Beranda

Navigation Menu

Bijak Bertransaksi Non Tunai dengan Mengenali Risiko Kejahatan Kartu

Transaksi non-tunai (harusnya) semakin digemari masyarakat, jika bangsa ini ingin maju. Bank Indonesia dan Pemerintah juga terus menggalakkan penggunaan instrumen non-tunai dalam setiap transaksi pembayaran, khususnya Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) dan Uang Elektronik (UE). Sebagai konsumen, sudahkan Anda tahu apa saja risikonya?

Gambar 1 Sudahkan Anda Mengetahui Risiko Penggunakan APMK dan UE? | Sumber Ilustrasi : realexpayments.com

Penggunaan instrumen pembayaran non tunai khususnya APMK (Kartu Kredit, Kartu ATM, dan Kartu Debit) dan UE di Indonesia semakin meningkat. Perkembangan transaksi Kartu ATM di tahun 2016 tercatat meningkat, baik dari sisi volume transaksi (13,60%, yoy), maupun nominal transaksi (14,83%, yoy). Untuk UE sendiri, pertumbuhannya lebih menggembirakan, yakni sebesar 27,55% (yoy) untuk volume transaksi dan sebesar 33,71% (yoy) untuk nominal transaksi. Dari komposisi jumlah instrumen yang beredar, Kartu ATM/Debit masih mendominasi dengan proporsi sebesar 62%, diikuti dengan UE (25%), Kartu Kredit (9%), dan Kartu ATM (4%).

Gambar 2 Indikator Perkembangan APMK dan UE | Sumber : Bank Indonesia (diolah)

Transaksi non tunai sejatinya menghadirkan banyak manfaat bagi setiap pihak. Dari sisi pemerintah, transaksi non tunai memberikan jaminan akuntabilitas bagi penggunaan anggaran kepada publik serta mencegah praktik korupsi. Bagi penyedia jasa keuangan, transaksi non tunai diharapkan mampu menurunkan biaya pengelolaan uang tunai (cash handling) dan merupakan sumber dana murah. Bagi konsumen, penggunaan instrumen non tunai akan semakin memudahkan proses transaksi karena tidak perlu membawa uang tunai yang relatif memiliki risiko tinggi. Bagi ekonomi nasional, penggunaan instrumen non tunai akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mendorong terjadinya inklusi keuangan (Global Insight, 2013).

Keuangan inklusif sendiri merupakan sebuah cita-cita besar bangsa ini. Melalui Perpres No.82 Tahun 2016 tanggal 1 September 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif, Pemerintah menargetkan 75% penduduk Indonesia menjadi banked people. Sebagai informasi, survey Global Financial Index menyebutkan bahwa pada tahun 2014 jumlah banked people di Indonesia masih berada di posisi 36,1%. Sebuah pekerjaan rumah yang tidak mudah bagi Pemerintah dan otoritas lainnya.

Di tengah berkembangnya dunia teknologi dewasa ini, risiko kejahatan (fraud) terhadap transaksi pembayaran non tunai semakin membayangi. Cerita sukses peretas yang berhasil menggondol USD 81 juta dari Bank Sentral Bangladesh tahun lalu merupakan salah satu contoh nyata yang terjadi di dunia. Dalam kolom pembaca di surat kabar, coba kita perhatikan, berapa banyak jumlah pengaduan konsumen yang memberitakan kerugiannya karena kartu kreditnya dibelanjakan meskipun tidak pernah merasa bertransaksi. Atau jangan-jangan Anda adalah salah satunya?

Strategi promosi oleh penyedia jasa keuangan terhadap produk APMK dan UE biasanya tidak diimbangi dengan edukasi yang mumpuni tentang penggunaannya. Sebagai contoh, apakah Anda tahu bahwa membayar dengan cara menitipkan kartu debit pada seorang pramusaji merupakan salah satu contoh perilaku yang salah dalam menggunakan kartu? Atau apakah Anda tahu bahwa tidak seperti tabungan di bank, dana yang tersimpan dalam UE tidak dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)? Artikel ini akan mencoba mengajak Anda untuk lebih bijak dalam menggunakan kartu dengan mengenali berbagai risiko kejahatannya.

Double Swipe (Gesek Ganda)
Setelah menggesek di mesin Electronic Data Capture (EDC), seorang kasir mini market menggesek kembali kartu kredit Anda di mesin kasir. Saat itu juga Anda harus bilang “Stop!” Seluruh data kartu kredit tersimpan dalam pita magnetic berwarna hitam yang berada di bagian belakang kartu kredit. Data ini meliputi nama pemegang kartu, tanggal lahir, nomor kartu, masa berlaku kartu, Card Verification Value (CVV) (tiga angka kode verifikasi di belakang kartu). Begitu kartu kredit Anda digesek di mesin kasir, maka mesin akan membaca data tersebut secara telanjang tanpa dienkripsi terlebih dahulu. Ini sudah cukup bagi para peretas untuk berbelanja on-line dengan menggunakan data di kartu tanpa harus melihat kartu Anda.

Gambar 3 Double Swipe | Sumber Ilustrasi : nationalgrocers.org
Sebenarnya si kasir hanya ingin memperoleh data nama dan sebagian nomor kartu kredit Anda (biasanya empat angka terakhir nomor kartu kredit disamarkan) untuk bisa mencetak struk belanja. Namun, tidak ada jaminan bahwa data yang disimpan dalam sistem informasi mini market tidak akan dibobol oleh para peretas nakal. Ini yang membuat praktik double swipe sangat berbahaya.

Praktik double swipe sendiri secara tegas telah dilarang oleh Bank Indonesia melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.18/40/PBI/2016 tanggal 8 November 2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. Untuk memitigasi risiko praktik double swipe, mintalah kasir untuk menginput secara manual nomor dan kartu kredit Anda pada komputernya tanpa harus menggesek di mesin kasir.

Skimming (Pencurian Data Melalui Alat Gesek)
Seperti yang sudah diulas, data kartu Anda akan tersimpan dalam pita magnetic berwarna hitam yang berada di bagian belakang kartu. Pelaku kejahatan bermodal mesin gesek pembaca kartu (skimmer) dengan sangat mudah akan memperoleh data di kartu Anda apabila kartu berpindah tangan. Bagi pelaku kejahatan, data ini kemudian akan digunakan untuk membuat kartu baru ataupun berbelanja secara on-line.

Gambar 4 Skimming | Sumber Ilustrasi : criminalelement.com
Celakanya, alat skimmer bukanlah hal yang sulit untuk didapatkan. Skimmer dapat dengan mudah dibeli di berbagai situs belanja on-line dengan harga yang terjangkau. Tidak percaya? Ketik saja “buy skimmer device” di Google, maka Anda akan menemukan berbagai situs belanja on-line yang menjual skimmer. Yang lebih mengkhawatirkan, dewasa ini banyak pelaku kejahatan yang memasang alat skimmer di mesin ATM.

Untuk memitigasi risiko skimming, Anda dianjurkan senantiasa menjaga baik-baik kartu Anda. Jangan sampai berpindah tangan, termasuk kepada pramusaji ketika Anda membayar makanan di sebuah restoran. Bawalah kartu Anda ke kasir secara mandiri untuk menghindari risiko skimming. Selain itu, senantiasa waspada dan perhatikan bentuk mesin ATM ketika Anda memasukkan kartu di mesin ATM. Segera pindah lokasi apabila Anda menemukan alat asing di mesin ATM yang mungkin saja merupakan sebuah skimmer.

Phising (Menipu dengan Rayuan Elektronis)
Senang berbelanja on-line? Pernah mendapat e-mail yang menawarkan produk favorit dengan harga murah? Hati-hati, karena risiko phising sedang mengintai Anda.

Pelaku kejahatan bermodus phising biasanya akan memperhatikan kebiasaan dan hobi Anda. Contohnya Anda senang berbelanja produk kecantikan melalui on-line shop, maka pelaku kejahatan akan mengirimkan e-mail kepada Anda yang menawarkan barang favorit Anda berharga miring dengan menyertakan tautan palsu. Begitu Anda terpancing dan masuk ke dalam tautan tersebut, Anda akan diminta data penting seperti password e-mail / sosial media, data kartu kredit, dan data-data lainnya. Pelaku kejahatan akan menggunakan data Anda untuk melakukan kejahatan seperti menggandakan kartu, berbelanja on-line dengan menggunakan data Anda, hingga mengaakses ke internet banking Anda.

Gambar 5 Phising | Sumber Ilustrasi : blogs.masterweb.com
Untuk memitigasi risiko phising, Anda dianjurkan untuk meningkatkan ketelitian dalam membuka dan membaca e-mail. Bagi Anda yang senang berbelanja on-line, pastikan berbelanja hanya di situs belanja on-line yang kredibel dan terpercaya. Jagalah data-data penting dan jangan mudah memberikannya kepada siapapun terutama melalui internet.

Social Engineering (Manipulasi Psikologis)
Contoh sederhana dari modus social engineering adalah kasus SMS “papa minta pulsa” atau “uangnya ditransfer ke rekening ini saja”. Pelaku kejahatan akan menggunakan trik psikologis untuk mendapatkan celah dalam menguak data rahasia Anda ataupun “menghipnotis” Anda untuk melakukan transaksi.

Gambar 6 Social Engineering | Sumber Ilsutrasi : smartfile.com
Selain contoh di atas, modus ini banyak variannya. Pernah mendapat telepon dari orang yang mengaku agen asuransi / petugas bank yang menginformasikan bahwa Anda mendapatkan hadiah? Ujung-ujungnya Anda akan dimanipulasi dan diminta untuk mentransfer sejumlah dana ke rekening pelaku kejahatan melalui ATM.

Bagi Anda yang sedang menjual barang di situs belanja on-line, waspadalah karena pelaku kejahatan social engineering sangat suka hal seperti ini. Mereka akan berpura-pura sebagai pembeli dan mengatakan bahwa telah mentransfer uang ke rekening Anda dan memancing Anda pergi ke mesin ATM untuk mengecek saldo. Setelah Anda berada di mesin ATM, Anda akan dimanipulasi untuk mentransfer dana kepada pelaku kejahatan.

Untuk memitigasi risiko ini, Anda dianjurkan untuk meningkatkan kehati-hatian dalam membaca SMS ataupun menerima telepon dari orang yang tidak dikenal. Pastikan bahwa Anda tidak memberikan informasi mengenai data rahasia Anda. Jangan pernah terpancing untuk diarahkan ke mesin ATM.

Lost and Stolen Card (Kartu Hilang dan Dicuri)
Bagi Anda pengguna APMK, kejadian kartu hilang dan dicuri merupakan sebuah musibah yang perlu Anda tangani secepatnya. Untuk memitigasi risiko hilangnya kartu, Anda dianjurkan untuk menyimpan kartu dengan hati-hati, Jika memungkinkan, siapkan tempat khusus untuk menyimpan kartu Anda dengan baik. Bila kartu hilang atau dicuri, segeralah telepon bank Anda untuk meminta pemblokiran kartu agar tidak digunakan dan memitigasi risiko terjadinya kejahatan.

Gambar 7 Lost and Stolen Card | Sumber Ilustrasi : chinadaily.com.cn
Uang Elektronik
Bagi Anda pengguna UE, pastikan Anda tahu betul risiko penggunaan UE. Pertama, dana Anda yang disimpan di dalam UE bukan merupakan dana yang dijamin oleh LPS. Risikonya, apabila bank penerbit UE tiba-tiba mengalami kebangkrutan, maka bank tidak wajib menggantikan dana Anda.

Gambar 8 Electronic Money | Sumber Ilustrasi : winnetnews.com
Selain itu, menggunakan UE sama halnya dengan menggunakan uang tunai. Bila kartu UE Anda hilang, maka siapapun yang menemukannya bisa menggunakan UE Anda untuk bertransaksi, karena penggunaan UE tidak memerlukan verifikasi (PIN / tanda tangan). Untuk memitigasi risiko ini, Bank Indonesia telah mengatur batas maksimum dana di sebuah UE yaitu sebesar Rp10 juta.

Untuk memitigasi risiko penyalahgunaan UE, Anda disarankan untuk menyimpan UE dengan baik. Bagi Anda pengguna jalan tol, jangan pernah meninggalkan UE Anda di mobil, mengingat sangat berpotensi untuk dicuri.

Upaya Peningkatan Keamanan Penggunaan Kartu ATM dan Debit Bagi Konsumen
Mengingat banyaknya kasus kejahatan kartu yang bermuara dari fitur pita magnetic, Bank Indonesia selaku otoritas telah mewajibkan seluruh penyelenggara kartu ATM dan debit untuk menggunakan teknologi chip dan PIN 6 digit melalui Surat Edaran (SE) Bank Indonesia No.17/52/DKSP tanggal 30 Desember 2015. Sesuai dengan SE tersebut, implementasi penuh ditargetkan selesai pada 31 Desember 2021 dengan tahapan sebagai berikut :
  • Tahap 1 (batas waktu 30 Juni  2017) untuk menyelesaikan (1) sistem host dan back end (2) penyediaan perangkat ATM/EDC, kartu ATM dan kartu Debit baru wajib dilengkapi standar nasional chip dan (3) penggunaan PIN online 6 digit pada seluruh kartu ATM dan kartu debit, khususnya yang masih menggunakan teknologi pita magnetic.
  • Tahap 2 (batas waktu 31 Desember 2018) Implementasi 30% kartu ATM dan atau kartu Debit yang beredar telah menggunakan teknologi chip dan PIN online 6 digit.
  • Tahap 3 (batas waktu 31 Desember 2019) Implementasi 50% kartu ATM dan atau kartu Debit yang beredar telah menggunakan teknologi chip dan PIN online 6 digit.
  • Tahap 4 (batas waktu 31 Desember 2020) Implementasi 80% kartu ATM dan atau kartu Debit yang beredar telah menggunakan teknologi chip dan PIN online 6 digit.
  • Tahap 5 (batas waktu 31 Desember 2021) Implementasi 100% kartu ATM dan atau kartu Debit yang beredar telah menggunakan teknologi chip dan PIN online 6 digit.

Tips Aman Menggunakan APMK dan UE
Setelah mengetahui berbagai modus terhadap kejahatan kartu di atas, berikut beberapa tips aman dalam menggunakan APMK dan UE :
  1. Senantiasa menyimpan kartu dengan aman;
  2. Sebelum membuang dokumen transaksi (struk pembelanjaan / lembar penagihan) agar dipastikan menghancurkan dokumen terlebih dahulu;
  3. Simpan lembar tagihan dengan aman;
  4. Pastikan mengambil kembali kartu dan bukti transaksi;
  5. Gunakan situs belanja on-line yang terpercaya;
  6. Melindungi kerahasiaan PIN;
  7. Instal software pengaman untuk berbelanja on-line; dan
  8. Waspada lingkungan di sekitar merchant / ATM / EDC.


Perlu ditekankan kembali bahwa artikel ini tidak bermaksud untuk mengurungkan niat Anda dalam menggunakan APMK dan UE sebagai instrumen transaksi non tunai, mengingat banyaknya manfaat yang diberikan dalam melakukan transaksi non tunai. Artikel ini dimaksudkan untuk menjadikan Anda lebih bijak dalam menggunakan APMK dan UE dengan mengenali berbagai kejahatan kartu. Modus kejahatan kartu sejatinya lebih banyak daripada yang diurakan di atas dan seiring perkembangan teknologi, modus kejahatanpun akan semakin banyak. Namun demikian, ilustrasi di atas merupakan modus yang populer saat ini. Semoga bermanfaat dan tetap waspada.

Selamat bertransaksi secara non tunai!

Segarkan Visi dan Sanubari Lewat Warna-Warni Bunga Tulip di Keukenhof

Warna-warni segarkan visi dan sanubari. Barangkali itulah gambaran yang tepat setelah berkeliling melihat indahnya bunga tulip bermekaran di festival tahunan Keukenhof 2017 di Belanda.

Salah satu hal yang membuat negeri Belanda dikenal di dunia adalah keindahan bunga tulipnya, meskipun bunga tulip sendiri bukan berasal dari Belanda. Sejatinya, invasi bunga tulip ke Belanda merupakan peninggalan kerajaan Turki yang pada abad ke-16 dipimpin oleh Kekaisaran Ottoman. Bunga tulip kemudian menjadi sangat terkenal hingga ke seluruh pelosok negeri setelah seorang penulis besar bernama Carolus Clusius menulis buku tentang bunga tulip. Karena sangat digemari, bunga tulip bahkan sempat berfungsi sebagai Uang di negeri Belanda!

Gambar 1 Festival Bunga Tulip Keukenhof 2017 | Dokumentasi Pribadi

Upaya mempromosikan bunga tulip Belanda ke seluruh penjuru bumi berawal di tahun 1949. Saat itu sekelompok petani tulip lokal di negeri Belanda menelurkan ide brilian untuk menyulap halaman sebuah kastil bernama Keukenhof seluas lebih dari 200 hektar menjadi sebuah festival bunga tulip setiap musim semi. Berkat upaya yang gigih, akhirnya festival bunga tulip Keukenhof pertama sukses diselenggarakan pada tahun 1950 dengan jumlah pengunjung hingga mencapai 236.000 jiwa. Selama 67 tahun terakhir, Keukenhof kemudian menjelma menjadi salah satu festival tahunan yang sangat terkenal di dunia.

Jika berkesempatan mengunjungi negeri kincir angin di musim semi, pastikan Anda melihat indahnya bunga tulip di festival Keukenhof. Dari bandara Schipol di Amsterdam, Anda dapat meminta bagian informasi untuk menunjukkan lokasi ticket booth Keukenhof yang berada tepat di pintu keluar bandara. Tidak sulit menemukannya karena papan promosi festival Keukenhof akan terpampang jelas di sekitar Anda sepanjang musim semi.

Gambar 2 Ticket Booth di Bandara Schipol. Harga Tiket Sekali Masuk Adalah €24 Sudah Termasuk Moda Transportasi Bus Pulang Pergi | Dokumentasi Pribadi

Harga tiket per kunjungan senilai ¤24, sudah termasuk moda transportasi berupa bus yang akan mengantar Anda dari bandara Schipol ke Keukenhof dan sebaliknya. Tidak perlu mengantri lama, karena dalam setiap jamnya disediakan 3–8 bus trip di weekday, mulai pukul 08.00 hingga 18.00. Khusus untuk weekend dan hari libur lainnya, jumlah bus trip ditingkatkan menjadi 5-12 kali per jam.

Gambar 3 Jadwal Keberangkatan Bus Dari Bandara Schipol Menuju Keukenhof dan Sebaliknya | Dokumentasi Pribadi

Perjalanan ke Keukenhoff akan Anda tempuh selama 15-20 menit. Tidak perlu khawatir hilang kesempatan untuk mengunggah foto di media sosial, karena bus yang mengantar Anda ke Keukenhof dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi gratis. Atau apabila tidak ingin menyia-nyiakan waktu kunjungan Anda di Belanda, tengoklah pemandangan luar lewat jendela. Anda akan menemui hamparan padang rumput berwarna hijau muda lengkap dengan kincir angin raksasa terbentang luas di hadapan Anda.

Gambar 4 Selama Perjalanan di Bus Menuju Keukenhof, Anda akan Dimanjakan dengan fasilitas Wi-Fi dan Pemandangan Kincir Angin di tengah Padang Rumput | Dokumentasi Pribadi
Setelah sampai, petugas di gerbang utama akan meminta Anda untuk menunjukkan tiket. Segera siapkan kamera, smartphone, tongkat selfie, tripod, atau peralatan fotografi lainnya untuk mengabadikan indahnya warna-warni bunga tulip di Keukenhof. Ada sekitar 7 juta bunga tulip yang dipajang dan siap untuk menyegarkan visi dan sanubari Anda. Ada yang berwarna merah, kuning, putih, pink, dan masih banyak lagi. Terdapat hampir 100 pemasok setia bunga tulip yang ikut serta dalam gelaran Keukenhof tahun ini.

Gambar 5 Penulis Bersama Rekan Kerja Nikmati Warna-Warni Bunga Tulip di Festival Keukenhof 2017 | Dokumentasi Pribadi
Tema yang diangkat pada festival Keukenhof edisi ke-68 ini adalah kearifan lokal khas negeri kincir angin. Di sudut halaman, Anda bisa menemukan music box klasik bernuansa tradisional Belanda yang akan memainkan lagu-lagu lokal. Jangan lupa juga untuk melihat flower shows di gedung Willem-Alexander dan Oranje Nassau. Setelah puas melihat bunga tulip Anda dapat membeli oleh-oleh khas Belanda di souvenir shop yang berada tepat di sebelah pintu keluar. Anda juga bisa bersantai sambil menikmati segarnya udara musim semi bersama secangkir teh dan croissant di kafe.

Gambar 6 Denah Lokasi Keukenhof 2017 | Sumber : Keukenhof 2017

Festival Keukenhof tahun 2017 diselenggarakan pada tanggal 23 Maret dan telah selesai pada tanggal 21 Mei 2017. Bila Anda tertarik ke sini tahun depan, pastikan waktu kunjungan Anda di Belanda berada di antara tanggal 22 Maret sampai dengan 13 Mei 2018 dan selamat menikmati warna-warni bunga tulip yang menyegarkan visi dan sanubari!


Jajal Selfie Bersama Tengkorak di Goa Tatombatu

Selfie bersama pacar ataupun sahabat mungkin sudah biasa. Tapi kalau selfie bersama tengkorak? Ini baru luar biasa!

Sensasi Selfie Bersama Tengkorak di Goa Tatombatu, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. | Dokumentasi Pribadi.

Bagi Anda yang memiliki jiwa petualang sekaligus pemberani, Anda bisa menjajal sensasi merinding selfie bersama tengkorak di Goa Tatombatu. Letak Goa Tatombatu berada di Desa Tarohan, Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Kabupaten Kepulauan Talaud sendiri merupakan sebuah daerah di ujung utara Nusantara. Bagi penduduk lokal, Goa Tatombatu lebih dikenal dengan nama Goa Tengkorak.

Tertarik ke sini? Anda dapat menggunakan pesawat udara ataupun kapal laut dari Kota Manado menuju Melonguane di Kepulauan Talaud. Namun demikian, Saya sangat menyarankan Anda menggunakan pesawat udara. Mengapa? Selain lebih cepat dan tersedia setiap hari, Anda dapat terhindar dari mabuk laut, mengingat perjalanan dengan menggunakan kapal laut membutuhkan waktu hingga 15 jam! Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat melihat detail transportasi Manado-Melonguane yang Saya tampilkan dalam gambar berikut.

Detail Transportasi Manado-Melonguane. | Sumber : Wings Air dan Dishub Sulawesi Utara (diolah)

Setelah sampai di Melonguane, Anda dapat melanjutkan perjalanan menuju Desa Tarohan dengan menggunakan kendaraan roda empat ataupun roda dua. Jaraknya hanya sekitar 30 menit. Gunakanlah guide atau rental mobil plus pengemudi lokal, karena sepanjang perjalanan tidak akan ditemukan papan penunjuk ke arah lokasi. Google Maps ataupun Waze memang dapat menunjukkan lokasi Desa Tarohan secara tepat, tetapi kualitas sinyal yang masih sangat terbatas akan menjadi kendala besar bagi Anda.

Jalan Masuk Lalui Pepohonan dan Semak Belukar. | Dokumentasi Pribadi.

Jalan masuk ke Goa Tatombatu terletak persis di sebelah kiri jalan raya. Anda akan dibawa menuju turunan tajam berjarak sekitar 200 meter melewati pepohonan dan semak belukar, hingga akhirnya sampai di tengah hutan untuk memarkir kendaraan. Dari sini, Anda harus berjalan kaki sepanjang 50 meter menuju ke pantai. Tapi, jangan buru-buru berganti baju, karena pantai Tatombatu dikelilingi oleh karang dan bakau. Anda sangat tidak disarankan untuk berenang di pantai ini. Toh tidak mengapa, karena tujuan kita ke sini adalah selfie bersama tengkorak bukan?

Dikelilingi Karang dan Bakau, Pemandangan Pantai Tatombatu Cukup Indah. | Dokumentasi Pribadi.

Berada persis di depan pantai, Goa Tatombatu berbentuk karang yang menjulang tinggi ke atas hingga mencapai 8 meter. Untuk menjumpai tengkorak, Anda harus memanjat karang tersebut. Gunakanlah sepatu kets anti licin yang dapat menghindarkan Anda dari risiko jatuh. Jangan seperti Saya yang hanya menggunakan sandal jepit ketika memanjat. Alasan kedua mengapa Anda harus membawa guide atau pengemudi lokal adalah karena mereka mampu membantu Anda untuk memanjat karang yang curam dan tanpa pengaman ini. Bagi Anda yang takut akan ketinggian, Anda dapat mengabadikan pemandangan pantai yang menurut Saya cukup indah untuk dijadikan profile picture.

Lokasi Goa Tatombatu berupa Tebing Karang yang Menjulang Tinggi. | Dokumentasi Pribadi.

Setelah susah payah memanjat karang, akhirnya Anda akan sampai di Goa Tatombatu yang berukuran cukup sempit. Anda harus menunduk untuk melihat sang tengkorak. Bukan hanya satu, namun konon ada 33 tengkorak di sini, lengkap dengan tulang belulang yang berbaris rapi. Saya sendiri tidak sempat menghitung dengan pasti, karena bagi Saya suasananya sangat mencekam. Di sebelah tengkorak, Anda akan menjumpai pecahan keramik, rokok, cangkang, hingga Uang! Pikir Saya, mungkin ada kaitannya dengan kepercayaan penduduk lokal.

Di dalam Goa, Anda akan Menjumpai Tengkorak Manusia yang Berbaris Rapi. | Dokumentasi Pribadi.

Berdasarkan informasi yang Saya kumpulkan dari berbagai sumber, keberadaan tengkorak manusia di Goa Tatombatu merupakan jasad armada perang Spanyol yang dahulu bersembunyi dari kejaran pasukan Malaka. Ada juga yang menyebutkan bahwa tengkorak tersebut merupakan nenek moyang suku Minahasa (suku mayoritas di Sulawesi Utara) yang meninggal saat perang suku. Satu hal yang pasti, belum ada penelitian lebih lanjut yang menjelaskan kepastian asal-usul tengkorak ini.

Berdasarkan Perda No.1 Tahun 2014 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun 2014-2034, disebutkan dalam Paragraf 7 bahwa Goa Tatombatu ditetapkan sebagai salah satu kawasan peruntukan pariwisata alam. Namun sayangnya, Goa Tatombatu belum digarap secara maksimal dan masih terkesan tersembunyi. Kita berharap nantinya Goa Tatombatu mampu dikelola dengan baik oleh Pemda ataupun pihak swasta. Yah, minimal dilengkapi dengan papan penunjuk arah dan lahan parkir yang memadai, agar kelestarian objek wisata yang unik ini dapat terjaga hingga akhir masa.

Penulis bersama Rekan Kerja Berpose di depan Goa Tatombatu. | Dokumentasi Pribadi.

Bagi Anda yang tertarik berkunjung ke Kepulauan Talaud, jangan lupa mampir juga ke Pantai Sara Besar. Ulasannya dapat dibaca di sini.

Rupiah Bersinar Hingga Daerah Terluar

Kenapa sih harus ada sebuah Bank Sentral di setiap Negara? Anda dapat menemukan jawaban atas pertanyaan ini dengan tiga langkah mudah. Pertama, ambillah dompet di saku Anda. Kedua, keluarkan Uang dari dalam dompet Anda. Terakhir, bacalah tulisan yang berbunyi ‘Bank Indonesia’ yang tertera pada Uang Anda.

Ya, fungsi klasik dari sebuah Bank Sentral adalah menyediakan Uang kepada seluruh penduduk di suatu Negara. Sebagaimana kita ketahui bersama, Uang berfungsi sebagai alat transaksi bagi setiap kegiatan ekonomi. Tanpa kehadiran Uang, maka kita akan mundur kembali ke zaman dahulu ketika transaksi ekonomi masih menggunakan sistem barter. Seiring dengan perkembangan teknologi, sistem barter kemudian berangsur-angsur digantikan dengan Uang. Apa sebab? Barter memiliki satu kelemahan utama yaitu sulitnya untuk menemukan barang yang cocok untuk ditukar. Uang kemudian hadir sebagai jawaban atas kelemahan yang ada pada sistem barter.

Bukan hanya sekedar alat transaksi, Uang kemudian bertransformasi menjadi simbol kedaulatan sebuah Negara. Masih lekat dalam ingatan kita bersama bahwa penyebab utama berpisahnya salah satu daerah terluar, yaitu Pulau Sipadan dan Ligitan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 17 Desember 2002 adalah karena Uang. International Court of Justice (ICJ) ketika itu menemukan fakta bahwa mata Uang yang digunakan oleh penduduk Pulau Sipadan dan Ligitan adalah Ringgit, bukan Rupiah. Didasari fakta tersebut, sebanyak 16 dari total 17 hakim ICJ memutuskan Pulau Sipadan dan Ligitan menjadi wilayah teritorial Negara Malaysia.

Ketersediaan Uang dalam jumlah dan pecahan yang sesuai juga sangat penting untuk menjaga agar tingkat harga di suatu wilayah stabil. Sebagai contoh sederhana, ketiadaan Uang Logam pecahan Rp100 di suatu daerah akan memicu kenaikan harga barang dan jasa. Mengapa? Karena tidak punya Uang kembalian, pedagang pasar akan menaikkan harga jual sayur bayam dari semula Rp1.400 per ikat menjadi Rp1.500 per ikat. Bila dihitung, tingkat kenaikan sayur bayam karena tidak adanya Uang Logam pecahan Rp100 mencapai sekitar 7%! Berbagai contoh di atas menggambarkan pentingnya fungsi Bank Sentral dalam menyediakan Uang kepada seluruh penduduk di suatu Negara.

Penyediaan Uang Merupakan Fungsi Klasik Bank Sentral. | Sumber : Bank Indonesia

Outstanding Execution : Memastikan Rupiah Bersinar Hingga Daerah Terluar
Sebagai salah satu Negara kepulauan yang terdiri lebih dari 17.000 pulau, tantangan bagi Bank Indonesia dalam menyediakan Uang Rupiah hingga ke pelosok Negeri tentu tidak mudah. Saat ini, jumlah Kantor Depo Kas dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia yang menyediakan layanan perkasan (baik layanan kas di dalam kantor maupun layanan kas keliling) di seluruh Indonesia baru mencapai 47 (empat puluh tujuh) titik. Tentunya, jumlah tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan Uang Rupiah di Indonesia, khususnya di daerah terluar. Nah, resep ampuh yang dilakukan oleh Bank Indonesia agar Uang Rupiah terdistribusi dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan kondisi yang layak edar, di daerah terluar adalah dengan meningkatkan jumlah kas titipan.

Kas titipan adalah kegiatan penyediaan Uang Rupiah milik Bank Indonesia yang dititipkan kepada salah satu bank umum untuk mencukupi persediaan kas perbankan di suatu daerah. Tujuan utama kas titipan adalah terpenuhinya kebutuhan Uang bagi masyarakat di suatu daerah. Pembukaan kas titipan akan jauh lebih efisien dibandingkan dengan membuka Kantor Perwakilan Bank Indonesia baru di suatu daerah, terutama di daerah terluar.

Perkembangan Jumlah Lokasi Kas Titipan. | Sumber : Bank Indonesia

Setiap tahunnya, Bank Indonesia terus menambah jumlah kas titipan di berbagai daerah. Sepanjang tahun 2016, Bank Indonesia menambah 27 (dua puluh tujuh) lokasi kas titipan sehingga total lokasi kas titipan menjadi sebanyak 62 (enam puluh dua) lokasi di seluruh Indonesia. Dengan penambahan lokasi kas titipan tersebut, layanan kas Bank Indonesia kini mampu menjangkau 82% dari seluruh kabupaten / kota di Indonesia.


Transformasi yang dilakukan Bank Indonesia dalam hal penyediaan Uang Rupiah tersebut akan terus dilakukan. Sejalan dengan salah satu tema transformasi di Bank Indonesia, yaitu Outstanding Execution, Bank Indonesia akan terus menambah lokasi kas titipan di berbagai daerah hingga mencapai 107 (seratus tujuh) lokasi. Jumlah tersebut akan menjangkau seluruh kabupaten / kota di Indonesia. Dengan demikian, cita-cita mulia menghadirkan Uang Rupiah hingga ke seluruh pelosok Negeri dapat tercapai.

Peta Layanan Kas Bank Indonesia dan Daftar Bank Pengelola Kas Titipan. | Sumber : Bank Indonesia

Berbicara mengenai daerah terluar, salah satu Provinsi yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Keppres No.6 Tahun 2017, adalah Sulawesi Utara. Menurut Keppres tersebut, terdapat beberapa daerah terluar di Sulawesi Utara, diantaranya adalah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sangihe, dan Talaud. Untuk menyediakan kebutuhan Uang Rupiah bagi masyarakat Sulawesi Utara, saat ini Bank Indonesia memiliki 1 (satu) Kantor Perwakilan di Kota Manado dan 2 (dua) lokasi kas titipan yaitu di Kota Kotamobagu dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Tidak cukup sampai di sana, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara akan membuka 3 (tiga) lokasi kas titipan baru di tahun 2017, yaitu di Kota Bitung, Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Dengan jumlah tersebut, layanan kas Bank Indonesia akan menjangkau seluruh 15 (lima belas) daerah kabupaten / kota di Sulawesi Utara.

Peta Rencana Penyediaan Layanan Kas BI di Sulawesi Utara. | Sumber : Bank Indonesia

Lalu, bagaimana proses pembukaan kas titipan itu sendiri?

Proses pembukaan kas titipan terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama adalah pemetaan wilayah calon kas titipan. Pemetaan wilayah dilakukan dengan mempertimbangkan profil daerah, jarak antara wilayah calon kas titipan dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia setempat, jumlah kantor bank, dan perkembangan serta potensi perekonomian daerah.

Tahap kedua adalah survey ke lokasi calon kas titipan. Berdasarkan hasil pemetaan wilayah, Bank Indonesia melakukan survey ke lokasi calon kas titipan untuk menggali informasi secara lebih detail. Informasi yang ingin diperoleh dalam tahap ini antara lain sarana dan prasarana yang dimiliki perbankan setempat, kondisi dan kapasitas khazanah (tempat penyimpanan Uang), tingkat kebutuhan Uang, serta pendapat perbankan dan Pemerintah Daerah setempat mengenai rencana pembukaan kas titipan.

Survey Lokasi Calon Kas Titipan di Sulawesi Utara. | Sumber : Dokumentasi Pribadi

Tahap ketiga adalah melakukan analisa. Berdasarkan data dan informasi yang terkumpul, Bank Indonesia akan melakukan analisa untuk menentukan apakah lokasi tersebut telah memenuhi kriteria persyararatan pembukaan kas titipan. Apabila memenuhi seluruh kriteria, maka Bank Indonesia akan membuka kas titipan di daerah tersebut. Pembukaan kas titipan oleh Bank Indonesia dilakukan melalui penandatanganan perjanjian pengelolaan kas titipan dengan salah satu bank umum yang ditunjuk sebagai bank pengelola kas titipan.

Lantas, manfaat apa saja yang bisa didapat dengan membuka kas titipan?

Setidaknya ada 4 (empat) manfaat utama kas titipan. Dari sisi perbankan, biaya dan risiko pengelolaan Uang Rupiah (cash handling) akan semakin rendah. Biaya cash handling merupakan salah satu komponen biaya terbesar bagi kantor cabang bank selain biaya gaji pegawai, khususnya bagi perbankan di daerah terluar.

Mengapa? Untuk menyediakan kebutuhan Uang bagi nasabah, bank akan melakukan remise (penarikan / penyetoran Uang) secara berkala ke kantor cabang yang lebih besar. Sebagai gambaran, perbankan di Kepulauan Talaud akan menempuh 28 (dua puluh delapan) jam perjalanan bolak-balik dengan menggunakan kapal laut untuk menarik Uang dari kantor cabang yang ada di Manado. Biaya yang dikeluarkan mencapai Rp9 juta untuk sekali remise. Belum lagi ditambah risiko keamanan di sepanjang perjalan menuju ke Manado. Nah, dengan adanya kas titipan, maka bank tidak perlu lagi melakukan remise, sehingga biaya dan risiko cash handling akan semakin rendah.

Manfaat selanjutnya dapat ditinjau dari sisi masyarakat. Dengan adanya kas titipan, maka kebutuhan masyarakat terhadap Uang dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan kondisi yang layak edar akan semakin terpenuhi. Cerita si pedagang pasar yang menaikkan harga sayur bayam karena tidak memiliki Uang kembalian tentunya tidak akan terulang kembali. Selain itu, kondisi Uang di dompet dijamin tidak akan lusuh karena kas titipan juga menyediakan layanan penukaran Uang bagi masyarakat.

Manfaat ketiga adalah meningkatkan aktivitas perekonomian daerah. Tersedianya Uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dan pecahan yang sesuai akan semakin memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi ekonomi. Para pelajar dapat dengan mudah membayar angkot untuk pergi menuntut ilmu ke sekolah. Pembayaran gaji bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Pemerintah Daerah dapat dilakukan dengan mudah. Pelaku usaha dapat dengan mudah bertransaksi dengan pembelinya. Jika transaksi pembayaran berjalan dengan lancar, maka aktivitas perekonomian akan tumbuh ke arah yang lebih baik.

Seperti yang telah disinggung di awal, manfaat kas titipan yang terakhir dan paling penting adalah menjaga kedaulatan di setiap jengkal NKRI. Melalui ketersediaan Uang Rupiah, setiap transaksi yang dilakukan di Negeri ini, khususnya di daerah terluar, akan dilakukan dengan menggunakan Rupiah. Dengan demikian, kisah pilu Pulau Sipadan dan Ligitan niscaya tidak akan terulang kembali.

Manfaat Kas Titipan. | Sumber : Bank Indonesia

Berdasarkan uraian di atas, rasanya kita sepakat bahwa upaya penyediaan Uang Rupiah merupakan sebuah pondasi penting dalam membangun bangsa ini. Layaknya aliran darah ke setiap jengkal tubuh, Uang Rupiah akan menopang denyut perekonomian dan menjaga kedaulatan bangsa ini. Melalui semangat transformasi, Bank Indonesia akan memastikan agar Rupiah senantiasa bersinar hingga daerah terluar!


Referensi :

Bank Indonesia. 2017. Laporan Perekonomian Indonesia 2016 : Bersinergi Memperkuat Resiliensi, Mendorong Momentum Pemulihan Ekonomi. Jakarta : Bank Indonesia.

Bersihkan Sampah untuk Bunaken yang Lebih 'Wah'!

Seakan tetap abadi, ada salah satu pepatah kuno yang diajarkan oleh nenek moyang bangsa ini kepada setiap generasi muda penerus bangsa secara turun temurun. “Kebersihan Pangkal Kesehatan.” Sekilas terdengar sederhana, namun sesungguhnya penuh arti dan makna.

Pepatah tersebut mengajarkan kepada kita mengenai arti penting menjaga kebersihan untuk mencapai kehidupan yang sehat. Sebagai contoh sederhana, kita senantiasa dianjurkan untuk mencuci tangan sebelum makan. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa mencuci tangan dapat membunuh berbagai kuman dan bakteri yang melekat sehingga dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit. Contoh lainnya adalah meminum air yang telah dimasak. Memasak air minum sebelum dikonsumsi dapat membunuh mikroorganisme negatif yang terkandung di dalam air, serta menghindarkan kita dari risiko sakit perut. Dalam tataran yang lebih luas, tentunya dengan menjaga kebersihan lingkungan akan menjamin terciptanya lingkungan yang lebih sehat.

Selain berdampak positif terhadap diri dan lingkungan, menjaga kebersihan ternyata juga memiliki dampak yang sangat besar bagi perekonomian, khususnya di sektor pariwisata. Kok bisa? Bayangkan jika kita berwisata ke sebuah objek wisata yang kotor dan tidak terawat, tentu kita tidak akan nyaman berlama-lama di sana. Bahkan mungkin kita tidak akan berpikir untuk mengunjungi objek wisata tersebut untuk kedua kalinya. Selanjutnya dapat ditebak, objek wisata yang kotor tidak akan berkembang dan memiliki dampak yang negatif, tidak hanya terhadap kelestarian lingkungan, namun juga terhadap perekonomian di daerah tersebut. Sebaliknya, objek wisata yang bersih, asri, dan indah dapat menarik minat kunjungan wisatawan sehingga akan menjadi sumber ekonomi baru bagi penduduk di sekitar daerah tersebut. Dari sana rasanya kita sepakat bahwa pengelolaan sampah (waste management) menjadi salah satu faktor penting bagi setiap objek wisata.

Di berbagai negara maju di Eropa, waste management telah menjadi kunci keberhasilan dalam pengembangan sektor pariwisata. Penelitian yang dilakukan oleh Murava dan Korolbelnykova (2016) menyimpulkan bahwa objek wisata merupakan salah satu daerah penghasil sampah terbesar di dunia. Selanjutnya Ezeah et al (2015) menyimpulkan bahwa pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan dapat memberikan efek jangka panjang yang sangat positif terhadap industri pariwisata dan ekonomi di Eropa, antara lain mengurangi biaya sosial ekonomi, efisiensi biaya operasional, melestarikan lingkungan, dan meningkatkan citra serta kepuasan wisatawan. Lebih lanjut dikatakan bahwa untuk merumuskan pengelolaan sampah yang baik, setidaknya harus mencakup tiga hal yaitu manusia (komunitas), fisik (infrastruktur dan peralatan penunjang), serta hukum dan ketentuan yang berlaku (legal instruments).

Sebagai salah satu negara kepulauan yang kaya akan budaya daerah, Indonesia memiliki beragam objek wisata yang tersebar mulai dari Sabang hingga Merauke. Beberapa objek wisata bahkan menjadi ikon pariwisata nasional bahkan mancanegara. Sebut saja Candi Borobudur di Jawa Tengah, Pantai Kuta di Bali, Gili Trawangan di Nusa Tenggara Barat, ataupun Kota Tua di Jakarta. Nah, di Sulawesi Utara, ada salah satu objek wisata yang telah menjadi ikon pariwisata dunia yaitu Taman Laut Bunaken.

Siapa yang tidak kenal dengan keindahan Bunaken? Berjarak hanya sekitar 30 menit dari ibukota Manado, Bunaken setidaknya memiliki 20 (dua puluh) dive spot dengan kedalaman hingga mencapai ±1.300 meter. Hamparan terumbu karang yang terbentang luas di dasar laut berwarna biru menjadi sumber kehidupan bagi berbagai jenis ikan dan spesies laut lainnya. Bahkan tingkat biodiversitas kelautan yang ada di Bunaken telah diakui merupakan salah satu yang tertinggi di dunia! Tidak heran mengapa kemudian Bunaken disebut-sebut sebagai surganya para penyelam internasional. Namun demikian, pesona keindahan dan keanekaragaman hayati di Bunaken kini mulai terancam. Apalagi jika bukan karena persoalan kebersihan.


Pesona Keindahan Taman Laut Bunaken | Sumber Ilustrasi : initempatwisata.com
Masalah kebersihan memang terus membayangi Bunaken dalam beberapa tahun terakhir. Keindahan pemandangan bawah laut dan terumbu karang kini mulai tergantikan dengan sampah plastik bekas kemasan air mineral. Upaya pelestarian lingkungan memang belum menjadi prioritas masyarakat sekitar Bunaken. Selain itu, tidak tersedianya tempat pembuangan sampah yang layak di Bunaken semakin mempersulit upaya pengelolaan sampah. Tempat pembuangan sampah terdekat hanya tersedia di Kota Manado, sehingga produksi sampah di Bunaken mau tidak mau harus diangkut dengan menggunakan kapal. Terbatasnya jumlah kapal pengangkut sampah kemudian memperburuk permasalahan kebersihan di Bunaken. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka niscaya pesona keindahan Bunaken sebagai ikon pariwisata dunia hanya tinggal sejarah.


Berbagai Berita Menceritakan Masalah Kebersihan di Bunaken. | Sumber : tamannasional.org, antaranews.com, dan traveltextonline.com


Institutional Leadership : Aksi Nyata Bank Indonesia Peduli Kebersihan di Bunaken
Pablo Picasso, seorang pelukis terkenal pernah berkata, “Action is The Fundational Key to All Success.” Tindakan nyata adalah kunci dasar dari seluruh kesuksesan. Melihat permasalahan kebersihan di Bunaken, Bank Indonesia tidak tinggal diam. Seperti yang telah disinggung di awal, masalah kebersihan di Bunaken bukan hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga mengancam kelangsungan pariwisata dan perekonomian daerah. Sejalan dengan salah satu tema Tranformasi Bank Indonesia, yaitu Institutional Leadership, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara menginisiasi sebuah gerakan yaitu ‘Gerakan Bersih-Bersih Bunaken’ pada tanggal 10 Oktober 2015.

Hal utama yang dilakukan dalam gerakan ini adalah membersihkan Bunaken dari kepungan sampah, baik yang terdapat di pesisir pantai maupun di dasar laut. Selain melibatkan seluruh pegawai organik maupun non-organik, Bank Indonesia juga mengajak serta pemerintah daerah, masyarakat, dan komunitas pecinta alam di sekitar Bunaken untuk terlibat langsung dalam gerakan ini. Tidak hanya membersihkan sampah, Bank Indonesia juga memberikan bantuan berupa alat-alat kebersihan mulai dari sapu lidi hingga tempat sampah. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan di Bunaken.


Gerakan Bersih-Bersih Bunaken yang Diinisiasi oleh Bank Indonesia. | Sumber Ilustrasi : Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara
Pesan utama yang ingin disampaikan oleh Bank Indonesia dalam kegiatan ini adalah memberikan kesadaran bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk senantiasa merawat dan menjaga kebersihan Bunaken sebagai ikon pariwisata Sulawesi Utara. Dengan menjaga kebersihan di Bunaken, berarti kita juga berperan serta dalam upaya pelestarian objek wisata dan membantu mengembangkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata. Kebersihan Bunaken menjadi tanggung jawab seluruh pihak di Sulawesi Utara, baik pemerintah daerah, perusahaan, maupun masyarakatnya. Pesan ini kemudian diterima dengan baik oleh para pemangku kepentingan lainnya. Setelah Bank Indonesia, berbagai institusi lainnya melaksanakan kegiatan serupa mulai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, TNI, Kepolisian, hingga perbankan di Sulawesi Utara yaitu BRI.

Gerakan Bersih-Bersih Bunaken Bank Indonesia Mendorong Institusi Lain Melakukan Kegiatan Serupa. | Sumber : sulutonline.com, hariansulut.com, manadopostonline.com, dan kabar5.com

Tidak berhenti sampai sana, program menjaga kebersihan Bunaken terus dilakukan oleh Bank Indonesia. Pada tanggal 22 Agustus 2016, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara memberikan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa 1 (satu) unit kapal pengangkut sampah kepada masyarakat Bunaken. Bantuan ini bertujuan untuk menghadirkan solusi atas masalah ketidaktersediaan tempat pembuangan sampah di Pulau Bunaken. Melalui kapal pengangkut sampah, kini masyarakat Bunaken dapat mengangkut sampah dari Bunaken ke tempat pembuangan sampah akhir di Kota Manado. Secara simbolis, bantuan kapal pengangkut sampah diberikan secara langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Secara aktif, kini kapal pengangkut sampah bantuan Bank Indonesia dioperasikan minimal setiap seminggu sekali untuk menjaga kelestarian dan kebersihan Taman Laut Bunaken.


Pemberian Bantuan PSBI berupa 1 (Satu) Unit Kapal Pengangkut Sampah kepada Masyarakat Bunaken. | Sumber Ilustrasi : Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara
Apa yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia kemudian menjadi salah satu faktor pendorong bagi Pemerintah Daerah Sulawesi Utara untuk menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor ekonomi unggulan. Hal ini dibuktikan dengan diterapkannya regulasi bebas visa bagi wisatawan mancanegara dari sejumlah negara yang akan berkunjung ke Sulawesi Utara. Dampaknya bisa ditebak. Berdasarkan data yang dilansir oleh BPS, kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara meningkat 108% (year-on-year) di sepanjang tahun 2016, dari semula 19.465 kunjungan menjadi 40.624 kunjungan! Tentunya hal ini akan memberikan dampak yang sangat positif bagi perekonomian daerah Sulawesi Utara.


Perkembangan Jumlah Kunjungan Wisawatan Mancanegara ke Sulawesi Utara. | Sumber : BPS (2017, diolah)
Seperti yang telah dikemukakan di awal, arti menjaga kebersihan sesungguhnya penuh makna. Melalui rangkaian aksi peduli kebersihan di Bunaken, Bank Indonesia bertransformasi dan menunjukkan kepada para pemangku kepentingan bahwa menjaga stabilitas perekonomian di daerah tidak hanya dilakukan dengan memberikan advisory bagi Pemerintah Daerah, namun juga bisa dilakukan dengan memberikan contoh nyata. Di tengah lesunya perekonomian global, salah satu obat mujarab yang paling cepat untuk menggerakkan motor perekonomian nasional adalah sektor pariwisata. Pada akhirnya, langkah pertama yang wajib dilakukan untuk menjaga kelestarian objek wisata adalah dengan menjaga kebersihan.

Bukankah, sebuah aksi nyata akan lebih bermanfaat dibandingkan dengan ratusan lembar analisa? Semoga!


Daftar Referensi :

Murava dan Korolbelnykova. 2016. The Analysis of the Waste Problem in Tourist Destinations on the Example of Carpathian Region in Ukraine. Journal of Ecological Engineering Vol.12 Issue 2.

Ezeah et al. 2015. Tourism Waste Management in the European Union : Lessons Learned from Four Popular EU Tourist Destinations. American Journal of Climate Change Vol.4. Scientific Research Publishing Inc.