Beranda

Navigation Menu

Hydrogin Atom, Solusi Alami Atasi Vertigo dan Ratusan Penyakit Lainnya



Jumat, satu setengah tahun silam. Bagiku, hari itu sebenarnya berjalan seperti biasa. Tidak ada yang aneh, ataupun luar biasa. Rutinitas harian sebagai pegawai kantoran, aku jalani layaknya hari-hari sebelumnya. Berangkat pada pagi hari, kembali pulang saat malam menyapa. Hati riang gembira karena esok akhir pekan telah tiba.
Akhirnya, pikirku. Berjuta rencana kusiapkan bersama istri untuk mengisi akhir pekan. Demi melepas penat setelah lima hari pulang malam. Mau makan, atau jalan-jalan? Enak nonton, atau pijat-pijat? Ah, apapun pilihannya, rasanya kebahagiaan sudah dalam genggaman.
Selepas santap malam, tiba-tiba aku merasa bumi bergoyang. Awalnya kupikir gempa. Aku tanya istriku, katanya ia baik-baik saja. Aku mulai curiga. Jangan-jangan aku kenapa-kenapa.
Ah, benar saja. Tak lama kemudian, otakku serasa diaduk-aduk. Pandanganku mulai nanar. Tembok di dinding seperti bergelombang. Langit-langit serasa berputar-putar. Beruntung tanganku masih cekatan memegang tembok. Jika tidak, tubuhku pasti sudah terhempas menghujam dinginnya lantai keramik.
Tergopoh-gopoh karena badanku yang lebih berat, istriku memapahku menuju kasur. Merebahkan kepalaku di bantal yang empuk. Membaluriku dengan minyak angin. Menyelimutiku agar hangat. Sambil mengusap-ngusap ubun-ubunku dengan penuh kesedihan.
Aku masih sadar. Namun, itu yang membuatku semakin tersiksa. Kepalaku sakit bak ditusuk jarum. Hanya bisa dihadapkan ke sisi kanan. Tak bisa ke sisi kiri, karena sakitnya terasa semakin menjadi-jadi. Bangun tak bisa, tidur pun makin sengsara. Karena hanya kunang-kunang yang terlihat saat kupejamkan mata.
Isak tangis yang kudengar dari sampingku, membuatku semakin tersiksa. Meski disembunyikan, aku tahu istriku juga merana. Menyaksikan suami tercintanya yang tiba-tiba tak berdaya. Aku mencoba senyum dan menguatkan diri, namun lagi-lagi sakitnya makin terasa. Pasrah adalah pilihan satu-satunya bagiku, saat itu.
Tak ayal, malam itu adalah malam terpanjangku. Benar-benar panjang. Aku tak mampu tidur karena menahan tusukan jarum di kepala yang tak kunjung reda. Beribu doa tak henti-hentinya kupanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Berharap agar sakit ini bisa segara diangkat oleh-Nya.

Serangan Vertigo yang Tiba-tiba Membuatku Loyo
“Bapak terserang vertigo!” diagnosis dokter rumah sakit yang terpaksa kami kunjungi keesokan harinya. Dengan sangat menyesal, kami terpaksa menghabiskan akhir pekan itu di rumah sakit. Rencana senang-senang yang telah disusun, akhirnya terpaksa kami tunda.
“Vertigo? Apa itu vertigo, dok?” tanyaku penasaran. Sambil menahan rasa linglung yang masih terasa di kepala, pikiranku bertanya-tanya. Binatang apa vertigo ini? Apa penyebabnya? Bagaimana aku bisa terkena? Apakah berbahaya? Bisakah aku disembuhkan? Atau jangan-jangan aku harus meraung kesakitan setiap malam?

“Vertigo adalah gangguan keseimbangan akibat terganggunya cairan di dalam telinga yang mengatur keseimbangan tubuh.” jelas dokter kepada kami. “Vertigo itu bukan penyakit. Ini adalah gejala yang disebabkan oleh masalah kesehatan lainnya. Bisa timbul dari rabun mata, pola hidup yang tidak teratur, kurangnya olahraga, cedera pada bagian otak dan leher, dan lain sebagainya.”
Dari penjelasan dokter, akhirnya aku tahu. Vertigo bisa menyerang siapa saja. Parahnya, ia bisa datang tanpa aba-aba. Ini yang membuat vertigo berbahaya. Contohnya jikalau serangan vertigo datang saat kita mengendarai sepeda motor atau mobil. Ini yang membuat tingginya risiko kecelakaan bagi seseorang yang terserang vertigo.
“Sering olahraga?” tanya dokter kepadaku. Pertanyaan itu membuatku malu.
“Jarang, dok. Setiap hari saya bekerja, pulang malam,” jawabku lirih. Jangankan berolahraga, rasanya kesibukan di kantor semakin menjauhkanku dari istirahat yang cukup dan berkualitas akhir-akhir ini.

“Sabtu Minggu?” desak dokter, membuatku semakin malu. Aku terdiam.
“Biasanya hanya istirahat saja di rumah. Atau jalan-jalan sama saya,” jawab istriku memecah keheningan sepuluh detik kemudian.
“Baik, saya resepkan obat ini. Tapi ingat, obat ini bukanlah penyembuh, melainkan hanya pereda rasa sakit di kepala. Hanya diminum jika vertigo kembali menyerang anda,” kata dokter, setengah menakutiku.
“Umumnya, vertigo tidak akan hilang begitu saja. Bapak bisa kembali terserang secara tiba-tiba. Satu-satunya cara untuk menghilangkan vertigo, sedikit demi sedikit hingga sembuh, adalah rajin berolahraga, serta menjaga pola makan dan hidup yang sehat,” pesan dokter seraya memberiku resep yang harus kutebus di apotek lantai satu.
“Terima kasih, dok,” jawabku dan istri serentak.
Benar saja, sepanjang tahun berikutnya aku harus bergelut dengan vertigo. Meski serangannya tidak separah yang pertama, ia terus menggangguku tanpa kenal tempat dan waktu. Baik ketika siang hari, maupun pada malam hari. Mau di kantor, di bioskop, ataupun saat menunggu pesawat di bandara, vertigo selalu menghantuiku.
Dokter tidak salah. Obat yang diresepkannya untukku, memang sangat membantu. Tapi, itu tidak membuat vertigoku hilang sepenuhnya. Sehingga aku harus selalu menyediakan obat pereda vertigo di dalam tas, koper, atau backpack yang kubawa. Untuk berjaga-jaga jikalau vertigo kembali menyerangku secara tiba-tiba.
Pernah suatu ketika, aku lupa membawanya saat hendak presentasi di depan puluhan orang. Dan benar saja, vertigo kembali datang menyerang di saat yang paling tidak tepat. Hariku langsung hancur lebur. Aku harus berpegangan erat pada sisi meja sepanjang presentasi.
Aku juga terpaksa harus menyelesaikan presentasiku lebih cepat, dan berlari kocar-kacir ke belakang panggung untuk rebahan dan memejamkan mata sejenak. Hingga serangan vertigonya berangsur-angsur mereda. Tidak enak. Sungguh tidak enak. Vertigo membuat aktivitasku terhambat. Sudah tentu, produktivitasku juga menjadi sangat terbatas.
Meskipun olahraga ringan dan pola makan aku jaga, ternyata vertigo tidak hilang secara serta merta. Melainkan, sedikit demi sedikit. Dari waktu ke waktu, aku mulai merasa intensitas serangannya pelan-pelan mulai berkurang. Frekuensinya pun lama-lama menjadi jarang.
Sekarang, sudah enam bulan aku bebas serangan vertigo. Aku tahu, kemungkinan besar ia akan kembali menyerangku saat aku mengurangi olahraga. Atau ketika aku tidak menjaga pola makan yang sehat. Apalagi, semenjak tinggal di Jakarta, waktu kerjaku malah semakin panjang. Istirahat menjadi berkurang, gara-gara semakin sering pulang malam.
Meski selalu sedia obat untuk jaga-jaga, aku mengerti bahwa banyak mengonsumsi obat, akan membuat tubuh tidak sehat. Setiap obat, pastilah memiliki efek samping. Contohnya obat vertigo yang aku minum, dapat menimbulkan efek samping berupa gangguan saluran cerna, gatal-gatal, dan kemerahan pada kulit apabila dikonsumsi terlalu sering.
Dari sana aku bertanya. Ada, ga, sih obat yang bisa menyembuhkan vertigo sepenuhnya tanpa harus menimbulkan efek samping?

Hydrogin Atom, Solusi Alami Penderita Vertigo
Pencarianku akhirnya membuahkan hasil. Ternyata ada. Bahkan lebih baik dari sekadar obat. Ini bukanlah obat, bukan pula multivitamin. Ini hanyalah air putih. Namun, bukan sembarang air putih, melainkan air putih yang kaya akan hidrogen, buah karya Hydrogin Atom.
Hidrogen? Bukankah air putih itu memang terdiri dari oksigen dan hidrogen?
Memang benar, air putih memiliki kandungan hidrogen. Namun demikian, Air Hidrogen yang dihasilkan oleh Hydrogin Atom memiliki kandungan hidrogen yang lebih kaya. Efek positifnya akan berkali-kali lipat dibandingkan dengan air biasa.
Mengapa? Molekul hidrogen adalah molekul yang berukuran sangat kecil. Oleh karenanya, ia mampu menembus struktur sub-seluler mitokondria, hingga melewati batas penghalang aliran darah ke otak. Tidak berwarna, tidak berbau, tidak mengandung logam, tidak berasa, dan yang paling penting tidak beracun sehingga tidak memiliki efek samping.

Air yang kaya akan hidrogen, mengandung lebih banyak zat antioksidan. Bahkan, efek antioksidan yang dikandung oleh Air Hidrogen hingga 176 kali lebih banyak dibandingkan dengan vitamin C, dan 863 kali lebih banyak dibandingkan dengan coenzyme Q-10.
Seperti yang selama ini kita ketahui, zat antioksidan sendiri berguna untuk menangkal radikal bebas dari dalam tubuh. Radikal bebas adalah salah satu zat yang berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan sel kronis di dalam tubuh. Zat ini dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker, katarak, alzheimer, pusing kepala seperti migrain dan vertigo, serta berbagai gangguan kognitif lainnya.

Oleh karenanya, mengonsumsi Air Hidrogen sangatlah bermanfaat untuk penderita vertigo, tanpa harus takut menimbulkan efek samping. Bahkan, menurut salah satu testimoni seorang ibu penderita vertigo, dengan mengonsumsi Air Hidrogen dari Hydrogin Atom selama 1 bulan secara rutin, keluhan vertigonya kini hilang tanpa bekas!
Ah, penyesalan memang selalu datang di belakang, pikirku. Kalau saja aku mengenal Hydrogin Atom sejak dulu, pastilah aku tidak perlu berjuang melawan vertigo hingga satu tahun penuh.

Memangnya Apa Sih, Hydrogin Atom Itu?
Hydrogin Atom adalah sebuah alat untuk mengubah air putih menjadi Air Hidrogen yang diproduksi oleh Gin International. Hydrogin Atom menggunakan elektrolisis SPE/PEM generasi terbaru buatan Korea Selatan, yang dapat menghasilkan air yang kaya akan hidrogen. Melalui teknik elektrolisis ini, kandungan hidrogen dalam air akan meningkat secara cepat hingga 1.000 hingga 1.400 ppb (1 hingga 1,4 ppm).
Air Hidrogen yang dihasilkan oleh Hydrogin Atom tidak mengandung zat-zat berbahaya seperti ozone, chlorine, dan oxides, sehingga murni dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu, Air Hidrogen yang dihasilkan memiliki kandungan pH netral sehingga cocok dikonsumsi oleh setiap orang.

Memang alatnya seperti apa sih? Mungil, ringan, dan elegan karena bernuansa hitam keemasan. Beratnya hanya mencapai 274 gram. Ukurannya pun hanya sebesar genggaman orang dewasa. Karena ukurannya yang kecil, Hydrogin Atom menjadi sangat praktis sehingga muat ke dalam tas lengan berukuran mungil sekalipun. Cocok untuk dibawa saat beraktivitas sehari-hari maupun diajak berwisata.
Meskipun berukuran kecil, namun jangan salah, karena Hydrogin Atom memiliki body yang sangat kokoh, dinamis, dan modis. Untuk pengisian daya, Hydrogin Atom menggunakan slot USB, sehingga mudah untuk diisi kembali dengan charger maupun power bank.
Penasaran? Untuk lebih jelasnya, kalian dapat melihat video unboxing Hydrogin Atom di bawah ini.

Apa Saja Manfaat Mengonsumsi Air Hidrogen?
Ada banyak Manfaat Air Hidrogen bagi tubuh kita. Selain menangkal radikal bebas dan mengobati vertigo seperti yang sudah dijelaskan di atas, Air Hidrogen juga bermanfaat untuk mengatasi berbagai gangguan di tubuh kita. Menyehatkan fungsi organ tubuh seperti ginjal, otak, mata, paru-paru, sistem pendengaran, jantung, usus, pankreas, metabolisme, hati, dan lain-lain. 
Air Hidrogen juga dapat melindungi cartilage (tulang rawan) dari kematian sel. Penelitian telah membuktikan, bahwa Air Hidrogen dapat memperpanjang usia sel-sel hidup di dalam tulang, dibandingkan dengan air biasa. Oleh karenanya, mengonsumsi Air Hidrogen dapat mencegah pengeroposan tulang dan kerusakan sendi.
Air Hidrogen juga membantu mencegah dan mengobati penyakit Alzheimer. Orang yang menderita Alzheimer memiliki daya ingat yang sangat terbatas, bahkan hingga hilang ingatan sepenuhnya. Zat antioksidan yang terkandung dalam Air Hidrogen dapat mencegah kerusakan neuronal pada otak penderita Alzheimer. Selain itu, Air Hidrogen juga mampu mencegah penyakit kardiovaskular dan serebovaskular yang disebabkan oleh sindrom metabolik.
Air Hydrogen yang dihasilkan oleh Hydrogin Atom juga mampu mengurangi dan mengobati penyakit Parkinson. Kesimpulan ini didapat dari hasil uji coba terapi Air Hidrogen kepada 20 penderita Parkinson. Hasilnya, pasien yang mengonsumsi 530 ml Air Hidrogen secara rutin selama 4 minggu, menjadi lebih sehat karena kandungan hidrogen dapat menembus sel otak basal ganglia penyebab Parkinson. Dengan kata lain, Air Hidrogen secara efektif mengurangi efek oksidatif pada pasien penderita Parkinson.
Bagi kalian yang mendambakan tubuh ideal, Air Hidrogen dapat menjadi jawabannya. Pasalnya, Air Hidrogen telah terbukti mampu menurunkan lemak tubuh jika dikonsumsi secara rutin. Selain itu, Air Hidrogen juga berfungsi untuk merawat kecantikan melalui khasiatnya yang dapat mencegah pengeroposan pada gigi.
Untuk mengetahui Manfaat Air Hidrogen lainnya, kalian dapat melihat infografis dan videonya di bawah ini.




Memangnya Aman, Ya?
Aman, dong. Gin International merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan dan kesejahteraan. Seluruh produk Gin International sudah teruji dan memiliki berbagai sertifikasi: BPOM RI, MUI, GMP, HACCP, ISO 22000, dan ISO 9001. Dengan demikian, Air Hidrogen yang dihasilkan oleh Hydrogin Atom aman untuk dikonsumsi.



Bagaimana Cara Memesan Hydrogin Atom?
Kalian dapat memesan Hydrogin Atom melalui kontak yang tertera dalam akun Instagram Gin International: @g1nmore. Dari sana, kita bisa mendapat informasi nomor kontak pemesanan, yang dapat dilakukan melalui Whatsapp (087785311777) atau telepon ke nomor (021) 3861777/3863888.
Bagi kalian yang berada di luar Jakarta, jangan berkecil hati. Meskipun berkantor pusat di Jakarta, saluran distribusi Gin International mampu menjangkau hingga 33 provinsi di seluruh Indonesia. Oleh karenanya, kalian dapat menikmati khasiat Air Hidrogen dari Hydrogin Atom, atau deretan produk Gin International lainnya dengan mudah.
Berapa sih, harganya? Melalui informasi yang kudapat dari nomor kontak Whatsapp di atas, harga Hydrogin Atom adalah Rp 4.140.000,00. Namun, harga yang diberikan kepada mitra Gin International jauh lebih murah lagi, yakni Rp 3.550.000,00. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran sebagai mitra, kalian dapat langsung mengunjungi website resmi Gin International.

Memangnya Gin International Mengeluarkan Produk Lainnya?
Justru, Hydrogin Atom adalah produk terbaru dari Gin International. Sebelumnya, Gin International telah memasarkan berbagai produk kesehatan lainnya seperti Glamore Double Stemcell, Glamore Nutri Fiber, dan Hydrogin Dynamic.
Bagi kalian yang masih penasaran mengenai deretan produk Gin International lainnya, kalian dapat mengunjungi website resminya di sini atau menonton koleksi videonya di channel YouTube Gin International.

Penutup
Memiliki tubuh yang sehat tentu menjadi idaman setiap orang. Dengan tubuh yang sehat, kita dapat melakukan aktivitas dengan nyaman dan lancar. Sebaliknya, apabila tubuh tidak sehat—contohnya seperti saya yang pernah terserang vertigo—aktivitas sehari-hari menjadi sangat terganggu.
Nah, untuk menjaga agar tubuh tetap sehat tanpa mengonsumsi obat-obatan, Air Hidrogen adalah jawaban yang tepat. Selain alami, Air Hidrogen juga kaya akan zat antioksidan yang baik bagi tubuh.
Kini, teknologi untuk menghasilkan Air Hidrogen telah terwujud dalam Hydrogin Atom. Mungil, ringan, elegan, dan mudah dibawa ke mana saja. Oleh karenanya, Hydrogin Atom merupakan solusi alami untuk mengatasi vertigo dan ratusan penyakit lainnya. Selamat mencoba!
***
Artikel ini diikutsertakan dalam Blog Contest yang diselenggarakan oleh Gin International. Info lebih lanjut mengenai Blog Contest ini dapat dilihat pada sidebar.

Ingat Travel, Ingat ASUS Zenbook 13 UX331UAL




Pesawat mungil berbaling-baling ganda yang kami tumpangi akhirnya menginjakkan ketiga rodanya di muka bumi. Membawaku dan enam puluh dua penumpang lainnya melintasi laut Sulawesi. Sesaat kemudian, terdengar suara merdu sang pramugari yang mengakhiri tugasnya pada penerbangan kali ini.
“Penumpang yang terhormat, selamat datang di Melonguane. Waktu setempat telah menunjukkan pukul sebelas lewat empat menit. Tidak ada perbedaan waktu antara Melonguane dan bandara Sam Ratulangi di Manado. Silakan tetap duduk sampai pesawat benar-benar berhenti dengan sempurna, dan tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan,” ujarnya lewat pengeras suara.
Akhirnya sampai juga, pikirku gembira.
Rasanya aku ingin cepat-cepat melompat keluar jendela saja. Membaui aroma tanah dan udara yang belum pernah kurasa. Menikmati birunya langit dan lautan khas Nusantara. Yang sudah pasti tidak akan pernah aku temui saat kembali ke Jakarta.
Jujur saja, aku benar-benar tak pernah menduga sebelumnya. Ketika melamar pekerjaan ini empat tahun yang lalu, aku mengira tugasku hanya duduk di belakang meja.
Menganalisis kumpulan data yang dibumbui dengan deretan angka. Menghasilkan berbagai kajian, laporan, dan bahan tayang yang selalu dituntut untuk sempurna tanpa cela. Melawan dinginnya ruangan kantor pada malam hari, kala dikejar oleh deadline yang datang bertubi-tubi. Yah, sebagaimana tugas seorang analis ekonomi pada umumnya.
Ternyata aku salah besar, gumamku saat keluar dari pintu kabin bagian belakang.
Setengah berlari, kulangkahkan kakiku menuruni anak tangga. Ketika akhirnya kakiku memijak tanah Nusa Utara, aku langsung mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Alhamdulillah, sampai jua di ujung utaramu, wahai Indonesia.



Bekerja Sambil Berwisata
Bukan. Ini bukan cerita tentang liburan. Sayangnya, ini masih bagian dari rutinitas pekerjaan. Namun tolong, jangan buru-buru pindah laman. Karena masih banyak yang ingin kuceritakan kepada kalian.
Beberapa tahun yang lalu, aku ditugaskan untuk pergi ke Melonguane. Sudah pernah dengar? Aku pun tak tahu hingga mengunjunginya langsung. Bagi kalian yang malas mengetuk pintu si embah Google, biar aku jelaskan.
Melonguane adalah nama salah satu Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Jika Indonesia memiliki Sabang di ujung barat, Merauke di ujung timur, pulau Rote di ujung selatan, maka Talaud tepat berada di ujung bagian utara. Berbatasan langsung dengan negara tetangga kita, Filipina.
Saking jauhnya di ujung utara, gugusan kepulauan seluas 1.240 km2 ini bahkan memiliki jarak yang lebih dekat dengan Filipina ketimbang kota Manado di pulau Sulawesi. Talaud bukanlah daerah yang maju. Hingga saat ini, masih ada puluhan desa yang dicatat sebagai desa tertinggal oleh Pemerintah.
Jumlah penduduknya saja tidak genap 100 ribu. Kira-kira, hanya setara dengan 10 persen jumlah penduduk Jakarta Pusat, yang mencapai 900 ribuan kepala. Sepi? Sudah pasti. Aku berdoa agar kalian tidak sakit ketika berwisata ke sini. Pasalnya, hanya ada 2 RSUD kelas C di sini.
Sudah terbayang? Oke, mari kita lanjutkan.
Ceritanya aku datang ke Talaud dengan membawa misi yang mulia. Mengenalkan uang Rupiah emisi terbaru, yang diluncurkan pada 19 Desember 2016 yang lalu. Sekaligus membuka layanan bagi masyarakat, yang ingin menukar uang lamanya dengan uang baru.
Informasi mengenai uang baru, pasti akan mudah didapatkan oleh kita yang tinggal di kota besar. Namun, tidak demikian halnya dengan saudara kita di ujung Nusantara. Keterbatasan infrastruktur dan jaringan komunikasi menyebabkan arus informasi berjalan lambat. Oleh karenanya, perlu dilakukan langkah jemput bola.


Konkretnya, aku—bersama-sama dengan tim—menyelenggarakan sosialisasi tentang uang kepada adik-adik pelajar SMA se-Melonguane. Mengapa pelajar? Karena pelajar adalah cerminan masa depan bangsa. Merekalah yang perlu diajari ciri-ciri uang baru, membedakan antara uang asli dan palsu, sejarah uang, dan tentunya arti penting menabung sejak dini.
Jikalau adik-adik kita di pelosok sana pintar-pintar dan pandai mengelola uang, maka kami berharap mereka dapat membangun dan mengembangkan daerahnya. Pada gilirannya, perekonomian Talaud akan semakin maju, serta cap sebagai daerah tertinggal dapat segera ditanggalkan.
Singkat cerita, alhamdulillah, acara sosialisasi berjalan dengan sukses dan meriah. Senang hatiku kala adik-adik pelajar terlihat sangat antusias dan tertarik dengan uang baru. Rasa lelah karena tugas menjadi terbayar hingga lunas.
Nah, kalau tugas sudah selesai dan jadwal penerbangan pulang masih esok hari, kira-kira apa yang akan kalian lakukan? Yap, jalan-jalan, dong! Meski ini bukanlah liburan, tapi berwisata di sela-sela pekerjaan sah-sah saja, bukan?
Oh ya, aku belum cerita. Sebenarnya Talaud juga menyimpan berjuta keindahan dan keunikan. Seperti halnya gugusan kepulauan lainnya, Talaud juga memiliki bibir pantai yang aduhai. Selain itu, Talaud juga memiliki beberapa situs sejarah yang menarik untuk dijelajahi.
Oleh karena itu, ada dua lokasi wisata yang aku rekomendasikan untuk kalian para traveler. Siapa tahu, takdir akan membawa kalian berkunjung ke Talaud suatu saat nanti.
Pertama, jangan lupa mengunjungi pulau Sara Besar. Meskipun luasnya hanya sekitar 2 km2, pulau tak berpenghuni ini memiliki daya tarik tersendiri. Yaitu, pasirnya yang berwarna putih bersih, seputih tepung kanji. Cocok bagi kalian yang ingin menyegarkan pikiran saat lelah menghadapi rutinitas pekerjaan.






Kedua, kunjungi juga Goa Tatombatu di Desa Tarohan. Tapi jangan kaget ya, karena ini bukanlah sembarang goa. Di sana, kalian bisa mencoba selfie dengan tengkorak.
Tengkorak? Iya, tengkorak.
Bukan hanya satu, namun konon ada 33 tengkorak di sini, lengkap dengan tulang belulang yang berbaris rapi. Serem, kan?
Penasaran? Bagi kalian yang ingin tahu tips dan trik bagaimana agar bisa sampai ke pulau Sara Besar dan Goa Tatombatu, tenang saja. Pada bagian akhir artikel ini, sudah aku sisipkan tautan ulasanku mengenai keduanya. Jangan lupa dibaca, ya.




ASUS Menemaniku Tugas dan Traveling ke Luar Kota
Lho, memangnya nulis tentang traveling juga? Nulis, dong. Selain nge-blog, aku juga aktif sebagai anggota redaksi majalah internal kantorku. Satu bulan sekali, aku rapat bersama anggota redaksi lainnya untuk menentukan tema dan berbagi tugas menulis kolom.
Karena aku suka traveling, otomatis aku sering kebagian menulis tentang ulasan tempat wisata di seluruh Indonesia. Makanya, tugas ke luar kota—seperti ke Melonguane—menjadi kesempatan berharga bagiku untuk memperkaya bahan tulisan.



Nah, gawai yang wajib ada saat aku dinas ke luar kota adalah laptop. Mengapa? Tentu saja karena tugas di luar kota juga membutuhkan laptop.
Aku harus presentasi di depan adik-adik pelajar saat acara sosialisasi di Melonguane. Aku juga harus mencicil laporan kegiatan, agar ketika kembali ke kantor, tugasku semakin ringan.
Selain itu, aku juga memerlukan laptop untuk menulis ulasan tempat wisata yang aku kunjungi. Kalau bisa, menulisnya saat itu juga. Biar tidak ada yang tertinggal atau terlupa. 
Sama seperti sop buntut, artikel akan lebih enak disajikan saat masih hangat. Benar, kan?

Laptopku saat ini adalah ASUS Zenbook UX305U berwarna ceramic alloy. Dengan berbagai fitur yang ada, laptop ini sangat mendukungku ketika menjalani tugas dan berwisata ke luar kota. Ringan, ramping, bertenaga, serta mudah dibawa ke mana-mana.
Namun, ketika aku mendengar bahwa ASUS mengeluarkan seri Zenbook terbarunya, yaitu 13 UX331UAL, aku langsung kepincut. Betapa tidak, varian Zenbook terbaru ini unggul segala-galanya dibandingkan dengan laptopku saat ini. Lebih ringan, ramping, awet, dan punya performa yang lebih mumpuni.
Aku jadi membayangkan. Kalau saja aku punya ASUS Zenbook 13 UX331UAL, menjalani tugas dan wisata ke luar kota, pastinya akan terasa lebih mudah dan menyenangkan. Benar-benar menjadi laptop idamanku, deh.






Ingat Travel, Ingat ASUS Zenbook 13 UX331UAL
Nah, sebenarnya apa saja sih keunggulan dari laptop ASUS Zenbook 13 UX331UAL? Yang jelas, ada banyak sekali. Namun, biar kalian mudah mengingatnya, aku ringkas menjadi enam huruf yang gampang kalian eja: T-R-A-V-E-L. Pokoknya, ingat travel, ingat ASUS Zenbook 13 UX331UAL.


Tipis dan Elegan
Bagi kalian para traveler, tentu mendambakan laptop yang ringkas dan mudah dibawa ke mana saja. Baik menggunakan backpack ataupun tas laptop. Ini bisa kalian temui pada ASUS Zenbook 13 UX331UAL yang super tipis. Ketebalannya hanya mencapai 13,9 milimeter. Tipis banget, kan?
Selain itu, ASUS Zenbook 13 UX331UAL juga dibalut dengan desain bingkai NanoEdge yang membuatnya tambah ringkas dan elegan. NanoEdge sendiri adalah bingkai ultra tipis yang mampu memberikan rasio layar-ke-tubuh yang ideal. Tanpa halangan bezel yang dapat mengganggu aktivitas menulis kalian.
ASUS Zenbook 13 UX331UAL hadir dalam dua varian warna, yakni Deep Dive Blue dan Rose Gold (limited edition). Jikalau Blue melambangkan kecanggihan, sementara Rose Gold mencerminkan kilauan segar dan menyenangkan.
Pilih yang mana saja, aku jamin kalian akan makin percaya diri. Saat digunakan untuk presentasi, ataupun sekadar nongkrong di kedai kopi.



Ringan
ASUS Zenbook 13 UX331UAL merupakan laptop yang paling ringan di kelasnya. Beratnya saja tidak mencapai 1 kg. Tepatnya hanya 985 gram saja. Bagi para traveler, laptop yang ringan tentu akan sangat memudahkan. Gampang dibawa ke mana-mana tanpa harus merasa pegal-pegal.
Apa rahasianya? ASUS Zenbook 13 UX331UAL dibuat dari paduan magnesium-alumunium. Menjadikan laptop ini memiliki bobot 33% lebih ringan dibandingkan dengan laptop biasa. Kalau sudah ringan begini, pastinya kalian ga akan cape saat dibawa traveling.



Anti-Gelap dan Presisi
ASUS Zenbook 13 UX331UAL dilengkapi dengan keyboard backlit berukuran penuh. Membuat kalian tetap nyaman mengetik meski dalam kondisi pencahayaan yang terbatas. Fitur ini sangat berguna bagi kalian yang suka traveling ke remote area.
Seperti di Melonguane, misalnya, masih sering mati lampu pada malam hari akibat infrastruktur listrik yang sangat terbatas. Dengan fitur ini, aku tidak akan takut produktivitas terhambat, meski berada dalam kondisi yang gelap.
Layaknya koleksi laptop ASUS lainnya, Zenbook 13 UX331UAL juga memiliki jarak antartombol yang diatur secara presisi, yaitu 1,4 milimeter. Jarak ini mampu menambah kenyamanan kalian dalam mengetik. Ditambah dengan fitur palm-rejection dan multi-touch gesture yang akan meningkatkan akurasi jari tangan saat menari di atas keyboard.



Validasi Canggih
Laptop—khususnya bagi penulis dan blogger—adalah barang pribadi yang mesti dijaga keamanannya. Ga pengen, kan, ada orang lain yang mengutak-ngatik foto atau data tanpa sepengetahuan kita.
Oleh karenanya, ASUS Zenbook 13 UX331UAL sangat mengerti kebutuhan kalian. Laptop ini memiliki fitur validasi dengan menggunakan sensor sidik jari. Teknologi Windows Hello-nya juga memungkinkan kalian untuk login dengan menggunakan wajah. Lebih aman dan mudah ketimbang harus mengetikkan kata sandi. Canggih, bukan?



Energik
Laptopnya tipis, kemampuannya terbatas, dong? Eits, jangan salah. Meskipun tipis, performa ASUS Zenbook 13 UX331UAL sangat energik, karena didukung oleh prosesor Intel® Core™ i5 generasi ke-8 terbaru. Kemampuan membaca prosesornya dapat ditingkatkan hingga 4.0GHz. Ditambah dengan RAM 8GB dan storage 256GB PCIe® SSD, membuat laptop ini sangat mudah untuk diajak multitasking.
Selain itu, suara yang dihasilkan oleh laptop ini juga sangat baik, karena menggunakan teknologi SonicMaster generasi terbaru, yang telah tersertifikasi oleh Harman Kardon. Iya benar, Harman Kardon, si produsen audio yang sudah tidak diragukan lagi kehebatannya.
ASUS Zenbook 13 UX331UAL juga dilengkapi dengan teknologi Wi-Fi master. Membuat kalian dapat menikmati koneksi Wi-Fi yang lebih cepat dengan jarak yang lebih jauh. Dengan teknologi Wi-Fi Master, kalian dapat menikmati streaming video YouTube Full HD pada jarak lebih dari 300 meter. Wow!



Lebih Awet
Apanya yang awet? Ya, segala-galanya. Pertama, baterainya. ASUS Zenbook 13 UX331UAL menggunakan baterai lithium-polymer 50Wh, menjadikannya tetap menyala hingga 15 jam penuh.
Baterai ini juga tetap awet meski di-charge berulang-ulang. Memiliki masa pakai hingga 3 kali lebih lama dibandingkan dengan baterai standar. Ketika baterainya sudah terisi penuh, kalian tidak perlu khawatir untuk menggunakannya selama mungkin.



Kedua, daya tahannya. Ini yang paling menakjubkan. ASUS Zenbook 13 UX331UAL telah lolos pengujian standar daya tahan military-grade MIL-STD 810G. Bukan sembarang kuat. Meski diinjak-injak, dijadikan alat pemukul kasti, dilindas sepeda, bahkan dilindas sepeda motor, laptop ini masih mulus tanpa retak.
Ga percaya? Tonton aja videonya Raditya Dika dan Ridwan Hanif ketika menguji daya tahan ASUS Zenbook 13 UX331UAL di bawah ini.


Bagaimana? Hebat bukan? Nah, bagi kalian yang masih penasaran dengan laptop ini, kalian dapat melihat spesifikasinya pada tabel di bawah ini, atau mengunjungi website resmi ASUS di sini.

Kesimpulanku
Akhirnya kita sampai pada kesimpulan. Seperti yang sudah kubilang, ASUS Zenbook 13 UX331UAL adalah laptop yang cocok bagi kalian yang suka berpergian. Baik karena tugas, traveling, atau kedua-duanya.
Meski tipis dan ringan, laptop ini ternyata memiliki performa yang mumpuni, aman, baterai yang tahan lama, dan body yang super kuat. Mampu menunjang segala kebutuhan kalian dalam menulis dan bekerja, kala berpergian jauh dari rumah.
Hingga artikel ini dibuat, ASUS membanderolnya dengan harga Rp 14.299.000,00. Dengan segudang keunggulan yang dimilikinya, rasanya harga segitu memang pantas disematkan pada laptop ini.  Bagiku, ASUS Zenbook 13 UX331UAL benar-benar menjadi laptop idamanku dan para traveler.
Jadi, sudah ingat, kan? Ingat apa? Ya, ingat T-R-A-V-E-L, ingat ASUS Zenbook 13 UX331UAL. Jangan lupa, klik video di bawah sebelum pindah laman, ya. Selamat menonton dan sampai jumpa.


***
Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS Blog Competition dengan tema Laptop Idaman Sobat Traveler yang diselenggarakan oleh ASUS dan travelerien.com.
Ulasanku mengenai pulau Sara Besar dapat kalian lihat di sini. Sedangkan untuk Goa Tatombatu, kalian dapat membacanya di sini.