Ingat Travel, Ingat ASUS Zenbook 13 UX331UAL




Pesawat mungil berbaling-baling ganda yang kami tumpangi akhirnya menginjakkan ketiga rodanya di muka bumi. Membawaku dan enam puluh dua penumpang lainnya melintasi laut Sulawesi. Sesaat kemudian, terdengar suara merdu sang pramugari yang mengakhiri tugasnya pada penerbangan kali ini.
“Penumpang yang terhormat, selamat datang di Melonguane. Waktu setempat telah menunjukkan pukul sebelas lewat empat menit. Tidak ada perbedaan waktu antara Melonguane dan bandara Sam Ratulangi di Manado. Silakan tetap duduk sampai pesawat benar-benar berhenti dengan sempurna, dan tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan,” ujarnya lewat pengeras suara.
Akhirnya sampai juga, pikirku gembira.
Rasanya aku ingin cepat-cepat melompat keluar jendela saja. Membaui aroma tanah dan udara yang belum pernah kurasa. Menikmati birunya langit dan lautan khas Nusantara. Yang sudah pasti tidak akan pernah aku temui saat kembali ke Jakarta.
Jujur saja, aku benar-benar tak pernah menduga sebelumnya. Ketika melamar pekerjaan ini empat tahun yang lalu, aku mengira tugasku hanya duduk di belakang meja.
Menganalisis kumpulan data yang dibumbui dengan deretan angka. Menghasilkan berbagai kajian, laporan, dan bahan tayang yang selalu dituntut untuk sempurna tanpa cela. Melawan dinginnya ruangan kantor pada malam hari, kala dikejar oleh deadline yang datang bertubi-tubi. Yah, sebagaimana tugas seorang analis ekonomi pada umumnya.
Ternyata aku salah besar, gumamku saat keluar dari pintu kabin bagian belakang.
Setengah berlari, kulangkahkan kakiku menuruni anak tangga. Ketika akhirnya kakiku memijak tanah Nusa Utara, aku langsung mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Alhamdulillah, sampai jua di ujung utaramu, wahai Indonesia.



Bekerja Sambil Berwisata
Bukan. Ini bukan cerita tentang liburan. Sayangnya, ini masih bagian dari rutinitas pekerjaan. Namun tolong, jangan buru-buru pindah laman. Karena masih banyak yang ingin kuceritakan kepada kalian.
Beberapa tahun yang lalu, aku ditugaskan untuk pergi ke Melonguane. Sudah pernah dengar? Aku pun tak tahu hingga mengunjunginya langsung. Bagi kalian yang malas mengetuk pintu si embah Google, biar aku jelaskan.
Melonguane adalah nama salah satu Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Jika Indonesia memiliki Sabang di ujung barat, Merauke di ujung timur, pulau Rote di ujung selatan, maka Talaud tepat berada di ujung bagian utara. Berbatasan langsung dengan negara tetangga kita, Filipina.
Saking jauhnya di ujung utara, gugusan kepulauan seluas 1.240 km2 ini bahkan memiliki jarak yang lebih dekat dengan Filipina ketimbang kota Manado di pulau Sulawesi. Talaud bukanlah daerah yang maju. Hingga saat ini, masih ada puluhan desa yang dicatat sebagai desa tertinggal oleh Pemerintah.
Jumlah penduduknya saja tidak genap 100 ribu. Kira-kira, hanya setara dengan 10 persen jumlah penduduk Jakarta Pusat, yang mencapai 900 ribuan kepala. Sepi? Sudah pasti. Aku berdoa agar kalian tidak sakit ketika berwisata ke sini. Pasalnya, hanya ada 2 RSUD kelas C di sini.
Sudah terbayang? Oke, mari kita lanjutkan.
Ceritanya aku datang ke Talaud dengan membawa misi yang mulia. Mengenalkan uang Rupiah emisi terbaru, yang diluncurkan pada 19 Desember 2016 yang lalu. Sekaligus membuka layanan bagi masyarakat, yang ingin menukar uang lamanya dengan uang baru.
Informasi mengenai uang baru, pasti akan mudah didapatkan oleh kita yang tinggal di kota besar. Namun, tidak demikian halnya dengan saudara kita di ujung Nusantara. Keterbatasan infrastruktur dan jaringan komunikasi menyebabkan arus informasi berjalan lambat. Oleh karenanya, perlu dilakukan langkah jemput bola.


Konkretnya, aku—bersama-sama dengan tim—menyelenggarakan sosialisasi tentang uang kepada adik-adik pelajar SMA se-Melonguane. Mengapa pelajar? Karena pelajar adalah cerminan masa depan bangsa. Merekalah yang perlu diajari ciri-ciri uang baru, membedakan antara uang asli dan palsu, sejarah uang, dan tentunya arti penting menabung sejak dini.
Jikalau adik-adik kita di pelosok sana pintar-pintar dan pandai mengelola uang, maka kami berharap mereka dapat membangun dan mengembangkan daerahnya. Pada gilirannya, perekonomian Talaud akan semakin maju, serta cap sebagai daerah tertinggal dapat segera ditanggalkan.
Singkat cerita, alhamdulillah, acara sosialisasi berjalan dengan sukses dan meriah. Senang hatiku kala adik-adik pelajar terlihat sangat antusias dan tertarik dengan uang baru. Rasa lelah karena tugas menjadi terbayar hingga lunas.
Nah, kalau tugas sudah selesai dan jadwal penerbangan pulang masih esok hari, kira-kira apa yang akan kalian lakukan? Yap, jalan-jalan, dong! Meski ini bukanlah liburan, tapi berwisata di sela-sela pekerjaan sah-sah saja, bukan?
Oh ya, aku belum cerita. Sebenarnya Talaud juga menyimpan berjuta keindahan dan keunikan. Seperti halnya gugusan kepulauan lainnya, Talaud juga memiliki bibir pantai yang aduhai. Selain itu, Talaud juga memiliki beberapa situs sejarah yang menarik untuk dijelajahi.
Oleh karena itu, ada dua lokasi wisata yang aku rekomendasikan untuk kalian para traveler. Siapa tahu, takdir akan membawa kalian berkunjung ke Talaud suatu saat nanti.
Pertama, jangan lupa mengunjungi pulau Sara Besar. Meskipun luasnya hanya sekitar 2 km2, pulau tak berpenghuni ini memiliki daya tarik tersendiri. Yaitu, pasirnya yang berwarna putih bersih, seputih tepung kanji. Cocok bagi kalian yang ingin menyegarkan pikiran saat lelah menghadapi rutinitas pekerjaan.






Kedua, kunjungi juga Goa Tatombatu di Desa Tarohan. Tapi jangan kaget ya, karena ini bukanlah sembarang goa. Di sana, kalian bisa mencoba selfie dengan tengkorak.
Tengkorak? Iya, tengkorak.
Bukan hanya satu, namun konon ada 33 tengkorak di sini, lengkap dengan tulang belulang yang berbaris rapi. Serem, kan?
Penasaran? Bagi kalian yang ingin tahu tips dan trik bagaimana agar bisa sampai ke pulau Sara Besar dan Goa Tatombatu, tenang saja. Pada bagian akhir artikel ini, sudah aku sisipkan tautan ulasanku mengenai keduanya. Jangan lupa dibaca, ya.




ASUS Menemaniku Tugas dan Traveling ke Luar Kota
Lho, memangnya nulis tentang traveling juga? Nulis, dong. Selain nge-blog, aku juga aktif sebagai anggota redaksi majalah internal kantorku. Satu bulan sekali, aku rapat bersama anggota redaksi lainnya untuk menentukan tema dan berbagi tugas menulis kolom.
Karena aku suka traveling, otomatis aku sering kebagian menulis tentang ulasan tempat wisata di seluruh Indonesia. Makanya, tugas ke luar kota—seperti ke Melonguane—menjadi kesempatan berharga bagiku untuk memperkaya bahan tulisan.



Nah, gawai yang wajib ada saat aku dinas ke luar kota adalah laptop. Mengapa? Tentu saja karena tugas di luar kota juga membutuhkan laptop.
Aku harus presentasi di depan adik-adik pelajar saat acara sosialisasi di Melonguane. Aku juga harus mencicil laporan kegiatan, agar ketika kembali ke kantor, tugasku semakin ringan.
Selain itu, aku juga memerlukan laptop untuk menulis ulasan tempat wisata yang aku kunjungi. Kalau bisa, menulisnya saat itu juga. Biar tidak ada yang tertinggal atau terlupa. 
Sama seperti sop buntut, artikel akan lebih enak disajikan saat masih hangat. Benar, kan?

Laptopku saat ini adalah ASUS Zenbook UX305U berwarna ceramic alloy. Dengan berbagai fitur yang ada, laptop ini sangat mendukungku ketika menjalani tugas dan berwisata ke luar kota. Ringan, ramping, bertenaga, serta mudah dibawa ke mana-mana.
Namun, ketika aku mendengar bahwa ASUS mengeluarkan seri Zenbook terbarunya, yaitu 13 UX331UAL, aku langsung kepincut. Betapa tidak, varian Zenbook terbaru ini unggul segala-galanya dibandingkan dengan laptopku saat ini. Lebih ringan, ramping, awet, dan punya performa yang lebih mumpuni.
Aku jadi membayangkan. Kalau saja aku punya ASUS Zenbook 13 UX331UAL, menjalani tugas dan wisata ke luar kota, pastinya akan terasa lebih mudah dan menyenangkan. Benar-benar menjadi laptop idamanku, deh.






Ingat Travel, Ingat ASUS Zenbook 13 UX331UAL
Nah, sebenarnya apa saja sih keunggulan dari laptop ASUS Zenbook 13 UX331UAL? Yang jelas, ada banyak sekali. Namun, biar kalian mudah mengingatnya, aku ringkas menjadi enam huruf yang gampang kalian eja: T-R-A-V-E-L. Pokoknya, ingat travel, ingat ASUS Zenbook 13 UX331UAL.


Tipis dan Elegan
Bagi kalian para traveler, tentu mendambakan laptop yang ringkas dan mudah dibawa ke mana saja. Baik menggunakan backpack ataupun tas laptop. Ini bisa kalian temui pada ASUS Zenbook 13 UX331UAL yang super tipis. Ketebalannya hanya mencapai 13,9 milimeter. Tipis banget, kan?
Selain itu, ASUS Zenbook 13 UX331UAL juga dibalut dengan desain bingkai NanoEdge yang membuatnya tambah ringkas dan elegan. NanoEdge sendiri adalah bingkai ultra tipis yang mampu memberikan rasio layar-ke-tubuh yang ideal. Tanpa halangan bezel yang dapat mengganggu aktivitas menulis kalian.
ASUS Zenbook 13 UX331UAL hadir dalam dua varian warna, yakni Deep Dive Blue dan Rose Gold (limited edition). Jikalau Blue melambangkan kecanggihan, sementara Rose Gold mencerminkan kilauan segar dan menyenangkan.
Pilih yang mana saja, aku jamin kalian akan makin percaya diri. Saat digunakan untuk presentasi, ataupun sekadar nongkrong di kedai kopi.



Ringan
ASUS Zenbook 13 UX331UAL merupakan laptop yang paling ringan di kelasnya. Beratnya saja tidak mencapai 1 kg. Tepatnya hanya 985 gram saja. Bagi para traveler, laptop yang ringan tentu akan sangat memudahkan. Gampang dibawa ke mana-mana tanpa harus merasa pegal-pegal.
Apa rahasianya? ASUS Zenbook 13 UX331UAL dibuat dari paduan magnesium-alumunium. Menjadikan laptop ini memiliki bobot 33% lebih ringan dibandingkan dengan laptop biasa. Kalau sudah ringan begini, pastinya kalian ga akan cape saat dibawa traveling.



Anti-Gelap dan Presisi
ASUS Zenbook 13 UX331UAL dilengkapi dengan keyboard backlit berukuran penuh. Membuat kalian tetap nyaman mengetik meski dalam kondisi pencahayaan yang terbatas. Fitur ini sangat berguna bagi kalian yang suka traveling ke remote area.
Seperti di Melonguane, misalnya, masih sering mati lampu pada malam hari akibat infrastruktur listrik yang sangat terbatas. Dengan fitur ini, aku tidak akan takut produktivitas terhambat, meski berada dalam kondisi yang gelap.
Layaknya koleksi laptop ASUS lainnya, Zenbook 13 UX331UAL juga memiliki jarak antartombol yang diatur secara presisi, yaitu 1,4 milimeter. Jarak ini mampu menambah kenyamanan kalian dalam mengetik. Ditambah dengan fitur palm-rejection dan multi-touch gesture yang akan meningkatkan akurasi jari tangan saat menari di atas keyboard.



Validasi Canggih
Laptop—khususnya bagi penulis dan blogger—adalah barang pribadi yang mesti dijaga keamanannya. Ga pengen, kan, ada orang lain yang mengutak-ngatik foto atau data tanpa sepengetahuan kita.
Oleh karenanya, ASUS Zenbook 13 UX331UAL sangat mengerti kebutuhan kalian. Laptop ini memiliki fitur validasi dengan menggunakan sensor sidik jari. Teknologi Windows Hello-nya juga memungkinkan kalian untuk login dengan menggunakan wajah. Lebih aman dan mudah ketimbang harus mengetikkan kata sandi. Canggih, bukan?



Energik
Laptopnya tipis, kemampuannya terbatas, dong? Eits, jangan salah. Meskipun tipis, performa ASUS Zenbook 13 UX331UAL sangat energik, karena didukung oleh prosesor Intel® Core™ i5 generasi ke-8 terbaru. Kemampuan membaca prosesornya dapat ditingkatkan hingga 4.0GHz. Ditambah dengan RAM 8GB dan storage 256GB PCIe® SSD, membuat laptop ini sangat mudah untuk diajak multitasking.
Selain itu, suara yang dihasilkan oleh laptop ini juga sangat baik, karena menggunakan teknologi SonicMaster generasi terbaru, yang telah tersertifikasi oleh Harman Kardon. Iya benar, Harman Kardon, si produsen audio yang sudah tidak diragukan lagi kehebatannya.
ASUS Zenbook 13 UX331UAL juga dilengkapi dengan teknologi Wi-Fi master. Membuat kalian dapat menikmati koneksi Wi-Fi yang lebih cepat dengan jarak yang lebih jauh. Dengan teknologi Wi-Fi Master, kalian dapat menikmati streaming video YouTube Full HD pada jarak lebih dari 300 meter. Wow!



Lebih Awet
Apanya yang awet? Ya, segala-galanya. Pertama, baterainya. ASUS Zenbook 13 UX331UAL menggunakan baterai lithium-polymer 50Wh, menjadikannya tetap menyala hingga 15 jam penuh.
Baterai ini juga tetap awet meski di-charge berulang-ulang. Memiliki masa pakai hingga 3 kali lebih lama dibandingkan dengan baterai standar. Ketika baterainya sudah terisi penuh, kalian tidak perlu khawatir untuk menggunakannya selama mungkin.



Kedua, daya tahannya. Ini yang paling menakjubkan. ASUS Zenbook 13 UX331UAL telah lolos pengujian standar daya tahan military-grade MIL-STD 810G. Bukan sembarang kuat. Meski diinjak-injak, dijadikan alat pemukul kasti, dilindas sepeda, bahkan dilindas sepeda motor, laptop ini masih mulus tanpa retak.
Ga percaya? Tonton aja videonya Raditya Dika dan Ridwan Hanif ketika menguji daya tahan ASUS Zenbook 13 UX331UAL di bawah ini.


Bagaimana? Hebat bukan? Nah, bagi kalian yang masih penasaran dengan laptop ini, kalian dapat melihat spesifikasinya pada tabel di bawah ini, atau mengunjungi website resmi ASUS di sini.

Kesimpulanku
Akhirnya kita sampai pada kesimpulan. Seperti yang sudah kubilang, ASUS Zenbook 13 UX331UAL adalah laptop yang cocok bagi kalian yang suka berpergian. Baik karena tugas, traveling, atau kedua-duanya.
Meski tipis dan ringan, laptop ini ternyata memiliki performa yang mumpuni, aman, baterai yang tahan lama, dan body yang super kuat. Mampu menunjang segala kebutuhan kalian dalam menulis dan bekerja, kala berpergian jauh dari rumah.
Hingga artikel ini dibuat, ASUS membanderolnya dengan harga Rp 14.299.000,00. Dengan segudang keunggulan yang dimilikinya, rasanya harga segitu memang pantas disematkan pada laptop ini.  Bagiku, ASUS Zenbook 13 UX331UAL benar-benar menjadi laptop idamanku dan para traveler.
Jadi, sudah ingat, kan? Ingat apa? Ya, ingat T-R-A-V-E-L, ingat ASUS Zenbook 13 UX331UAL. Jangan lupa, klik video di bawah sebelum pindah laman, ya. Selamat menonton dan sampai jumpa.


***
Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS Blog Competition dengan tema Laptop Idaman Sobat Traveler yang diselenggarakan oleh ASUS dan travelerien.com.
Ulasanku mengenai pulau Sara Besar dapat kalian lihat di sini. Sedangkan untuk Goa Tatombatu, kalian dapat membacanya di sini.




18 comments:

  1. Mantabbb asyik banget kerja sambil jalan-jalan yah bang hehhee, apalagi ditemani oleh ASUS makin mantabbb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bang, nikmatnya dinas ke luar kota itu, bisa sekalian jalan-jalan. Terima kasih sudah mampir, bang. Salam hangat.

      Delete
  2. Senangnya bisa keliling Indonesia. Kerja sambil liburan memang paket asyik ya. Kereen ini, kekuatan mepet DL aja gini bagusnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju Mba Ety, dinas ke luar kota sambil liburan ketika tugas sudah selesai memang paling asyik. Hehe. Terima kasih Mba sudah berkenan mampir. Semoga kita dapat hasil yang terbaik. Amin.

      Delete
  3. Ah keren ulasannya lengkap bgt.. dan ini di postingnya last minute ya bang.. wahahaha 😁😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, iya nih Mas Riza, deadline banget kemarin postingnya. Alhamdulillah ga lewat waktu. Terima kasih sudah berkenan mampir, Mas. Salam hangat.

      Delete
  4. wuaaa ternyata makna travel pun udah nyangkut di zenbook ya, hehhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, biar gampang diingetnya, Mba. Terima kasih sudah berkenan mampir. Salam hangat.

      Delete
  5. Wah, jalan-jalannya udah banyak banget, semoga bisa demikian :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Alhamdulillah, Mas. Kebetulan suka tugas ke luar kota. Jadi sekalian saja, ketika tugasnya sudah beres. Terima kasih sudah berkenan mampir, ya, Mas. Salam hangat.

      Delete
  6. batre awet aja sebetulnya udah cukup, klo sampe kuat dilindes motor ya bonus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget Bang Dzul. Jadi ga takut kalau-kalau tak sengaja terjatuh. Terima kasih sudah berkenan mampir, ya, Bang. Salam hangat.

      Delete
  7. Wuih itu tengkoraknya, kalo kesana sendirian agak ngeri tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meski ramai-ramai, tetep ngeri juga Mas Amir. Itu senyumnya sebenernya dipaksain. Hehe. Terima kasih sudah berkenan mampir. Salam hangat.

      Delete
  8. Dari dulu naksir Zenbook. Pas tahu ZenBook 13 yang ini, wuihhh...makin mupeeeeeng. Maklumlah, emak-emak mulai makin harus tahu menakar berat backpack. Wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat Mba Widyanti. Memang ASUS Zenbook lebih ringan dan ramping, sehingga tidak bikin pundak dan tangan pegal-pegal. Terima kasih sudah berkenan mampir, Mba. Salam hangat.

      Delete
  9. Replies
    1. Sepakat! Terima kasih sudah berkenan mampir, Mas. Salam hangat.

      Delete