsuite dalam Digital 2019 in Indonesia memaparkan jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai angka 150 juta pada Januari 2019. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk, tingkat penetrasi internet Indonesia telah mencapai 56%.
Dibanding tahun sebelumnya, jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat 13%. Sementara itu, ponsel pintar (smartphone) menjadi gawai yang paling sering digunakan untuk mengakses internet (60%), di samping laptop atau komputer (22%) dan tablet (8%).
Melihat fakta di atas, kita patut bersyukur. Pesatnya perkembangan teknologi dan internet turut membawa keadilan di Bumi Pertiwi. Mengakses informasi kini semudah membalik telapak tangan. Cukup bermodal kuota data, siapa pun bisa belajar mengenai apa saja.


Namun demikian, segala kemudahan yang melekat pada era digital bukan berarti tidak memiliki dampak sampingan. Nyatanya, generasi milenial memiliki kecenderungan untuk mengakses internet secara berlebihan.
Survei IDN Research Institute bertajuk Indonesia Millenial Report 2019 melaporkan 49% generasi milenial Indonesia tergolong pengguna internet “kelas berat” (heavy user), lantaran menghabiskan 4—6 jam dalam sehari untuk internetan. Bahkan, sekitar 18,6% pemuda Indonesia lainnya masuk ke dalam barisan “pencandu internet” (addicted user) karena sudi mengakses internet lebih dari 7 jam per hari.
Meskipun internet mutlak diperlukan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan, kecanduan internet—khususnya pada anak muda—tidak boleh dibiarkan. Sebab ada segudang Penyakit Tidak Menular (PTM) yang mengintai kalangan milenial dari balik layar gawai digital.
Tiga PTM yang paling umum menjangkiti kalangan pemuda akibat keranjingan internet ialah gangguan penglihatan, nyeri punggung, dan obesitas. Bila terus-menerus diabaikan, ketiganya dapat memicu penyakit yang lebih parah sehingga berpotensi merenggut masa depan bangsa.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali ketiga PTM tersebut secara lebih mendalam. Mari kita teliti satu per satu.

1. Gangguan Penglihatan
Doni Widyandana, peraih penghargaan Orbis Medal The European Society of Cataract and Refractive Surgeons (ECSRS) asal Indonesia, seperti dilansir Kompas (21/10/2017), menemukan fakta bahwa saat ini sedang terjadi tren Myopia Boom, atau meningkatnya jumlah anak yang mengalami rabun jauh.
Menurutnya, faktor utama yang menyebabkan terjadinya Myopia Boom adalah gaya hidup tidak sehat. Pada era digital, anak cenderung menghabiskan waktu dengan menonton televisi atau menatap layar ponsel terlalu lama.


Selain itu, kebiasaan melihat layar terlalu dekat juga mengakibatkan mata menjadi cepat lelah. Alhasil, kualitas penglihatan pada anak jadi menurun, serta memperbesar risiko terjadinya rabun jauh. Kalau sudah seperti ini, pemakaian kacamata pun tidak lagi bisa dihindari.
Bukan hanya rabun jauh, seorang anak yang terbiasa menatap layar digital secara berlebihan dapat berisiko menderita mata malas. Lantaran daya tangkap salah satu matanya sudah menurun, anak cenderung fokus menggunakan sebelah mata lainnya. Lama-kelamaan, mata yang jarang digunakan secara berangsur-angsur dapat berubah menjadi mata malas.

2. Nyeri Punggung
Masa kanak-kanak dan remaja adalah masa yang sangat penting bagi pertumbuhan. Sayangnya, kebiasaan generasi milenial menggunakan gawai secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan, salah satunya adalah nyeri punggung.
Nyeri punggung, atau dalam dunia medis dikenal dengan nama lumbal strain, biasanya bermula dari posisi duduk yang salah. Seorang anak yang bermain gim di ponsel tanpa disertai dengan posisi duduk yang tepat, memiliki risiko nyeri punggung yang lebih besar.


Apabila kebiasaan tersebut terus-menerus dilakukan, maka saraf tulang belakang akan terjepit. Rasa sakit pun lantas menjalar ke bagian tubuh lainnya seperti pinggul dan leher. Lama-kelamaan, akan terjadi penonjolan ruas tulang belakang atau Herniasi nucleus polposus.
Selain rasa sakit, posisi duduk yang kurang tepat pada anak atau remaja juga dapat menyebabkan kelainan pertumbuhan tulang belakang. Tiga di antaranya adalah lordosis (tulang bagian bawah tumbuh melengkung ke depan), kifosis (tulang bagian atas condong ke belakang), dan skoliosis (tulang belakang tumbuh bengkok ke samping).

3. Obesitas
Obesitas atau masalah berat badan, terjadi karena seringnya mengonsumsi makanan tinggi kalori tanpa disertai aktivitas fisik yang memadai. Gaya hidup era digital yang serba mudah, turut memperbesar peluang generasi milenial terkena obesitas.
Faktanya, tingkat obesitas pada remaja Indonesia meningkat cukup signifikan. Kemenkes dalam Hasil Utama Riskesdas 2018 melaporkan 31% remaja usia di atas 15 tahun mengalami obesitas pada 2018. Proporsi ini tercatat meningkat bila dibandingkan tahun 2013 yang “hanya” sekitar 26,6% saja.


Hiburan dan gim yang bisa diakses lewat gawai digital, semakin membatasi keinginan anak untuk beraktivitas di luar rumah. Apabila perilaku ini menjadi kebiasaan, maka masalah obesitas pada generasi milenial pun akan semakin sulit dihindari.
Selain gerak yang terbatas, penderita obesitas juga berisiko tinggi terkena komplikasi penyakit lainnya. Penumpukan lemak tubuh dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius, seperti jantung, diabetes, dan hipertensi. Depresi dan gangguan percaya diri juga umum dijumpai pada penderita obesitas.

Upaya Mengendalikan PTM Lewat GERMAS
Meski tidak menular, ketiga jenis gangguan kesehatan di atas sesungguhnya dapat mengancam masa depan bangsa secara perlahan. Para remaja—sosok yang menjadi tumpuan harapan bangsa—seharusnya memiliki tubuh yang prima. Sebab kita tidak akan bisa menghadapi segudang tantangan pada era digital kalau badan sering sakit-sakitan.
Maka, upaya pengendalian penyakit tidak menular mutlak diperlukan. Gaya hidup sehat, aktif, dan positif, mesti terus dilantangkan dan dibiasakan. Agar setiap anak bangsa bisa meraih masa depan dengan cemerlang.
Menyadari bahwa risiko PTM semakin tinggi dan dapat menyerang siapa saja, termasuk generasi muda, Pemerintah melalui Kemenkes telah mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sejak 2016.
GERMAS merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa, dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.
Dengan GERMAS, Pemerintah berharap masyarakat bisa berperilaku sehat, sehingga produktivitas pun akan meningkat. Pada akhirnya, angka penderita PTM akan berkurang dan biaya kesehatan semakin menurun.
Bukti keseriusan Pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui GERMAS adalah dikeluarkannya Instruksi Presiden No.1 Tahun 2017. Beleid ini mewajibkan setiap perangkat negara seperti Menteri, Lembaga Negara, BPJS Kesehatan, serta Kepala Daerah untuk turut mendukung GERMAS melalui kewenangannya masing-masing.
Untuk mengenal lebih jauh tentang GERMAS, silakan simak video yang diambil dari saluran YouTube milik Kemenkes berikut ini.


Sejak dicanangkan, sosialisasi GERMAS terus dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Sepanjang 2016, Kemenkes telah melakukan sosialisasi GERMAS di 101 lokasi. Pada 2017, jumlahnya meningkat menjadi 134 lokasi. Artinya, upaya mengenalkan GERMAS kepada seluruh lapisan masyarakat memang bukan main-main.
Esensi dari GERMAS adalah membangun masyarakat sehat lewat paradigma promotif dan preventif. Artinya, pencegahan selalu menjadi prioritas utama dibandingkan dengan pengobatan. Oleh karena itu, tiga perilaku GERMAS yang diangkat adalah: (i) melakukan aktivitas fisik; (ii) mengonsumsi sayur dan buah; serta (iii) memeriksa kesehatan secara berkala.
Ketiga perilaku GERMAS sejatinya tidak membutuhkan banyak biaya. Oleh sebab itu, GERMAS dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat di setiap daerah di Nusantara. Lewat GERMAS, siapa pun bisa mengubah kebiasaan atau perilaku tidak sehat menjadi sehat.
Bagi generasi milenial, GERMAS merupakan solusi gaya hidup sehat yang sangat dibutuhkan dalam upaya mencegah berbagai PTM, termasuk gangguan penglihatan, nyeri punggung, maupun obesitas.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenal ketiga perilaku GERMAS dan manfaatnya bagi upaya pengendalian PTM di kalangan milenial. Sekarang, ayo kita ulas satu demi satu.

1. Melakukan Aktivitas Fisik
Ada alasan mengapa aktivitas fisik ditempatkan sebagai perilaku pertama dalam GERMAS. Sebab aktivitas fisik sejatinya merupakan kegiatan yang paling mudah dan murah untuk membiasakan pola hidup sehat. Bisa dilakukan di mana dan kapan saja.
Melakukan aktivitas fisik berarti melakukan gerakan tubuh yang melibatkan otot rangka untuk mengeluarkan energi. Timbunan lemak akan sangat berbahaya bila terus terperam di dalam tubuh. Obesitas, nyeri punggung, serta berbagai penyakit PTM lainnya seperti jantung, hipertensi, dan diabetes adalah buah dari kurangnya melakukan aktivitas fisik.


Maka, GERMAS mengajak generasi milenial untuk melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit dalam sehari. Di sekolah, siswa bisa melakukan berbagai aktivitas fisik seperti berolahraga secara rutin, melakukan peregangan saat pergantian pelajaran, bermain saat istirahat, serta banyak berjalan atau naik-turun tangga.
Di rumah, anak bisa turut membantu orangtua melakukan pekerjaan rumah, seperti mencuci piring, menyapu halaman, berkebun, atau bermain bersama adik atau kakak. Sedangkan di dalam perjalanan, anak bisa menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi sekaligus media berolahraga.
Selain sehat, aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin juga akan memperkuat daya tahan tubuh. Badan tetap fit dan tidak mudah terserang penyakit. Alhasil, penyakit PTM pun dapat dicegah sedini mungkin.

2. Mengonsumsi Sayur dan Buah
Sayur dan buah merupakan sumber serat, vitamin, mineral, serta berbagai senyawa lain yang sangat penting bagi kesehatan tubuh. Kebiasaan mengonsumsi sayur dan buah dapat menurunkan risiko PTM bagi kalangan milenial, seperti obesitas dan gangguan penglihatan.
Serat alami yang dikandung sayur dan buah dapat memperlancar pencernaan dan mencegah konstipasi. Buang air besar menjadi teratur, sehingga dapat menjaga berat badan tubuh agar tetap ideal dan mencegah terjadinya kegemukan.
Kandungan vitamin A dan C pada sayur dan buah juga dapat meningkatkan kualitas penglihatan mata. Risiko terjadinya rabun jauh dan mata malas pada anak dapat dikurangi dengan membiasakan anak untuk makan sayur dan buah.


Namun, perlu disadari bahwa keberadaan sajian sayur dan buah bagi anak sangat bergantung pada orangtua dan keluarga. Oleh karena itu, mengajari anak untuk mencintai sayur dan buah sejak dini menjadi sangat penting dalam rangka mencegah PTM.
Untuk membiasakan anak makan sayur dan buah, GERMAS mengajak orangtua untuk memanfaatkan sayur dan buah lokal yang tersedia di pasar tradisional terdekat. Selain murah dan mudah didapat, memanfaatkan produk lokal juga turut membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.
Agar manfaat mengonsumsi sayur dan buah semakin optimal, imbangi pula dengan minum air putih yang cukup. Membatasi makanan yang mengandung gula, garam, dan minyak juga sangat baik bagi kesehatan tubuh.

3. Memeriksa Kesehatan Secara Berkala
Tidak semua penyakit menimbulkan gejala pada awal fasenya. Oleh karena itu, GERMAS mengajak masyarakat untuk senantiasa memeriksa kesehatan secara berkala. Tujuannya agar kita dapat mengetahui kondisi kesehatan secara baik dan benar.
Jenis pemeriksaan kesehatan rutin yang wajib dilakukan meliputi cek darah, kolesterol, dan lingkar perut. Khusus bagi wanita remaja maupun dewasa, dianjurkan pula melakukan tes IVA (Inspeksi Visual Asam Cuka) untuk mendeteksi secara dini kanker leher rahim.


Berbagai pemeriksaan tersebut dapat dilakukan di rumah sakit, puskesmas, atau posbindu (pos pembinaan terpadu) terdekat.
Bagi generasi milenial, pemeriksaan kesehatan sangat penting untuk mendeteksi PTM sejak dini. Bila dilakukan rutin minimal 6 bulan sekali, maka gejala dan gangguan PTM dapat segera dieliminasi.

Menuju Indonesia Emas Bersama GERMAS
Berbagai tantangan pada era digital harus dihadapi dengan persiapan yang matang. Selain wawasan, anak bangsa juga perlu diajari cara menjaga kesehatan. Supaya potensi yang dimiliki bisa tumbuh subur dan tidak layu sebelum berkembang.
Risiko PTM memang akan terus menghantui generasi milenial dalam meraih masa depan. Akan tetapi, setiap elemen bangsa, baik Pemerintah maupun masyarakat, mesti turun tangan bahu-membahu dalam rangka menekan angka pesakitan. Bila tidak, asa menjadi bangsa maju yang akan dipertaruhkan.
Dalam 26 tahun mendatang, Indonesia akan memasuki usia keemasan. Masa yang diprediksi akan membawa Nusantara menjadi macan dunia. Peluang menuju ke sana tetaplah terbuka.


Namun demikian, mewujudkan hal tersebut bukanlah seperti menunggu durian runtuh semata. Indonesia Emas harus dipersiapkan dengan gigih dan diperjuangkan secara gagah.
Di bidang kesehatan, GERMAS adalah solusi mewujudkan Indonesia Emas. Dengan tiga perilaku GERMAS, pencegahan PTM seharusnya dapat dilakukan secara lebih optimal. Asalkan, seperti esensi GERMAS itu sendiri, praktiknya mesti dilakukan secara bersama-sama dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Akhir kata, mari kita dukung dan aplikasikan GERMAS mulai dari diri sendiri dan keluarga. Sebab kalau bukan kita, siapa lagi? [Adhi]

***
Artikel ini diikutsertakan dalam Kompetisi Media Sosial Kemenkes 2019 kategori Blog bertema Upaya Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan Pendekatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Gambar yang ditampilkan dalam artikel diolah terlebih dahulu oleh penulis. Sumber foto yang ditampilkan dalam artikel ini dicantumkan pada masing-masing gambar. Sedangkan video bersumber dari saluran YouTube milik Kemenkes RI.

Daftar Referensi
Alodokter. 2018. Penyebab Obesitas. [daring] (https://www.alodokter.com/obesitas/penyebab, diakses tanggal 15 Juli 2019).
CNN Indonesia. 2018. Mata Minus Kian Mengintai Kesehatan Anak di Era Digital. [daring] (https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20181031085818-255-342810/mata-minus-kian-mengintai-kesehatan-anak-di-era-digital, diakses tanggal 15 Juli 2019).
CNN Indonesia. 2018. Indonesia Emas 2045, Jokowi Minta Pemuda Tahan Banting. [daring] (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180409105848-20-289413/indonesia-emas-2045-jokowi-minta-pemuda-tahan-banting, diakses tanggal 15 Juli 2019).
Halodoc.com. 2018. Penyebab 3 Kelainan Tulang Belakang. [daring] (https://www.halodoc.com/penyebab-3-kelainan-tulang-belakang, diakses tanggal 15 Juli 2019).
Hootsuite. 2019. Digital 2019 in Indonesia, Canada: Hootsuite.
IDN Research Institute. 2019. Indonesia Millenial Report 2019, Jakarta: IDN Research Institute.
Kemenkes. 2016. GERMAS Wujudkan Indonesia Sehat. [daring] (www.depkes.go.id/article/view/16111500002/germas-wujudkan-indonesia-sehat.html, diakses tanggal 15 Juli 2019).
Kemenkes. 2016. Pemerintah Canangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). [daring] (http://www.depkes.go.id/article/view/16111600003/pemerintah-canangkan-gerakan-masyarakat-hidup-sehat-germas-.html, diakses tanggal 15 Juli 2019).
Kemenkes. 2017. Warta Kesmas Edisi 01 2017, Jakarta: Kemenkes.
Kemenkes. 2018. Hasil Utama Riskesdas 2018, Jakarta: Kemenkes.
Kemenkes. 2018. Sosialisasi Germas Atasi Masalah Kesehatan. [daring] (sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20180405/3725458/sosialisasi-germas-atasi-masalah-kesehatan/, diakses tanggal 15 Juli 2019).
Kompas.com. 2017. Myopia Boom, Kenapa Banyak Anak Zaman Sekarang Berkacamata? [daring] (https://sains.kompas.com/read/2017/10/21/150431523/myopia-boom-kenapa-banyak-anak-zaman-sekarang-berkacamata?page=all, diakses tanggal 15 Juli 2019).
Kompas.com. 2018. Beragam Manfaat Diet Sehat dengan Buah dan Sayuran [daring] (https://lifestyle.kompas.com/read/2018/08/27/204208020/beragam-manfaat-diet-sehat-dengan-buah-dan-sayuran?page=all, diakses tanggal 15 Juli 2019).
Okezone.com. 2018. Penyebab Nyeri Tulang Belakang & Kenali Tips Pencegahannya. [daring] (https://lifestyle.okezone.com/read/2018/08/23/481/1940413/penyebab-nyeri-tulang-belakang-kenali-tips-pencegahannya, diakses tanggal 15 Juli 2019).
PwC. 2017. The Long View: How will the global economic order change by 2050?, London: PwC.
Social Investment Indonesia. 2019. World GDP Forecasts for 2030. [daring] (https://socialinvestment.id/news/2019/01/world-gdp-forecasts-for-2030/, diakses tanggal 15 Juli 2019).