Cepat, tangguh, dan kreatif. Ketiga hal itu adalah modal utama dalam mengarungi era digital. Sebuah masa ketika langkah kaki dan ketukan jari selalu dituntut untuk menghasilkan karya bermutu. Sebuah zaman tatkala pekerjaan tidak lagi disekati oleh ruang dan waktu, melainkan hasil yang akan menjadi gugus penentu.
Namun awas, jangan salah langkah! Ide brilian urung menjadi karya besar bila tidak didukung oleh perangkat jempolan. Kamu butuh gawai serba-bisa agar kecepatan, ketangguhan, dan kreativitasmu bisa terus melaju. Ya, gawai layaknya Vivobook Ultra A412DA—sebuah mahakarya ASUS keluaran terbaru.
***
Jumat petang. Aku mengelap kacamataku dengan ujung kemeja, membersihkan embun yang menempel dari lensanya. Di atas meja kerja, layar ASUS masih menyala, menampilkan enam surel yang belum kubalas. Lima dari atasan, satu dari klien. Semuanya harus rampung sebelum Senin pagi.
Aku menghela napas panjang. Akhir pekan memang tinggal hitungan jam. Ingin rasanya berlibur ke luar kota dan mengajak istri makan malam. Namun apa daya, profesionalitas kudu dijaga. Bukan apa-apa, pekerjaan kali ini memang memerlukan perhatian ekstra. Tidak bisa ditinggalkan, tidak boleh ditunda-tunda.
Maklum saja, tugas analis ekonomi memang begitu. Ada kalanya beban kerja tiba-tiba naik tajam melebihi hari-hari biasanya. Tepat seperti Agustus ini, ketika BPS merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan kedua.
Tak ayal, aku harus segera membuat analisis, menyusun kajian, dan menyerahkannya kepada atasan. Terlambat sedikit saja, alamat dapat murka. Telat sekejap saja, bisa-bisa catatan karier yang kena noda.
Ya, itulah risiko sekaligus tantangan pekerjaanku. Pekerjaan utama yang sama sekali bukan masalah bagiku lantaran sudah delapan tahun kujalani dengan gigih dan bangga.
Yang jadi persoalan adalah bilamana tugas utama datang bersamaan dengan tawaran menulis atau mengajar kelas menulis daring. Itu yang membuat aku garuk-garuk kepala. Persis seperti saat ini.
Asal tahu saja, selain analis ekonomi, aku juga berprofesi sebagai blogger. Menulis adalah caraku berbagi, menyalurkan hobi, dan meraih prestasi. Aku harus pintar-pintar menata waktu agar bisa terus berjalan lenggang di atas kedua rodanya.
Mengotak-atik data ekonomi saat siang hari, menulis artikel pada malam hari. Membuat analisis sepanjang hari kerja, merangkai kata-kata ketika akhir pekan tiba. Kira-kira seperti itulah kiatku mengakali waktu. Seru!


Kalau boleh jujur, bukan aku saja yang punya kesibukan ganda. Kaum milenial zaman sekarang juga umumnya merasakan hal yang sama. Era digital memang melahirkan banyak pejuang multitasking. Sebab di balik semua kesibukan, tersembul jutaan peluang dan pundi-pundi rezeki.
Teman-temanku, contohnya. Ada yang menjadi ibu rumah tangga merangkap penulis lepas. Ada yang berprofesi sebagai pekerja kantoran sembari merintis online shop. Ada pula yang memilih karier sebagai desainer grafis sekaligus YouTuber. Itu sudah biasa.
Hanya saja, sama seperti lika-liku kehidupan, tidak semuanya berjalan lancar. Terkadang, ada hal-hal yang harus kita korbankan. Tapi tenang saja, bukan korban perasaan, kok! Melainkan waktu senggang pada akhir pekan. Itu saja.
Azan Magrib berkumandang. Satu per satu rekan kantorku pulang. Aku masih tersudut di balik meja kerja, sibuk mencari akal agar pekerjaan bisa kelar tetapi liburan tetap bisa dilakukan. Supaya tugas lekas tuntas sambil menikmati akhir pekan yang berkualitas.
Tiba-tiba aku teringat satu hal. Sebuah istilah kekinian yang semakin ke sini semakin digandrungi kaum milenial. Satu kegiatan yang bisa menjamin pelakunya tetap produktif tanpa mengorbankan kesenangan pada akhir pekan.


Staycation! Ya, itulah solusi terbaik yang terlintas di otakku. Kalau bisa bekerja sambil berlibur, mengapa tidak?
Segera kurapihkan meja kerjaku, memasukkan ASUS ke dalam ransel, memesan ojek daring, kemudian cepat-cepat angkat kaki menuju peraduan. Dua agenda besar menunggu untuk dituntaskan: menyusun laporan ekonomi triwulanan dan mengajar kelas menulis online.
Aku semakin tak sabar. Sebab aku tahu, besok akan menjadi hari yang amat menyenangkan.



Sinar mentari jatuh di antara rimbunnya pohon palem. Embusan angin mengelus biduk air biru, mengaduk-aduk tawa anak-anak yang berenang di kolam dangkal. Kursi malas berjajar rapi di tepian, menanti untuk disinggahi para pencari kesenangan.
Sempurna! Inilah potret akhir pekan yang kudamba. Duduk bersantai di pinggir kolam, menikmati hangat matahari, menertawai riak air, sembari menyesap kopi pagi hari.
Aku mengambil ASUS dari dalam ransel, membuka lebar-lebar layar mungilnya, menekan tombolnya, kemudian membiarkan diriku larut dalam pekerjaan.
Zaman memang sudah berubah. Bekerja tidak hanya bisa dilakukan di kantor atau meja kerja saja, tetapi juga di mana-mana. Mau di kafe boleh, ingin di kedai kopi juga sah-sah saja. Pilih saja yang paling kamu suka. Sesederhana itu saja.
Bahkan, sambil bersantai di pinggir kolam renang juga bisa. Tidak perlu mahal-mahal, cukup di hotel bintang tiga saja. Seperti staycation yang kulakukan kali ini. Yang penting ide terus mengalir, yang pasti tetap bisa berkonsentrasi.
O ya, ada satu lagi. Yang pasti, di mana pun kamu bekerja, kamu perlu memerhatikan tiga “A”.


Pertama, anggaran. Selalu sesuaikan bujet dengan lokasi bekerja. Singkatnya, jangan besar pasak daripada tiang. Jangan pernah. Sebab kita tidak ingin mengorbankan satu akhir pekan semata lantas mengencangkan ikat pinggang pada minggu depannya, bukan?
Memang benar, hidup ini tidak hanya melulu diisi dengan pekerjaan. Kita juga perlu bersenang-senang agar kualitas hidup bisa berimbang. Namun demikian, aku menyarankan, lakukanlah kegiatan “senang-senang” ketika proyekmu sudah kelar. Beri dirimu penghargaan ketika invoice sudah cair. Bukan sebaliknya.
Kedua, ambience atau suasana. Ini penting, terutama bagi pekerja kreatif. Entah itu blogger, graphic designer, YouTuber, penulis, pensyair, pengarang, atau analis ekonomi sekalipun. Mengapa? Sebab suasana yang nyaman bisa mempercepat ide brilian keluar dari batok kepalamu.
Ada yang suka lantunan musik jazz di kafe, silakan. Ada yang menghindari keramaian agar konsentrasi tetap tinggi, ayo lakukan. Pilih saja suasana yang paling menunjang.
Kebetulan, saya suka sekali melihat air. Entah air kolam atau air laut. Rasanya sangat menenangkan dan menyenangkan hati. Maka dari itu, bekerja di pinggir kolam hotel menjadi pilihan saya menghabiskan akhir pekan.
Terakhir, ASUS! Untuk yang satu ini, pasti kamu setuju, kan? Pekerja digital seperti kita membutuhkan laptop yang bisa diandalkan. Yang performanya setangguh karang, tetapi tetap elok dipandang. Yang mudah dibawa ke mana saja, tetapi tetap menghadirkan fitur pengaman berteknologi juara.
Asal tahu saja, segala keunggulan itu melekat pada produsen komputer asal Taiwan ini. Jajaran laptopnya senantiasa mendapat tempat di hati pelanggan. Inovasi yang dilakukan ASUS selalu tidak tanggung-tanggung. Mulai dari desain yang ceria, performa mumpuni, bobot yang ringan, hingga bodi yang kompak.


Maka dari itu, tidak heran bila ASUS digemari oleh semua kalangan. Mulai dari pekerja hingga ibu rumah tangga. Mulai dari pebisnis online hingga content creator. Mulai dari remaja hingga mereka yang sudah tidak lagi muda.
Sebagai bukti, pemilik taglineIn Search of Incredible” ini baru saja dianugerahi Top Brand Award 2018 untuk kategori laptop. Asal tahu saja, itu adalah gelar paling bergengsi bagi produsen yang memasarkan produknya di Indonesia.
Menyabet gelar Top Brand Award tidak mudah. Untuk menentukan produsen terbaik, Majalah Marketing dan Frontier Consulting Group—selaku pemberi penghargaan—melakukan survei secara face-to-face pada konsumen di sebelas kota besar di Indonesia.
Itu membuktikan bahwa sebagian besar konsumen Indonesia memilih merek ASUS ketika mencari laptop. Dengan kata lain, ASUS menjadi top of mind di Indonesia.
“Kami sangat bangga dengan capaian ini. Segala jerih payah dan usaha kami bisa diterima dan menjadi pilihan masyarakat,” ujar Regional Director ASUS South East Asia, Jimmy Lin.
Maka dari itu, sungguh tidak keliru bila kamu mengandalkan ASUS untuk menyelesaikan pekerjaanmu. Apalagi, baru-baru ini ASUS meluncurkan VivoBook seri terbaru: Ultra A412DA. Laptop yang mendapat julukan The World’s Smallest 14 inch Colorful Notebook.
Penasaran seperti apa rupanya? Makanya, tetap di sini, ya. Jangan pindah laman. Ulasannya akan kusajikan dalam beberapa alinea ke depan.



Vivobook adalah kategori laptop ASUS yang menyajikan tiga ciri utama: ringkas, tipis, dan memiliki performa mumpuni. Sesuai tagline-nya, Vivobook Ultra A412DA adalah jenis Vivobook yang paling ringkas di kelasnya. Untuk saat ini, tidak ada yang lebih ringkas darinya.
Oleh karenanya, laptop yang satu ini cocok digunakan siapa saja. Terutama bagi mereka yang mobilitasnya tinggi. Mereka yang pekerjaannya tidak mengenal ruang dan waktu. Mereka yang kreatif, unik, dan aktif membuat konten. Atau mereka yang mengisi akhir pekannya dengan kegiatan produktif.
Ya, seperti kita semua!
Mengapa? Alasannya sederhana. Orang bermobilitas tinggi perlu didukung oleh laptop yang kompak dan ringkas. Orang seperti ini bisa bekerja di mana saja. Bisa di kafe, co-working space, atau bahkan di dalam pesawat sekalipun.


Ke mana pun mereka pergi, laptop selalu melekat pada diri. Sebab surel bisa masuk kapan saja, begitu pula dengan proyek yang harus dituntaskan sesuai tenggat waktunya. Sudah bukan zamannya membawa laptop besar dan berat. Bukan itu yang kita butuhkan.
Yang kita butuhkan adalah ASUS Vivobook Ultra A412DA, laptop ringan berbobot 1,5 kg dengan bentang layar seluas 14 inch dan tebal sekira 19,9 mm. Sudahlah ringkas, desain bingkainya juga oke punya lantaran mengusung frameless NanoEdge di keempat sisinya. Alhasil, visualisasi terasa luas dan optimal, memudahkan tugas seorang pekerja digital.
Lantas, apakah keringkasan adalah satu-satunya keunggulan ASUS Vivobook Ultra A412DA ini? Tentu saja tidak. Ada lima kriteria lain yang menjadikan laptop ini terbaik di kelasnya.



Kecil-kecil cabai rawit. Itulah frasa paling tepat untuk menggambarkan keunggulan ASUS Vivobook Ultra A412DA. Kalau ringkas atau tipis saja itu biasa. Jadi luar biasa bila didukung oleh performa yang juga oke punya.
Sejak dulu, ASUS memang begitu. Mereka sangat mengerti apa yang dibutuhkan seorang milenial produktif. Mereka juga paham bahwa sebuah karya besar perlu didukung oleh laptop berperforma gahar.
Adalah prosesor AMD Ryzen 3000 Series, baik Ryzen 3 ataupun Ryzen 5, yang menjadikan performa laptop ini luar biasa. Asal tahu saja, dunia telah mengenal AMD Ryzen sebagai prosesor bertenaga kuda. Sangat kencang dan efisien. Performa naik siginifikan, tetapi konsumsi daya tetap hemat.
AMD Ryzen 3000 Series sendiri adalah generasi ketiga dari daftar prosesor ciptaan Ryzen. Baru masuk di Indonesia pada pertengahan 2019 ini. Tanpa pikir panjang, ASUS langsung membenamkannya pada seri Vivobook Ultra A412DA.


Untuk menunjang performanya, ASUS Vivobook Ultra A412DA dilengkapi memori 4 GB DDR4 2400MHz SDRAM. Bila itu tidak cukup, kamu juga bisa meningkatkannya menjadi 16 GB melalui expansion socket yang tersedia hingga 12 GB.
Kapasitas laptop ini juga terbilang sangat besar. Kamu tidak perlu takut kehabisan space, sebab ASUS Vivobook Ultra A412DA memiliki kapasitas hingga 512GB SSD dan 1TB HDD. Alhasil, menyimpan file kerja berukuran besar tidak lagi menjadi persoalan.
Kualitas koneksi ASUS Vivobook Ultra A412DA juga tidak kalah jempolan. Adalah Wi-Fi 5 dual-band 802.11ac yang menjamin kecepatan akses internet hingga 867Mbps. Dengan koneksi Wi-Fi yang andal, kamu bisa melantaskan kreativitas tanpa batas.
Meski performanya jempolan, daya tahan laptop ini juga mengagumkan. Sebab ASUS Vivobook Ultra A412DA sudah didukung 2-Cell 37 Wh Battery, menjadikannya tahan digunakan seharian penuh. Jadi, kamu tidak perlu takut bilamana charger tertinggal.



Warna bisa menunjukkan ciri dan kepribadian seseorang. Frasa tersebut sangat dipahami ASUS ketika menciptakan Vivobook Ultra A412DA. Tidak hanya satu, ada empat pilihan warna yang bisa kamu pilih sesuai karaktermu.
Kalau kamu adalah orang yang elegan dan formal, ada baiknya kamu memilih warna Transparent Silver atau Slate Grey. Andai kamu orang yang simpel dan tidak ribet, aku menyarankan kamu memilih Peacock Blue. Sebaliknya, kamu yang energik dan ekspresif, pasti cocok dengan Coral Crush.
Apa pun pilihan warnamu, ASUS Vivobook Ultra A412DA akan menjadikan aktivitasmu lebih berwarna. Tidak percaya? Tilik saja gambar di bawah.




Pernah membeli laptop kosongan? Yang tidak memiliki operating system (OS) sama sekali, sehingga kamu perlu memasangnya terlebih dahulu. Bagaimana rasanya? Ribet, kan? Kalau saya, sih, ribet.
Sederhana saja. Kalau beli laptop, maunya langsung bisa digunakan. Buat apa beli mahal kalau OS-nya tidak terpasang sekalian?
Nah, untungnya ASUS mengerti kebutuhan kita. Vivobook Ultra A412DA sudah pre-install dengan Windows 10 asli. Kamu tidak perlu membeli dan memasang Windows lagi. Apalagi yang bajakan. Ah, jangan! Itu namanya pencurian hak intelektual.




Sering lupa password? Selamat. Aku kasih satu kabar gembira. Kalau kamu membeli ASUS Vivobook Ultra A412DA, kamu bisa mengucapkan selamat tinggal pada segala jenis password numerik dan alfabetik. Sekarang, jarimu adalah kata kuncimu.
ASUS Vivobook Ultra A412DA menggunakan teknologi fingerprint sensor. Artinya, kamu cukup menyentuhnya dengan jarimu untuk membuka laptop. Alhasil, laptop ini lebih aman dan praktis. Tidak ada orang lain yang bisa membuka, kecuali kamu sendiri.


Selain itu, laptop ini juga dibekali Windows Hello. Asal tahu saja, Windows Hello adalah sistem otentifikasi terbaik yang dimiliki laptop masa kini. Sistem ini memungkinkan login biometrik, seperti sidik jari dan wajah, untuk melindungi informasi dan data pribadi di laptop dari serangan siber.
Berkat teknologi tersebut, bekerja dengan ASUS Vivobook Ultra A412DA menjadi lebih aman dan menenangkan.




Suka atau tidak, berlama-lama bekerja di depan laptop dapat membuat jari dan lengan pegal-pegal. Bagi pekerja digital, risiko ini cukup mengganggu. Sebab berpotensi menghambat kreativitas dan durabilitas kerja.
Namun, kamu tidak perlu ragu ketika bekerja dengan ASUS Vivobook Ultra A412DA. Pasalnya, keyboard laptop ini didesain secara ergonomis, menghasilkan pengetikan yang lebih akurat, anti-selip, dan yang paling penting tidak membuat jari dan lengan pegal-pegal.
Jarak antartuts pada keyboard diatur secara begitu cermat. Masing-masing tuts berjarak 1,3 mm, memastikan kenyamanan pada saat pengetikan. Sudah begitu, keandalannya juga tidak perlu diragukan sebab masing-masing tuts telah lulus uji 10 juta kali ketik. Masa pakai jadi lebih lama.


Bila itu saja tidak cukup, ASUS Vivobook Ultra A412DA juga mengusung teknologi ErgoLift. Ketika layar dibuka, posisi laptop akan meningkat 2 derajat, sehingga menghasilkan posisi mengetik yang lebih stabil, aman, dan nyaman.
Khusus pada warna Transparent Silver, ASUS Vivobook Ultra A412DA juga dilengkapi dengan NumberPad. Selain menghadirkan kesan yang lebih elegan karena sentuhan LED-illuminated numeric keypad, NumberPad juga sangat berguna bagi kalian yang gemar bermain angka-angka.
***
Nah, itulah lima keunggulan ASUS Vivobook Ultra A412DA yang bisa kurangkum untuk kamu. Bagaimana? Pasti tak sabar untuk memilikinya, dong? Supaya makin yakin, silakan tilik spesifikasi lengkapnya lewat infografis di bawah ini.




Dalam hidup, kita harus pandai-pandai memanfaatkan setiap kesempatan. Menyikapi akhir pekan, misalnya. Hari libur yang hanya dua hari itu nyatanya bisa saya manfaatkan untuk tetap produktif, baik untuk tugas di kantor ataupun kerja sampingan sebagai blogger. Dan, tentu saja sambil liburan. Itu juga penting!
Akan tetapi, kesempatan hanya bisa kita maksimalkan dengan bantuan gawai jempolan. Untuk yang satu ini, saya tidak pernah meragukan kemampuan ASUS. Bersama ASUS, kita bisa menghasilkan jutaan karya besar. Bersama ASUS pula, kita bisa menyalurkan bakat dan mewujudkan ide brilian.


Apalagi kalau punya ASUS Vivobook Ultra A412DA. Bisa saya pastikan, The World’s Smallest 14 inch Colorful Notebook ini akan membuat hari-harimu semakin produktif dan berwarna. Maka dari itu, jangan takut menangkap setiap peluang dan kesempatan. Sebab ada ASUS yang selalu mendukungmu dari depan. [Adhi]
***
Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS Vivobook Ultra A412 AMD Wiriting Competition. Tautan artikel ini telah dibagikan pada akun Instagram penulis.
Seluruh gambar yang ditampilkan dalam artikel bersumber dari koleksi pribadi dan ASUS. Olah grafis dilakukan secara mandiri oleh penulis.


Ketika raung sirene memecah kesunyian malam, Greg menyadari keberuntungannya sudah hampir habis. Dari balik tirai jendela, Greg menyaksikan delapan mobil polisi berkejar-kejaran melintasi tanjakan, meliuk-liuk di kelokan, kemudian berhenti tepat di depan lobi rumahnya. Tak berapa lama, sesosok polisi berbadan gempal dengan sepucuk laras panjang keluar dari balik kemudi seraya memberi komando kepada satuannya untuk segera membentuk formasi siaga.
Kalian pasti mencari Flo, tebak Greg. Percuma saja, dia sudah tak bernyawa.
Sebagai orang yang telah banyak merasakan kemenangan, Greg selalu termotivasi oleh pencapaian. Pengusaha muda terbaik Asia dan filantropi paling berpengaruh di Indonesia adalah dua dari puluhan prestasi yang pernah diraihnya. Kekayaan Greg setara dengan Hotman Paris Hutapea, pengacara tersohor se-Indonesia. Di Jakarta saja, Greg punya dua belas properti dan lima belas bengkel mobil mewah.
Akan tetapi, semua kegemilangan tersebut tidak pernah membuat Greg merasa benar-benar puas. Sebab masih ada satu trofi yang hingga kini tidak kunjung—atau lebih tepatnya tidak akan pernah—menghiasi etalasenya: Flo.
Flo memang berbeda dengan puluhan wanita yang pernah singgah-satu-malam di ranjang empuk milik Greg. Sekretaris bank berwajah manis yang dikenal Greg lewat Instagram itu sama sekali tidak gila harta. Kendatipun Greg punya segalanya, Flo tetap tidak suka. Walaupun Greg berulang kali mengiming-iminginya dengan harta, Flo tetap bergeming.
Bagi Flo, cinta tidak bisa dipaksa dan harta bukanlah segala-galanya. Sebab gaji Flo sudah cukup untuk mencicil apartemen di pusat kota dan membeli BMW Seri 3 bekas. Lagi pula, Flo juga sudah bertekad untuk hidup seorang diri hingga maut menjemputnya kelak. Memiliki pasangan tidak pernah sekali pun terlintas dalam benaknya.
Satu waktu, Greg pernah memberi Flo kejutan. Greg menyewa papan reklame digital yang terletak di seberang kantor Flo selama sebulan penuh. Setiap hari, papan reklame tersebut menampilkan video animasi pernyataan cinta Greg kepada Flo. Setiap hari pula, Greg mengirim bunga dan boneka beruang ke meja kerja Flo. Tepat pada hari ketiga puluh, kunci Ferrari 488 berpita merah jambu ia antarkan langsung ke hadapan Flo. Singkat kata, Greg menembak Flo dengan cara takbiasa.
Sayangnya, Flo menanggapi dengan cara yang juga tidak biasa. Flo tetap teguh pada pendiriannya. Keputusannya untuk tidak mencintai lelaki mana pun sudah bulat. Kariernya jauh lebih penting ketimbang menjadi tuan putri di istana pengusaha kaya raya macam Greg. Flo menolak Greg, termasuk embel-embel harta yang mengiringinya.
Penolakan demi penolakan yang dilancarkan Flo lama-lama membuat Greg menjadi gila. Baru kali ini, Greg kesulitan mendapatkan apa yang diinginkannya. Baru kali ini pula, Greg kepayahan memperoleh apa yang diangankannya. Greg putus asa dan setan menguasai pikirannya.
Kalau aku tidak bisa mendapatkan cintanya Flo, maka tidak boleh ada seorang pun yang bisa, pikir Greg.
Jauh sebelum polisi menyambangi rumahnya malam ini, tepat lima bulan lalu, sekira pukul sebelas malam, Greg mengemudikan Hummer-nya kencang-kencang. Tangan kanannya memegang setir, tangan kirinya menggenggam sebotol Jack Daniel’s. Di bawah pengaruh alkohol, Greg membulatkan tekad: menabrak Flo yang sedang berkendara pulang hingga tewas.
Sayangnya, Greg sukses besar.
Setelah peristiwa pembunuhan itu terjadi, Greg paham, ia tidak bisa selamanya bersembunyi. Pagi tadi, Greg mendapat kabar bahwa polisi telah menemukan bangkai mobil Flo yang disembunyikannya di salah satu bengkelnya di bilangan Kemang. Greg sudah punya firasat, polisi akan menyusulnya ke Tomohon malam ini juga. Firasat yang kini sudah terbukti benar dan harus ia hadapi seorang diri.
Seorang diri? Tentu saja tidak!
Greg segera mengambil ponselnya dan mencari nama Hotman Paris Hutapea di antara daftar kontak. Greg paham, ia sangat membutuhkan jasa Pengacara 30 Miliar itu untuk memenangi perang di meja hijau dalam beberapa bulan ke depan. [Adhi]
***
Sebelum saya menggenapi tantangan Mas Khrisna, ada dua catatan yang perlu saya utarakan. Pertama, kata “dan” pada judul seharusnya diawali dengan huruf nonkapital. Saya tahu itu. Akan tetapi, saya tidak tahu cara mengaturnya di blog. Sistem penamaan judul di blog saya secara otomatis mengubah huruf pertama dari setiap kata menjadi kapital. Jadi, mohon dimaklumi.
Kedua, terkait nama tokoh, saya kurang nyaman dengan F dan G. Tidak enak dibaca. Maka dari itu, F saya ganti dengan Flo. Sedangkan G saya ubah menjadi Greg. Itu saja.
Sekarang, izinkan saya mengurai kalimat aktif dan pasif yang saya gunakan pada artikel di atas.
Pertama, kalimat aktif. Sesuai maknanya, kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan. Yang paling mudah, Mas Khrisna bisa mendapatinya pada kalimat berikut.
Singkat kata, Greg menembak Flo dengan cara takbiasa.
Pada kalimat di atas, Greg berperan sebagai subjek. Sebaliknya, Flo berperan sebagai objek. Greg melakukan pekerjaan berupa “menembak”. Sedangkan Flo, berperan sebagai objek, “ditembak” oleh Greg.
Kedua, kalimat pasif. Kebalikan dari kalimat aktif, subjek pada kalimat dikenai pekerjaan. Contohnya seperti potongan kalimat berikut.
…Greg selalu termotivasi oleh pencapaian.
Pada kalimat di atas, Greg berperan sebagai subjek yang dikenai pekerjaan bernama “termotivasi”. Kalau mau diubah menjadi kalimat aktif, maka kalimatnya menjadi sebagai berikut.
Pencapaian selalu memotivasi Greg.
Tuntas dengan kalimat aktif dan pasif, sekarang kita beralih kepada kata penghubung antarkalimat dan intrakalimat.
Kalau aku tidak bisa mendapatkan cintanya Flo, maka tidak boleh ada seorang pun yang bisa, pikir Greg.
Pada kalimat di atas, kata “maka” berfungsi sebagai kata penghubung intrakalimat.
Akan tetapi, semua kegemilangan tersebut tidak pernah membuat Greg merasa benar-benar puas.
Sedangkan frasa “akan tetapi” pada kalimat di atas berperan sebagai kata penghubung antarkalimat.
Terakhir, kalimat majemuk setara ditunjukkan pada kalimat berikut.
Greg putus asa dan setan menguasai pikirannya.
Kalimat di atas sejatinya terdiri dari dua kalimat yang setara. Greg putus asa. Setan menguasai pikirannya. Lantaran digabung, maka kalimat tersebut menjadi kalimat majemuk setara.
Berhubung 15 menit lagi sudah tenggat, saya cukupkan saja. Khawatir mendapat pengurangan skor. Saya tunggu ulasan pedasnya ya, Mas!



Sejauh-jauh burung terbang, pasti akan kembali jua ke sarang.
Peribahasa klasik itu selalu terngiang di kepala setiap kali saya mencari hunian. Meskipun zaman sekarang banyak bertebaran brosur perumahan, tetapi mencari “sarang” yang selalu dirindukan bukanlah perkara gampang.
Awas, jangan asal-asalan! Sebab kalau salah pilih, hidup pun jadi tidak tenang.
***
Mencari hunian ibarat mencari jodoh. Bila tidak ingin sakit hati dan hidup sengsara di kemudian hari, kita harus cermat dalam memilih. Sebab kita pasti menginginkan rumah yang ditinggali nanti, bisa membuat hati tenteram dan pikiran tenang ketika tiba saatnya untuk kembali pulang.
Baru-baru ini, Chandra, teman kantor saya, curhat. Ia mengatakan, sertifikat rumahnya tidak kunjung selesai meski cicilannya sudah enam bulan usai. Begitu ditanya ke bank, katanya masih dalam proses pemecahan oleh pengembang.
Tak ayal, ia pun tidak bisa tidur tenang memikirkan nasib bukti kepemilikan asetnya yang hingga kini belum jua terang-benderang.
Lain Chandra, lain pula Rama. Sahabat sejati saya sejak SMP ini mengaku deg-degan. Bukan apa-apa. Pembangunan rumahnya belum juga rampung meski kini sudah memasuki tahun ketiga. Dulu, ketika pertama kali membeli, pengembang menjanjikan rumahnya bisa selesai dalam tempo dua tahun.
Namun kenyataan yang terjadi sungguh jauh berbeda. Janji tinggal janji. Dengan alasan kesulitan keuangan, pengembang meminta waktu kepada Rama paling tidak setahun lagi. Rama pun mesti memeram harapannya untuk segera tinggal di rumah impian.



Dua cerita teman saya menjadi pelajaran yang sangat berarti. Khususnya bagi saya pribadi, yang hingga kini belum memiliki rumah sendiri. Bila saatnya nanti, persoalan semacam tadi harus dipertimbangkan dalam-dalam, di samping faktor preferensi atau selera semata.
Seperti halnya mencari pasangan, memilih hunian juga punya kriteria tertentu. Kalau bisa, seluruh kriterianya terpenuhi agar bisa menunjang segala aktivitas yang kita lakukan sehari-hari.
Berkaca dari hasil survei Rumah.com bertajuk Property Affordability Sentiment Index Indonesia H1 2019, ada 5 pertimbangan besar warga Indonesia dalam membeli properti.


Secara berurutan, pertimbangan tersebut adalah (i) jarak ke fasilitas transportasi umum; (ii) jarak ke tempat kerja; (iii) dekat rumah sakit/klinik; (iv) keamanan; dan (v) lingkungan ramah anak.
Dari kelima kriteria tersebut, kita pun bisa menyimpulkan. Masyarakat mulai menyadari bahwa mencari hunian ideal di pusat kota terasa semakin sulit. Oleh karena itu, keberadaan hunian yang dekat dengan transportasi umum, meskipun agak sedikit jauh dari pusat kota, semakin diminati oleh masyarakat.
Kalau Anda bagaimana? Setuju dengan kelima faktor di atas?
Terlepas dari apa yang menjadi pertimbangan Anda dalam memilih hunian, pertanyaannya sebenarnya adalah, adakah pengembang yang menghadirkan kelima faktor di atas dalam satu kawasan hunian?
Boleh jadi tidak banyak. Sebab ada yang lokasinya dekat dengan jalan tol, tetapi jauh dengan rumah sakit. Saat keamanannya sudah terjamin, ternyata lingkungannya jauh dari kata ramah anak.
Apa benar begitu? Tenang. Jangan buru-buru khawatir, apalagi berburuk sangka. Tidak banyak bukan berarti tidak ada.
Oke. Saya beri satu kabar gembira. Ada sebuah kawasan hunian yang tidak hanya memenuhi seluruh kriteria di atas, tetapi juga memberikan ketenangan lantaran kredibilitas pengembangnya tidak perlu diragukan lagi. Di sana, kisah pilu memilih hunian seperti Chandra dan Rama tidak akan Anda temukan.
Penasaran? Kunjungi saja Kota Wisata Cibubur. Niscaya Anda akan menemui sejuta pesona yang senantiasa lekat dalam jiwa. Namun sebelum itu, silakan simak ulasannya dalam beberapa alinea ke depan.



Kota Wisata Cibubur merupakan sebuah ikon hunian terbaik di kawasan Cibubur. Bagi Anda yang tinggal atau bekerja di area Jabodetabek, nama Kota Wisata Cibubur tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Ya, kawasan hunian ini memang sudah berdiri sejak lama, tepatnya akhir tahun 1996.
Boleh dibilang, pesatnya perkembangan Cibubur hingga menjadi salah satu kota satelit Jakarta adalah buah dari pembangunan Kota Wisata Cibubur. Kembali ke awal 1990-an, Cibubur boleh jadi tidak dikenal orang. Namun sejak Kota Wisata Cibubur dibuka, Cibubur perlahan menjelma sebagai kota terlengkap di selatan Jakarta.
Nah, supaya tidak penasaran, silakan berkeliling di kawasan hunian nomor satu di Cibubur lewat sajian video berikut ini.


Andil besar Kota Wisata Cibubur dalam pembangunan daerah tidaklah mengejutkan. Sebab Kota Wisata Cibubur dibangun oleh pengembang jempolan yang telah memiliki rekam jejak apik di sektor properti dalam negeri, yakni Sinar Mas Land.
Sejak dulu, Sinar Mas Land memang tidak pernah main-main ketika mendirikan kawasan hunian. Anda boleh cek sendiri. Sinar Mas Land tidak hanya membangun kawasan residensial saja, tetapi juga menghidupi sederet elemen penunjang seperti kawasan bisnis dan komersial, hiburan dan rekreasi, pendidikan, dan kesehatan.
Prinsip itu diejawantahkan Sinar Mas Land ketika mengembangkan Kota Wisata Cibubur. Alhasil, di area seluas 750 hektare ini, Anda bisa menemukan sejuta pesona. Tidak hanya hunian yang sangat lengkap dan nyaman untuk ditinggali, Anda juga akan menjumpai peluang berinvestasi yang sulit ditandingi.


Sebagai bukti, beberapa waktu lalu Kota Wisata Cibubur mendapat penghargaan Consumer Choice Award (CCA) 2017 untuk kategori The Most Popular Landed in Cibubur. Acara penghargaan bergengsi tersebut digelar oleh Rumah123.com yang bekerja sama dengan Kompas.com, Majalah SWA, dan SARS.
Lantaran tertarik dengan pesona Kota Wisata Cibubur, beberapa waktu lalu saya berkunjung langsung ke sana. Sambil jalan-jalan, siapa tahu bisa menemukan hunian yang cocok untuk masa depan.
Ternyata, prediksi saya tidak salah. Dari catatan saya, setidaknya ada beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Kota Wisata Cibubur. Tanpa berpanjang lebar, mari kita ulas satu per satu.



Letak Kota Wisata Cibubur terbilang sangat strategis. Jaraknya hanya sekitar 6 kilometer dari gerbang tol keluar Cibubur. Dari pusat kota Jakarta, jaraknya hanya sekitar 40 kilometer, dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat melalui Tol Jagorawi selama 30 hingga 40 menit saja.
Selain bisa diakses melalui Tol Jagorawi, tahun depan Kota Wisata Cibubur juga bisa diakses melalui Tol Cimanggis—Cibitung (Jakarta Outer Ring Road) yang hingga saat ini masih dalam proses pembangunan.
Bahkan, kalau tidak aral melintang, pada akhir tahun ini kita juga bisa mengunjungi Kota Wisata Cibubur dengan menggunakan moda transportasi lintas raya terpadu (LRT) jurusan Cawang—Cibubur. Pembangunan LRT sendiri sudah hampir rampung. Agenda uji coba perdana direncanakan pada September mendatang.


Bagi Anda yang bekerja di Jakarta, di Kota Wisata Cibubur juga sudah tersedia Feeder Busway dan berbagai layanan bus premium yang siap mengantarkan Anda ke beberapa titik di pusat kota, yaitu Senayan, Semanggi, Sudirman, Grogol, hingga bandara Soekarno-Hatta.
Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir dengan kebijakan ganjil-genap yang kini rutin diberlakukan di Jakarta.
Untuk urusan rekreasi, Kota Wisata Cibubur juga dekat dengan sejumlah wana wisata kelas satu. Di antaranya adalah Taman Buah, Bumi Perkemahan Cibubur, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Bagi Anda yang suka berakhir pekan di mal, lokasi Kota Wisata Cibubur juga relatif dekat dengan sejumlah mal di Cibubur.



Hal yang paling kentara ketika Anda memasuki Kota Wisata Cibubur adalah tata kawasan yang ramah lingkungan. Sepanjang jalan, Anda akan menemukan pepohonan hijau nan rindang yang ditata cantik di kanan dan kiri jalan. Hati dan pikiran pun menjadi tenang lantaran udara yang dihirup terasa lebih segar.
Pepohonan rindang tidak hanya bisa Anda temukan di ruas jalan utama saja, tetapi juga ketika memasuki cluster hunian. Taman-taman kecil yang tersedia di setiap bundaran dan sudut cluster juga menambah suasana nyaman bagi siapa saja yang melintas.


Tata kawasan Kota Wisata Cibubur memang sangat cocok bagi Anda yang mendambakan kawasan hunian berkonsep hijau. Di sini, Anda bisa berolahraga dengan berjalan kaki atau berlari di sepanjang trotoar dan sudut jalan yang sangat asri.
Ruas jalan yang dibangun di area Kota Wisata Cibubur juga diatur dengan cermat. Kalau boleh jujur, jarak antarjalan terasa sangat luas. Masing-masing ruas terdapat jalur cepat maupun lambat, sehingga cukup untuk dilalui enam kendaraan roda empat secara bersamaan.
Jalan di area cluster hunian pun sama saja. Di Kota Wisata Cibubur, Anda tidak akan menemukan kata sumpek, lantaran lebar jalan yang terasa sangat lega. Sehingga menyisakan ruang untuk area penanaman vegetasi dan sirkulasi udara yang baik di sudut jalan.



Sejak dulu, Kota Wisata Cibubur memang terkenal dengan ragam tipe hunian yang sangat nyaman untuk ditinggali. Hingga kini, sedikitnya sudah ada 48 cluster yang tersedia di kawasan Kota Wisata Cibubur. Beberapa yang masih gres di antaranya adalah Nashville, New Visalia, Bellwood, dan Nebraska.
Untuk menunjang kenyamanan dan menjamin keamanan penghuni yang tinggal di area cluster, Kota Wisata Cibubur menerapkan one gate system security. Artinya, seluruh penghuni maupun tamu akan memasuki area hunian dari satu pintu gerbang utama yang dijaga oleh pengamanan selama 24 jam penuh.
Dari berbagai cluster yang ada, yang paling anyar adalah Nashville. Areanya masih dalam proses pembangunan. Ketika berkunjung ke sana, saya menyaksikan langsung betapa cantiknya desain hunian berlantai dua ini, lewat rumah contoh yang sengaja dibangun untuk menuntaskan rasa penasaran calon penghuni.


Nashville terdiri dari 5 tipe. Mulai dari tipe 100, 129, 137, 166, hingga yang paling besar yaitu tipe 220. Pada tipe yang paling kecil, tersedia 3 kamar tidur yang cukup luas. Satu kamar tidur di lantai satu, dan dua kamar tidur lainnya terletak di lantai dua. Cocok bagi Anda yang baru menikah atau memiliki anak.
Sedangkan pada tipe 220, tersedia empat kamar tidur utama dan satu kamar tidur untuk asisten rumah tangga. Area parkir pun lebih luas, cukup untuk menampung hingga 3 unit mobil. Semua tipe di cluster Nashville memiliki taman di belakang, sehingga menambah rasa nyaman dan menjamin kesehatan keluarga.
Di area cluster Nashville ini, rencananya akan dibangun sebanyak 155 unit rumah. Bila tertarik, Anda bisa memiliki hunian bergaya modern dan minimalis ini dengan harga mulai dari kisaran Rp 1,5 miliar. Silakan hubungi kantor pemasaran Kawasan Wisata Cibubur untuk info lebih lanjut.



Bukan hanya hunian yang nyaman, Kota Wisata Cibubur juga memiliki sederet kawasan komersial yang siap menjadikan investasi Anda terus berkembang. Pada umumnya, kawasan komersial ini terletak di bagian depan di sepanjang ruas jalan utama.
Tidak perlu banyak waktu untuk menilai bahwa kawasan komersial Kota Wisata Cibubur memang sangat menjanjikan. Karena Anda bisa menemukan beragam ruko terisi yang menawarkan berbagai kebutuhan penunjang. Mulai dari kuliner, kebutuhan rumah tangga, bengkel, apotek, hiburan, hingga pendidikan.
Peluang bisnis di Kota Wisata Cibubur juga sangat potensial. Selain memiliki puluhan ribu penghuni yang tinggal di kawasan residensial, Cibubur juga dikenal sebagai kawasan yang sedang berkembang. Pembangunan jalan tol dan pusat hiburan di area sekitar turut meningkatkan nilai investasi yang Anda tanamkan.


Layaknya kawasan hunian, kawasan komersial di Kota Wisata Cibubur juga memiliki beragam nama. Mulai dari Oregon Square, Madison Square, hingga Boston Square.
Yang paling terkini, Kota Wisata Cibubur baru saja memasarkan kawasan bisnis bernama Comm Park, tepatnya pada 28 Juli 2019 kemarin. Selain deretan ruko menjanjikan, Comm Park juga menyediakan fasilitas pergudangan yang bisa Anda manfaatkan untuk menunjang operasional bisnis.
Harga per unit ruko yang ditawarkan di Comm Park pun cukup terjangkau. Mulai dari Rp 1,4 miliar saja, Anda bisa menggarap potensi pasar yang begitu besar. Pebisnis andal, tentu tidak akan melewatkan peluang investasi yang sungguh menggiurkan ini.



Ketika memilih sebuah hunian, khususnya bagi pasangan muda, sebaiknya kita mempertimbangkan prospek ke depan. Salah satu hal yang menjadi pertimbangan krusial adalah ketersediaan fasilitas pendidikan di sekitar kawasan hunian.
Sebab bilamana Si Buah Hati sudah memasuki usia sekolah, kita tidak perlu repot lagi mencari sekolah. Hati menjadi tenang, tumbuh kembang dan masa depan anak pun tidak dipertaruhkan.
Kota Wisata Cibubur adalah kawasan hunian yang sangat paham dengan kebutuhan pendidikan penghuninya. Karenanya, ada sejumlah fasilitas pendidikan dari berbagai jenjang yang bisa Anda temui, baik di dalam ataupun di sekitar area kawasan hunian.


Untuk jenjang pendidikan anak usia dini, ada sejumlah lembaga prasekolah seperti Kinderfield Cibubur dan Maple Preschool. Sedangkan untuk tingkat SD hingga SMA, ada sejumlah nama sekolah yang sudah tidak asing di telinga, yakni BPK Penabur, Sekolah Islam Fajar Hidayah, Sekolah Katolik BHK, dan Sekolah Islam Al-Azhar.
Lantas, bagaimana dengan perguruan tinggi? Tenang. Ada Universitas Terbuka Kota Wisata Cibubur yang siap mencetak pemuda-pemuda unggul demi masa depan yang lebih baik.



Sebagai umat beragama, kita diwajibkan untuk beribadah. Untuk memenuhi kebutuhan rohani para penghuni dan pejalan yang berwisata, Kota Wisata Cibubur juga telah menyediakan fasilitas ibadah di dalam kawasan.


Bagi umat muslim, ada Masjid Darussalam yang letaknya bersebelahan dengan Sekolah Islam Fajar Hidayah. Selain beribadah, di sini Anda juga bisa membeli rupa-rupa kudapan di area food stall yang masih berada di dalam area masjid. Keamanannya pun terjaga karena telah dilengkapi dengan electronic parking system.
Sedangkan untuk umat Krisitiani, tersedia Gereja Maria Bunda Segala Wisata yang terletak di sebelah area cluster Monaco. Untuk mempermudah pendidikan agama kepada anak, letak bangunan gereja berada dalam satu area dengan Sekolah Katolik BHK.



Meski setiap orang tidak menginginkan sakit, kita harus tetap berjaga-jaga untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk. Salah satu caranya adalah dengan memilih hunian yang dekat dengan fasilitas kesehatan.
Di Kota Wisata Cibubur, Anda tidak perlu khawatir. Sebab kawasan hunian ini telah dilengkapi dengan sederet fasilitas kesehatan nomor wahid. Ketika tubuh sakit atau memerlukan tindakan medis, seperti pada saat mengandung dan melahirkan, Anda pun bisa bernapas dengan tenang.


Saat badan pegal-pegal karena terserang flu, Anda bisa ke Kota Wisata Medical Center. Tatkala membutuhkan perawatan kulit dan kecantikan, silakan mengunjungi Eskin Clinic. Bahkan ketika ingin memasang kawat gigi atau sekadar membersihkan karang gigi, segera arahkan kemudi ke Klinik Gigi Damessa.
Di atas itu semua, Kota Wisata Cibubur juga memiliki Eka Hospital Cibubur. Sebuah rumah sakit berkelas internasional dengan ketersediaan dokter ahli dan fasilitas yang lengkap. Mulai dari jantung, saraf, ibu dan anak, hingga instalasi gawat darurat. Lengkap, bukan?



Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Kota Wisata Cibubur memiliki banyak sekali ragam kuliner dan pusat perbelanjaan yang bisa Anda manfaatkan. Dengan begitu, Anda tidak perlu jauh-jauh pergi ke luar kawasan ketika tiba waktunya belanja bulanan.
Perihal kuliner, sudah ada dua franchise ternama yang beroperasi di Kota Wisata Cibubur, yakni Burger King dan McDonald’s. Di samping itu, ada juga puluhan restoran dan rumah makan yang tersedia di berbagai ruko di sepanjang kawasan komersial.
Mau apa saja ada. Mulai dari sajian lokal, tradisional, hingga internasional seperti Japanese, Korean, dan Western Food. Sebagai gambaran, saya yang lidahnya cocok dengan kuliner Sunda, bisa mampir ke Rumah Makan Saung Alam Sunda.


Ketika berkunjung ke Kota Wisata Cibubur, saya sempat merasakan nikmatnya sajian nasi liwet khas Saung Alam Sunda. Ditambah dengan ayam bakar dan tumis kangkung, siapa pula yang tidak tergugah seleranya?
Untuk urusan belanja kebutuhan sehari-hari, Anda tidak perlu khawatir. Sebab di Kota Wisata Cibubur sudah tersedia Hero. Selain itu, ada juga sejumlah Alfamart dan Indomaret yang berjejer di sepanjang ruko di kawasan bisnis.
Nah, bagi yang senang berbelanja sekaligus berwisata, Anda juga bisa ke Kampung China. Selain menjual pernak-pernik khas Negeri Panda, kawasan Kampung China juga menyuguhkan spot foto yang instagrammable. Cocok untuk dijadikan tujuan jalan-jalan sore pada akhir pekan.



Agar tubuh tetap sehat dan kuat, kita harus rajin berolahraga. Biasanya, pusat kebugaran adalah tempat berolahraga yang paling nyaman. Hanya saja, pusat kebugaran di kota-kota besar seringkali tidak lengkap.
Kalau gym, ya, gym saja. Kalau renang, ya, renang saja. Jarang sekali ada yang menyuguhkan beragam jenis olahraga dalam satu tempat. Alhasil, biaya untuk berolahraga pun menjadi lebih mahal.
Di Kota Wisata Cibubur, Anda tidak perlu bayar mahal. Sebab Kota Wisata Cibubur punya yang namanya Kota Wisata Sport Club & Spa. Di sini, Anda cukup membayar satu annual fee untuk mendapatkan beragam fasilitas olahraga yang menyehatkan.


Untuk renang saja, Kota Wisata Sport Club & Spa memiliki tiga jenis kolam. Ada yang tipe olympic, orang dewasa, hingga anak-anak. Selain itu ada pula beragam arena olahraga lainnya seperti futsal, tenis, bulu tangkis, squash, biliar, tenis meja, basket, dan jogging track.
Jangan lewatkan pula kelas gym dan aerobik dengan instruktur andal, yang jadwalnya tersedia hampir setiap hari. Tatkala badan pegal-pegal akibat bekerja atau berolahraga, Anda pun bisa memanfaatkan fasilitas spa untuk mengendurkan kembali otot-otot yang tegang.



Daya pikat dan pesona Kota Wisata Cibubur memang membuat waktu terasa cepat berlalu. Tidak terasa, sudah hampir seharian saya berputar-putar mengelilingi Kota Wisata Cibubur.
Ternyata, apa yang diberitakan di media dan diserukan oleh orang-orang memang benar adanya. Kota Wisata Cibubur adalah kawasan hunian yang sungguh memesona. Di samping ketersediaan fasilitas yang sangat lengkap, ikon hunian di Cibubur ini juga menyuguhkan tata kawasan hijau yang indah lagi berseri.
Tak heran, saya pun betah berlama-lama menikmati sejuknya udara di sini. Benar-benar kawasan residensial impian yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan menjamin masa depan yang lebih baik.


Akhir kata, seperti Anda yang gigih membaca artikel ini, saya pun jadi punya satu mimpi. Ya, apalagi kalau bukan memiliki satu hunian di Kota Wisata Cibubur? Mimpi yang kini harus saya perjuangkan untuk meraih indahnya masa depan.
Untuk itu, mari kita saling mendoakan. Semoga dalam beberapa waktu ke depan, saya dan Anda diberi kelancaran rezeki oleh Tuhan agar dapat segera merasakan indahnya sejuta pesona di Kota Wisata Cibubur. Setuju? [Adhi]
***
Artikel ini diikutsertakan dalam Kota Wisata Cibubur Blog Competition yang diselenggarakan oleh Kota Wisata Cibubur.


Setiap foto yang ditampilkan dalam artikel ini bersumber dari koleksi pribadi, website Kota Wisata Cibubur, dan sumber-sumber lainnya yang namanya telah dicantumkan pada masing-masing gambar.
Olah grafis dilakukan secara mandiri oleh penulis. Sedangkan video bersumber dari saluran YouTube milik Kota Wisata Cibubur.